Kalimantan Timur semakin menjadi sorotan setelah ditetapkan sebagai lokasi Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Selain menjadi pusat pemerintahan baru Indonesia, wilayah ini juga menyimpan kekayaan alam yang luar biasa, termasuk berbagai destinasi wisata yang potensial untuk dikembangkan.
Direktur Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Otoritas IKN, Muhsin Palinrungi, menyebutkan bahwa ada lima tempat wisata yang berpotensi menjadi daya tarik utama di sekitar IKN Nusantara. Kelima destinasi tersebut adalah Goa Tapak Raja, Hutan Mangrove Mentawir, Gunung Parung, Air Terjun Tembinus, dan Bukit Bangkirai.
Meskipun kawasan inti pemerintahan IKN belum memiliki tempat wisata, daerah di sekitarnya menawarkan pengalaman alam yang unik dan menakjubkan. Berikut adalah ulasan lebih mendalam tentang lima destinasi wisata yang wajib dikunjungi dekat IKN Nusantara:
1. Gunung Parung: Keindahan Alam yang Masih Alami
Gunung Parung terletak di kawasan Sukaraja, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Jaraknya sekitar 24 kilometer dari Titik Nol Nusantara, dengan waktu tempuh sekitar 48 menit.
Gunung ini menawarkan pesona alam yang masih terjaga, sesuai dengan visi pembangunan IKN yang tetap menjaga kelestarian hutan dan lingkungan. Meski akses menuju lokasi masih cukup sulit, potensi wisata alam dan petualangan di kawasan ini sangat besar. Para pecinta alam dan pendaki dapat menikmati panorama hijau serta udara segar yang menyejukkan.
Selain menjadi destinasi bagi para petualang, Gunung Parung juga dapat dikembangkan sebagai ekowisata yang mengedukasi pengunjung tentang flora dan fauna khas Kalimantan.
2. Goa Tapak Raja: Pesona Alam dan Wisata Petualangan
Goa Tapak Raja merupakan salah satu destinasi wisata unik yang berada di Desa Wonosari, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara. Berjarak sekitar 30 kilometer dari Titik Nol Nusantara, goa ini memiliki luas sekitar dua hektar dan menawarkan keindahan geologis yang masih alami.
Selain menjadi daya tarik utama bagi para pencinta wisata petualangan, Goa Tapak Raja juga berpotensi dikembangkan menjadi pusat agrowisata. Rencana pengembangan tempat ini mencakup berbagai atraksi wisata, seperti flying fox, jalur sepeda, serta area pemandian alami yang dapat memberikan pengalaman wisata yang lebih beragam.
Pemerintah juga tengah membangun pujasera di area ini untuk mendukung Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Nantinya, para pengunjung dapat membeli berbagai produk khas Kalimantan Timur, baik berupa kuliner tradisional maupun suvenir unik sebagai oleh-oleh.
3. Hutan Mangrove Mentawir: Keindahan Ekowisata di Tepi Laut
Hutan Mangrove Mentawir merupakan kawasan ekowisata yang berlokasi di Mentawir, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara. Dengan luas sekitar 2.300 hektar, kawasan ini memiliki ekosistem mangrove yang sangat penting bagi keberlanjutan lingkungan dan keseimbangan ekologi pesisir.
Sekitar 300 hektar dari total luas kawasan ini telah dikembangkan sebagai destinasi ekowisata. Perjalanan menuju lokasi ini dapat ditempuh dengan speedboat dari Balikpapan dalam waktu sekitar 30 hingga 40 menit.
Selain menikmati keindahan alamnya, pengunjung dapat menyaksikan berbagai flora dan fauna yang masih terjaga dengan baik. Kelompok sadar wisata di kawasan ini juga telah mengembangkan berbagai produk olahan berbahan dasar buah mangrove, seperti kopi, sirup, bubur, dan tepung untuk pembuatan kue. Ini menjadi contoh bagaimana pariwisata dapat berjalan berdampingan dengan ekonomi kreatif berbasis lokal.
Dengan pesona alamnya yang menawan, Hutan Mangrove Mentawir sangat cocok bagi wisatawan yang ingin menikmati ketenangan, mempelajari ekosistem mangrove, serta mencoba berbagai produk olahan khas daerah tersebut.
4. Air Terjun Tembinus: Permata Tersembunyi di Kalimantan Timur
Bagi pencinta wisata alam yang mencari suasana tenang dan menyegarkan, Air Terjun Tembinus bisa menjadi pilihan tepat. Terletak sekitar 41 kilometer dari Titik Nol Nusantara, air terjun ini menawarkan pemandangan alam yang masih asri dan alami.
Perjalanan menuju air terjun ini memakan waktu sekitar dua jam, namun pengalaman yang didapatkan setibanya di lokasi akan sepadan dengan usaha yang dikeluarkan. Dengan suasana hutan tropis yang rimbun dan suara gemuruh air yang jatuh dari ketinggian, tempat ini menawarkan ketenangan serta kesejukan yang jarang ditemukan di daerah perkotaan.
Air Terjun Tembinus sangat cocok untuk aktivitas seperti trekking, fotografi alam, serta relaksasi. Jika dikelola dengan baik, tempat ini memiliki potensi besar untuk menarik wisatawan lokal maupun mancanegara.
5. Bukit Bangkirai: Jembatan Kanopi yang Menakjubkan
Bukit Bangkirai merupakan destinasi wisata yang berada di kawasan Karya Merdeka, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Tempat ini berjarak sekitar 47 kilometer dari Titik Nol Nusantara, dengan waktu tempuh sekitar 1 jam 14 menit.
Bukit ini menawarkan pengalaman wisata hutan tropis yang masih alami dan terjaga dengan baik. Salah satu daya tarik utama dari Bukit Bangkirai adalah jembatan kanopi (canopy bridge) yang membentang sepanjang 30 meter pada ketinggian sekitar 40 meter dari permukaan tanah.
Dari jembatan ini, pengunjung dapat menikmati pemandangan hutan hujan tropis dari ketinggian, menciptakan pengalaman yang mengesankan. Selain itu, Bukit Bangkirai juga menjadi rumah bagi berbagai jenis flora dan fauna khas Kalimantan, sehingga sangat cocok bagi wisatawan yang ingin menikmati wisata alam sekaligus mempelajari keanekaragaman hayati.
Dukungan Infrastruktur dan Aksesibilitas
Seiring dengan pembangunan IKN Nusantara, pemerintah juga terus mengembangkan infrastruktur dan aksesibilitas menuju berbagai destinasi wisata di sekitar kawasan ini. Pembangunan jalan, jembatan, serta fasilitas umum seperti penginapan dan pusat kuliner terus diperbaiki untuk mendukung industri pariwisata di wilayah ini.
Selain itu, adanya program ekowisata dan konservasi di beberapa lokasi seperti Hutan Mangrove Mentawir dan Bukit Bangkirai menunjukkan bahwa pariwisata di sekitar IKN Nusantara tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga berkomitmen dalam menjaga keseimbangan lingkungan.
Potensi Wisata Berkelanjutan di Sekitar IKN Nusantara
Kelima destinasi wisata yang telah disebutkan memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai bagian dari ekowisata dan wisata petualangan. Dengan pengelolaan yang baik, tempat-tempat ini dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik maupun internasional.
Selain menawarkan pengalaman wisata yang unik, pengembangan sektor pariwisata di sekitar IKN juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat. UMKM yang bergerak di bidang kuliner, kerajinan tangan, serta jasa pariwisata dapat berkembang pesat dengan meningkatnya jumlah wisatawan yang datang ke wilayah ini.
Dengan adanya IKN Nusantara sebagai pusat pemerintahan baru, diharapkan sektor pariwisata di Kalimantan Timur semakin maju dan mampu menarik lebih banyak wisatawan untuk mengeksplorasi keindahan alam serta budaya yang ada di daerah ini. Pengelolaan yang berkelanjutan dan berbasis konservasi lingkungan menjadi kunci dalam memastikan bahwa pariwisata di sekitar IKN tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga menjaga keseimbangan ekologi untuk generasi mendatang.
