(876Unimmafm) Magelang – Isu yang sedang menjadi perhatian dunia adalah one health, Konsep ini sekarang mendominasi komunikasi dari organisasi-organisasi kesehatan publik dunia seperti Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE), Badan Pangan Dunia (FAO), Badan Kesehatan Dunia (WHO), dan Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit (CDC) dengan menfocuskan perhatian pada zoonosis.
Terkait dengan konsep ini, maka MTCC Unimma dan Union menghelat Webbinar one health cegah pandemi dimasa mendatang di Ecentrum Unimma ( Kamis 2/5/2023).
Menurut Rochiyati Murni Ningsih Pic dan Networking Mtcc Unimma, Petani sebagai aktor utama khususnya petani tembakau mengharapkan kebijaksanaan Pemda terkait hak kesehatan yang seharusnya diterima mereka, melalui kebijakan dan DBHCHT yang selama ini belum sepenuhnya sesuai dengan porsi kesehatan yang dibutuhkan mereka.
Zoonosis, atau penyakit yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia saat ini menjadi isu kesehatan global. Penyebaran virus Covid-19 diyakini bermula dari pasar seafood Huanan, Kota Wuhan, China pada bulan Desember 2019, ketika seseorang terjangkit virus corona akibat mengonsumsi hewan liar dari jenis kelelawar.
Diperkirakan lebih dari 6 penyakit dari 10 penyakit infeksi pada manusia ditularkan dari hewan dan petani adalah kelompok paling rentan terpapar, sehingga MTCC Unimma dan Union memberikan ruang bagi para petani utk menyuarakan hak kesehatannya di webinnar ini.
Terkait dengan konsep ini, maka petani sebagai aktor utama khususnya petani tembakau mengharapkan kebijaksanaan Pemda terkait hak kesehatan yang seharusnya diterima mereka, melalui kebijakan dan DBHCHT yang selama ini belum sepenuhnya sesuai dengan porsi kesehatan yang dibutuhkan mereka.
Masih menurut Rochiyati, ” Selama ini petanilah yang jadi aktor utama tapi sampai saat ini belum mendapatkan hak yang semestinya dalam tanda petik dari cukai tembakau. justru industrilah yang selama ini kesejahteraannya yang selalu meningkat “.
Lebih lanjut Dosen Ekonomi Unimma ini mengatakan, bahwa dari tempat ini diharapkan Forum petani multikultur Indonesia FPMI binaanya ini dapat menyuarakan hak-hak mereka yang akan didengar oleh bapak ibu Adinkes, kementrian kesehatan, kementrian pertanian dan stakeholder yang terkait tentang porsi kesehatan yang seharusnya mereka nikmati.
Ditambahkannya, selama ini Pelayanan kesehatan ini dikeluhkan oleh para petani ” Mereka menikmati pelayanan kesehatan standar BPJS kesehatan seperti kita, tentu saja sangat sulitlah, mereka adalah aktor utama yang seharusnya mendapatkan fasilitas kesehatan yang prioritas kerena mreka menyumbang banyak cukai “.
Dengan menyuarakan hak-halnya ke kementrian dalam negri, kementrian kesehatan dan dinas terkait serta stake holder akan diterjemahkan oleh para pemangku kebijakan di daerah Bupati dan walikota dalam menentukan kebijakan terkait pembagian DBHCHT khususnya untuk porsi peningkatan layanan kesehatan.
Dimana para petani tembakau, belum mendapatkan fasilitas kesehatan yang memadai. Dengan adanya kegiatan ini pihaknya berharap besar teman-teman petani bisa menyuarakan aspirasinya. Terutama, dalam konsep one health Seperti hak jaminan kesehatan yang seharusnya mendapatkan porsi yang lebih besar dibandingkan pihak lain, mengingat merekalah penyumbang terbesar dana DBHCHT.
Webinar peran pemimpin daerah dalam one health ini merupakan kegiatan yang diselenggarakan bersama oleh Aliansi Kota-kota Asia Pasifik untuk kesehatan dan pembangunan (APCAT), Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pertanian, Adinkes, The Union, WOAH, FAO, dan perserikatan bangsa-bangsa.
ONE Health” adalah pendekatan global yang inovatif dengan tujuan mempererat kolaborasi dan komunikasi dalam semua aspek kesehatan manusia, hewan dan lingkungan. Konsep inti One Health adalah kolaborasi multidisiplin.
