Dunia kuliner penuh dengan kejutan. Beberapa makanan memiliki nama yang unik, bahkan terkesan aneh dan tidak mencerminkan bahan atau tampilan aslinya. Nama-nama ini sering kali berasal dari sejarah, budaya, atau bahkan kesalahan penerjemahan yang bertahan selama bertahun-tahun.
Beberapa makanan dengan nama aneh ini mungkin akan membuat Anda berpikir dua kali sebelum mencobanya. Namun, di balik namanya yang unik, banyak dari makanan ini justru memiliki rasa yang lezat dan digemari oleh banyak orang. Artikel ini akan membahas lima makanan dengan nama teraneh di dunia dan cerita menarik di balik penamaannya.
1. Ladyfingers (Jari Wanita)
Ketika mendengar nama “ladyfingers,” sebagian orang mungkin membayangkan jari-jari seorang wanita yang anggun dan ramping. Namun, makanan ini sebenarnya adalah sejenis kue yang sering digunakan dalam pembuatan tiramisu.
Ladyfingers adalah kue berbentuk lonjong dengan tekstur ringan dan sedikit renyah di bagian luar, tetapi lembut di dalam. Nama “ladyfingers” berasal dari bentuknya yang menyerupai jari-jari tangan wanita. Makanan ini sangat populer dalam hidangan pencuci mulut di berbagai negara.
Asal Usul Ladyfingers
Ladyfingers pertama kali dibuat pada abad ke-15 di istana Adipati Savoy, Italia. Kue ini dikenal dengan nama asli “savoiardi” dan menjadi favorit di kalangan bangsawan Eropa. Teksturnya yang ringan dan kemampuannya menyerap cairan membuatnya cocok untuk berbagai hidangan pencuci mulut, termasuk tiramisu dan charlotte.
2. Hot Dog (Anjing Panas)
Siapa yang tidak kenal hot dog? Makanan ini terdiri dari roti yang diisi dengan sosis, sering kali ditambahkan saus tomat, mustard, dan mayones. Namun, nama “hot dog” sering menimbulkan kebingungan karena tidak ada unsur anjing di dalamnya.
Sejarah Nama Hot Dog
Nama “hot dog” berasal dari Amerika Serikat pada akhir abad ke-19. Ada cerita bahwa pedagang sosis Jerman yang bermigrasi ke AS sering menjual “dachshund sausages,” yang mengacu pada anjing dachshund (anjing sosis). Seorang kartunis bernama Tad Dorgan menggambar karikatur sosis yang menyerupai anjing dachshund di dalam roti, tetapi karena ia tidak tahu cara mengeja “dachshund,” ia hanya menulis “hot dog.” Sejak saat itu, nama tersebut melekat dan menjadi istilah umum untuk hidangan ini.
3. Balut (Telur Berembrio)
Balut adalah makanan yang cukup ekstrem bagi sebagian orang. Makanan khas Filipina ini berupa telur bebek yang telah dibuahi dan dibiarkan berkembang selama 14-21 hari sebelum direbus dan dimakan langsung.
Mengapa Dinamakan Balut?
Kata “balut” dalam bahasa Tagalog berarti “dibungkus.” Nama ini mengacu pada lapisan cangkang yang membungkus embrio bebek di dalamnya. Meskipun tampaknya ekstrem, balut adalah camilan populer di Filipina dan sering dikonsumsi dengan sedikit garam atau cuka.
Balut dipercaya memiliki banyak manfaat kesehatan, termasuk meningkatkan stamina dan energi. Beberapa orang mungkin merasa ngeri saat melihat embrio bebek yang hampir berkembang sepenuhnya, tetapi bagi sebagian lainnya, ini adalah makanan lezat yang kaya nutrisi.
4. Century Egg (Telur Seratus Tahun)
Nama “century egg” atau “telur seratus tahun” mungkin terdengar seperti telur yang telah diawetkan selama ratusan tahun. Namun, pada kenyataannya, telur ini hanya melalui proses pengawetan selama beberapa minggu hingga beberapa bulan.
Proses Pembuatan Century Egg
Century egg dibuat dengan merendam telur bebek, ayam, atau puyuh dalam campuran tanah liat, garam, kapur, dan abu selama beberapa waktu. Proses ini mengubah putih telur menjadi bening seperti jeli berwarna hitam kehijauan dan kuning telur menjadi krem dengan tekstur lembut.
Rasanya yang kuat dan aroma amoniaknya mungkin sulit diterima oleh yang belum terbiasa, tetapi century egg sangat dihargai dalam kuliner Tiongkok. Telur ini sering disajikan dalam bubur atau dimakan dengan cuka dan jahe.
5. Blood Sausage (Sosis Darah)
Blood sausage, atau dalam bahasa Prancis disebut “boudin noir,” adalah jenis sosis yang terbuat dari darah hewan yang dicampur dengan lemak, daging, dan rempah-rempah.
Asal Usul Blood Sausage
Makanan ini memiliki sejarah panjang dan ditemukan di berbagai budaya. Di Inggris, dikenal sebagai “black pudding,” sedangkan di Spanyol disebut “morcilla.” Penggunaan darah hewan dalam makanan ini berasal dari kebiasaan masyarakat kuno yang memanfaatkan seluruh bagian hewan yang mereka sembelih.
Meskipun bagi sebagian orang blood sausage terdengar menjijikkan, makanan ini memiliki rasa yang khas dan kaya akan zat besi, menjadikannya pilihan makanan bergizi.
Dunia kuliner memang penuh dengan kejutan, termasuk nama-nama makanan yang terdengar aneh dan tidak sesuai dengan tampilannya. Dari ladyfingers yang ternyata kue, hingga hot dog yang sama sekali tidak mengandung anjing, makanan-makanan ini memiliki sejarah unik yang membuatnya semakin menarik.
