Kuliner Indonesia memiliki keunikan tersendiri dengan ragam cita rasa yang kaya berkat penggunaan rempah-rempah khas Nusantara. Namun, meskipun memiliki potensi besar, kuliner Indonesia belum sepenuhnya mendapatkan pengakuan luas di pasar internasional seperti halnya kuliner dari negara lain, seperti Jepang, China, atau Thailand. Untuk mengatasi hal tersebut, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) telah menyusun sejumlah strategi guna mempromosikan kuliner Indonesia di luar negeri.
Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan Kemenparekraf, Rizki Handayani Mustafa, menjelaskan langkah-langkah strategis yang telah dan akan dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut. “Ada beberapa langkah strategis yang kami lakukan bersama Kementerian Perdagangan, terutama dalam waktu jangka pendek,” ujar Rizki dalam Weekly Press Briefing yang digelar secara hybrid pada Senin (9/5/2022).
Strategi ini juga sejalan dengan program “Indonesia Spice Up The World,” yang berlangsung hingga tahun 2024. Program ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah restoran Indonesia di luar negeri serta memperbesar ekspor bumbu dan rempah-rempah ke pasar internasional. Dengan target 4.000 restoran Indonesia di luar negeri serta peningkatan nilai ekspor rempah hingga 2 miliar dolar AS, pemerintah berharap kuliner Indonesia semakin mendunia.
Berikut adalah empat strategi utama yang diterapkan Kemenparekraf dalam mempromosikan kuliner Indonesia di luar negeri:
1. Pendataan dan Klasifikasi Restoran Indonesia di Luar Negeri
Langkah pertama yang dilakukan adalah mendata kembali restoran Indonesia yang sudah ada di luar negeri. Pendataan ini bertujuan untuk mengetahui jumlah pasti restoran yang menyajikan kuliner Indonesia serta mengelompokkan mereka berdasarkan segmentasi pasar.
“Kami akan melakukan pendataan kembali serta melihat kembali kelas restorannya. Mana restoran yang hanya dikunjungi oleh orang Indonesia, dan mana yang dikunjungi oleh orang asing atau warga lokal di negara tersebut,” ujar Rizki.
Melalui pendataan ini, pemerintah dapat mengetahui seberapa besar daya tarik restoran Indonesia bagi masyarakat internasional dan apa saja kendala yang dihadapi oleh pelaku usaha kuliner Indonesia di luar negeri. Dengan informasi yang lebih rinci, kebijakan yang diambil juga dapat lebih tepat sasaran, misalnya dalam hal bantuan promosi atau distribusi bahan baku.
2. Kolaborasi dengan KJRI, KBRI, dan ITPC untuk Ekspor Bahan Baku
Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi oleh restoran Indonesia di luar negeri adalah ketersediaan bahan baku autentik dari Indonesia. Banyak restoran yang kesulitan mendapatkan bumbu dan rempah khas Nusantara dengan harga terjangkau. Akibatnya, mereka harus mengganti bahan dengan alternatif lokal yang sering kali tidak memberikan cita rasa otentik seperti di Indonesia.
Untuk mengatasi masalah ini, Kemenparekraf bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan serta lembaga perwakilan Indonesia di luar negeri, seperti Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI), Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC).
Kolaborasi ini dilakukan untuk menginventarisasi kebutuhan bahan baku bagi restoran-restoran Indonesia yang ada di luar negeri. Dengan mengetahui kebutuhan ekspor secara spesifik, pemerintah dapat membantu mengoordinasikan pengiriman bahan-bahan tersebut secara lebih terorganisir, sehingga harga bahan baku bisa lebih stabil dan terjangkau.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan agar ekspor bahan baku Indonesia bisa dilakukan secara kolektif. Salah satu penyebab restoran Indonesia sulit berkembang adalah karena kurangnya ketersediaan bumbu-bumbu asli Indonesia. Jika ada pun, harganya sering kali mahal karena ekspornya dilakukan secara terpisah,” tambah Rizki.
Dengan adanya upaya ini, diharapkan restoran Indonesia di luar negeri dapat terus berkembang tanpa mengalami kesulitan dalam memperoleh bahan baku berkualitas.
3. Promosi Kuliner Indonesia di Acara Internasional
Strategi berikutnya adalah memperkenalkan kuliner Indonesia melalui berbagai acara penting di luar negeri. Salah satu contoh konkret dari strategi ini adalah ketika hidangan khas Indonesia disajikan di kantor Wali Kota New York dalam kunjungan kerja Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno.
“Kami harapkan ke depan, kuliner Indonesia juga akan tampil di berbagai acara penting lainnya di luar negeri. Kami akan bekerja sama dengan pengusaha kuliner Indonesia yang ada di negara tersebut,” ujar Rizki.
Promosi kuliner ini juga dilakukan melalui pameran internasional, festival makanan, serta kegiatan diplomasi budaya yang diselenggarakan oleh KJRI dan KBRI di berbagai negara. Selain itu, pemerintah juga berusaha menggandeng koki-koki terkenal untuk mempopulerkan hidangan Indonesia di luar negeri.
Beberapa hidangan yang sering kali dijadikan sebagai menu unggulan dalam promosi kuliner Indonesia meliputi:
- Rendang: Salah satu makanan khas Minang yang telah dinobatkan sebagai makanan terenak di dunia oleh CNN Travel.
- Sate: Beragam variasi sate khas Indonesia seperti sate ayam, sate kambing, dan sate padang sering menjadi favorit di berbagai negara.
- Gado-gado: Salad khas Indonesia dengan saus kacang yang unik.
- Nasi Goreng: Salah satu makanan khas yang sudah banyak dikenal di mancanegara.
- Soto: Dengan berbagai variasinya, seperti soto betawi, soto ayam, dan soto lamongan.
Dengan memperkenalkan kuliner khas Indonesia dalam berbagai acara internasional, diharapkan masyarakat global semakin familiar dengan makanan Indonesia dan tertarik untuk mencobanya.
4. Mendukung dan Berpartisipasi dalam Festival Kuliner Internasional
Strategi terakhir yang dilakukan oleh Kemenparekraf adalah ikut serta dalam festival kuliner bergengsi di dunia, salah satunya adalah Ubud Food Festival. Festival ini tidak hanya menjadi ajang bagi para pelaku kuliner Indonesia untuk memperkenalkan masakan mereka, tetapi juga tempat berkumpulnya chef ternama dari berbagai negara.
“Di festival ini, kami berkesempatan untuk mempromosikan Indonesia sebagai destinasi gastronomi. Kami berharap ke depannya, wisatawan asing yang berkunjung ke Indonesia semakin tertarik untuk mencoba berbagai kuliner lokal,” ujar Rizki.
Selain Ubud Food Festival, ada beberapa festival makanan dunia lainnya yang dapat menjadi ajang promosi kuliner Indonesia, seperti:
- Taste of London (Inggris)
- Singapore Food Festival (Singapura)
- Madrid Fusion (Spanyol)
- World Street Food Congress (Filipina)
- Salon du Chocolat (Prancis)
Dengan mengikuti festival-festival tersebut, pemerintah berharap lebih banyak warga negara asing yang mengenal dan mengapresiasi kekayaan kuliner Indonesia.
Tantangan dalam Promosi Kuliner Indonesia
Meskipun berbagai strategi telah dilakukan, terdapat beberapa tantangan yang masih harus dihadapi dalam memperkenalkan kuliner Indonesia ke dunia. Beberapa tantangan utama meliputi:
- Kurangnya Standardisasi Resep
Setiap daerah di Indonesia memiliki variasi resep yang berbeda untuk satu jenis makanan yang sama. Hal ini sering kali membuat rasa dan kualitas makanan Indonesia kurang konsisten di luar negeri. - Keterbatasan Akses terhadap Bumbu dan Bahan Baku
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, kesulitan dalam mendapatkan bahan baku otentik menjadi salah satu penghambat utama bagi restoran Indonesia di luar negeri. - Kurangnya Brand Awareness di Pasar Internasional
Dibandingkan dengan makanan Jepang, Korea, atau Thailand, makanan Indonesia masih kurang dikenal di pasar global. Oleh karena itu, perlu lebih banyak kampanye promosi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dunia terhadap kuliner Indonesia.
Dengan strategi yang telah dirancang oleh Kemenparekraf, diharapkan kuliner Indonesia semakin mendapatkan tempat di hati masyarakat internasional. Pendataan restoran, kerja sama dalam ekspor bahan baku, promosi di berbagai acara internasional, serta partisipasi dalam festival kuliner dunia merupakan langkah konkret yang dapat mendukung tujuan ini.
Jika strategi ini dapat berjalan dengan baik, bukan tidak mungkin kuliner Indonesia akan sejajar dengan kuliner dari negara lain yang sudah lebih dahulu populer di kancah internasional. Dengan cita rasa yang kaya dan sejarah kuliner yang panjang, makanan Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu kuliner favorit dunia.
