Solo, selain dikenal sebagai kota budaya, juga memiliki beragam jajanan khas yang telah bertahan selama puluhan bahkan ratusan tahun. Jika berkunjung ke Solo, tak lengkap rasanya tanpa mencicipi camilan legendaris yang menggugah selera. Berikut ini adalah lima tempat jajan camilan legendaris yang wajib Anda coba.
1. Serabi Solo Notosuman
Serabi Solo Notosuman merupakan salah satu kuliner khas Solo yang sudah ada sejak tahun 1923. Berbeda dengan surabi Bandung yang disajikan dengan kuah kinca, serabi Solo lebih sederhana tetapi memiliki tekstur lembut dengan pinggiran renyah. Serabi ini digulung sebelum disajikan, menjadikannya praktis untuk dimakan saat bepergian.
Serabi Notosuman memiliki dua varian rasa utama, yaitu serabi polos dan serabi cokelat. Harga satu porsi serabi polos (isi 10) sekitar Rp 20.000, sedangkan serabi cokelat Rp 25.000. Lokasinya berada di Jalan Moh Yamin Nomor 28, Solo, dan buka dari pukul 05.00 hingga 16.00 WIB.
2. New Es Krim Tentrem
Es Krim Tentrem adalah kedai es krim legendaris yang telah berdiri sejak tahun 1952. Tempat ini terkenal dengan es krim buatan tangan (homemade) yang memiliki tekstur lembut dan rasa yang khas. Beberapa varian favoritnya adalah tutti fruitty, rum ‘n coffee, robin rose, dan rainbow.
Bagi pencinta es krim klasik, tempat ini adalah pilihan sempurna. Dengan suasana kedai yang nyaman dan interior yang bernuansa vintage, menikmati es krim di sini terasa seperti nostalgia ke masa lalu. Anda bisa menemukan kedai ini di Jalan Slamet Riyadi Nomor 132, Solo. Jam operasionalnya mulai pukul 10.00 hingga 21.00 WIB.
3. Es Dawet Telasih Bu Dermi
Jika ingin menikmati minuman segar khas Solo, Es Dawet Telasih Bu Dermi adalah pilihan yang tepat. Kios ini telah beroperasi sejak 1930-an dan tetap mempertahankan cita rasa aslinya. Es dawet ini terdiri dari campuran bubur ketan hitam, bubur sumsum, tape ketan, cendol, dan biji selasih yang disiram dengan santan dan gula merah cair.
Harganya sangat terjangkau, hanya sekitar Rp 5.000 per mangkuk. Lokasinya berada di dalam Pasar Gede Solo dan buka dari pukul 08.00 hingga 15.00 WIB. Pengunjung sering kali rela antre untuk menikmati segarnya es dawet di tempat ini.
4. Tahok Pak Citro Pasar Gede
Tahok adalah makanan khas yang mirip dengan wedang tahu dari Semarang. Hidangan ini berasal dari Tiongkok dan telah menjadi salah satu kuliner favorit di Solo. Tahok terbuat dari sari kedelai yang lembut, disajikan dengan kuah jahe hangat yang manis dan pedas.
Di Solo, salah satu tempat terbaik untuk menikmati tahok adalah Tahok Pak Citro yang berada di Pasar Gede. Warung ini telah beroperasi sejak puluhan tahun lalu dan menjadi tujuan banyak wisatawan. Harga satu porsi tahok berkisar antara Rp 7.000 hingga Rp 10.000. Jika Anda ingin menikmati sajian ini, datanglah antara pukul 06.00 hingga 10.00 WIB agar tidak kehabisan.
5. Wedang Ronde Mbah Payem
Wedang ronde adalah minuman khas yang terbuat dari bola-bola tepung ketan berisi kacang, disajikan dalam kuah jahe hangat. Di Solo, salah satu tempat paling terkenal untuk menikmati wedang ronde adalah di warung Mbah Payem. Warung sederhana ini telah beroperasi lebih dari 50 tahun dan tetap mempertahankan rasa khasnya.
Selain ronde, tempat ini juga menyajikan varian lain seperti wedang jahe dan wedang sekoteng. Harga wedang ronde di sini sekitar Rp 8.000 per porsi. Warung ini buka dari pukul 18.00 hingga tengah malam, sehingga cocok dinikmati saat cuaca dingin di malam hari.
Kuliner khas Solo tidak hanya berupa makanan berat, tetapi juga banyak camilan dan minuman yang memiliki sejarah panjang serta cita rasa yang khas. Dari serabi yang sudah ada sejak tahun 1923, es krim legendaris, hingga wedang ronde yang menghangatkan malam, semua camilan ini patut dicoba bagi siapa pun yang berkunjung ke Solo. Jadi, jangan lewatkan kesempatan untuk menjelajahi camilan legendaris yang telah menjadi bagian dari warisan kuliner Kota Solo!
