Saat berwisata, kebutuhan akan penginapan atau akomodasi menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan. Penginapan, seperti hotel dan resor, memberikan tempat bagi wisatawan untuk beristirahat setelah beraktivitas seharian. Namun, tanpa kita sadari, menginap di penginapan bisa menjadi penyumbang konsumsi energi yang cukup besar. Dari lampu yang menyala sepanjang malam hingga penggunaan air yang berlebihan, penginapan seringkali menjadi tempat terjadinya pemborosan energi.
Untuk itu, kampanye KemBALI Becik hadir sebagai gerakan yang bertujuan mengedukasi wisatawan tentang cara berwisata yang lebih hemat energi dan ramah lingkungan. Dengan mengadopsi kebiasaan yang lebih bertanggung jawab, kita bisa membantu mengurangi jejak karbon dari sektor pariwisata serta mengurangi sampah yang dihasilkan oleh kegiatan menginap. Berikut adalah beberapa tips yang dapat diterapkan oleh para wisatawan untuk berkontribusi dalam penghematan energi selama menginap di penginapan:
1. Matikan Lampu dan Peralatan Listrik Saat Meninggalkan Kamar
Salah satu kebiasaan sederhana yang sering diabaikan adalah membiarkan lampu dan peralatan elektronik lainnya menyala ketika kita meninggalkan kamar. Padahal, dengan mematikan lampu dan semua perangkat listrik yang tidak terpakai, kita dapat menghemat banyak energi. Hal ini tidak hanya mengurangi pemborosan energi, tetapi juga membantu mengurangi emisi karbon dari pembangkit listrik. Yang lebih penting lagi, tindakan ini tidak memerlukan biaya tambahan—hanya sedikit perhatian untuk memastikan segala sesuatunya dimatikan saat kita meninggalkan kamar.
2. Gunakan Shower, Hindari Bathtub
Mandi dengan bathtub menggunakan air jauh lebih banyak dibandingkan dengan menggunakan shower. Bahkan, penggunaan air saat mandi di bathtub bisa mencapai tujuh kali lebih banyak dibandingkan dengan shower biasa. Di beberapa destinasi wisata seperti Bali, krisis air menjadi masalah besar yang sebagian dipicu oleh tingginya konsumsi air dari sektor pariwisata. Oleh karena itu, sebagai wisatawan yang bertanggung jawab, kita sebaiknya menghindari penggunaan bathtub dan memilih untuk mandi menggunakan shower untuk menghemat konsumsi air. Ini adalah langkah kecil yang dapat membuat dampak besar jika dilakukan secara konsisten oleh banyak orang.
3. Gunakan Kembali Handukmu
Kebiasaan mengganti handuk setiap hari sering kali dilakukan di penginapan, padahal di rumah kita biasanya tidak mengganti handuk setiap hari. Untuk mendukung penghematan energi dan mengurangi penggunaan detergen serta air, sebaiknya kita menggunakan kembali handuk yang telah disediakan oleh penginapan. Jika handuk sudah digunakan dalam waktu lama dan membutuhkan pencucian, kita bisa memberitahukan pihak pengelola untuk menggantinya. Dengan cara ini, kita dapat mengurangi konsumsi energi yang terkait dengan pencucian dan pengeringan handuk.
4. Jangan Ganti Sprei Setiap Hari
Mirip dengan handuk, sprei juga sering diganti setiap hari di penginapan, padahal kita tidak menggantinya setiap hari di rumah. Mengganti sprei setiap hari membutuhkan lebih banyak energi untuk mencuci dan mengeringkan. Oleh karena itu, jika memungkinkan, mintalah agar sprei tidak diganti setiap hari. Jika sprei masih dalam kondisi bersih dan tidak kotor, sebaiknya penginapan hanya mengganti sprei setelah beberapa hari. Kebiasaan ini dapat mengurangi pemborosan energi dan air yang digunakan untuk mencuci.
5. Tinggalkan Saran untuk Pengelola Penginapan
Setelah menginap, jangan ragu untuk meninggalkan saran atau feedback kepada pengelola penginapan terkait langkah-langkah ramah lingkungan yang dapat mereka terapkan. Saran-saran ini bisa mencakup hal-hal kecil seperti pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, pemanfaatan energi terbarukan, atau penerapan kebijakan pengelolaan sampah yang lebih baik. Dengan memberikan masukan, kita dapat mendorong pengelola untuk lebih memperhatikan keberlanjutan lingkungan dalam operasional mereka. Hal ini juga bisa menjadi langkah awal untuk mendorong lebih banyak penginapan lainnya untuk menerapkan kebijakan serupa.
6. Dukung Penginapan yang Menggunakan Energi Terbarukan
Beberapa penginapan kini mulai beralih menggunakan energi terbarukan, seperti panel surya atau sistem energi ramah lingkungan lainnya. Dengan memilih untuk menginap di tempat-tempat yang mendukung keberlanjutan, kita turut mendukung pengelolaan energi yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Selain itu, kita juga membantu mendorong industri pariwisata untuk beralih ke praktik yang lebih hijau dan berkelanjutan.
7. Kurangi Penggunaan Plastik Sekali Pakai
Salah satu dampak besar dari pariwisata adalah peningkatan penggunaan plastik sekali pakai, seperti botol air, pembungkus makanan, dan peralatan makan plastik. Sebagai wisatawan, kita bisa mengurangi sampah plastik dengan membawa botol air sendiri, menggunakan tas belanja ramah lingkungan, dan menghindari penggunaan plastik sekali pakai lainnya. Jika penginapan menawarkan kemasan plastik, kita bisa meminta mereka untuk menyediakan alternatif yang lebih ramah lingkungan.
8. Pilih Penginapan yang Mendukung Konservasi Alam
Beberapa hotel dan penginapan mengintegrasikan konsep konservasi alam dengan melibatkan wisatawan dalam kegiatan ramah lingkungan, seperti menanam pohon, membersihkan pantai, atau kegiatan lain yang mendukung kelestarian alam. Memilih penginapan yang mendukung kegiatan konservasi ini memberikan dampak positif tidak hanya bagi lingkungan, tetapi juga bagi komunitas sekitar.
Gerakan KemBALI Becik bertujuan untuk mengubah cara kita berwisata dengan lebih hemat energi dan ramah lingkungan. Hal-hal sederhana seperti mematikan lampu saat tidak digunakan, mengurangi konsumsi air, menggunakan kembali handuk, dan memberikan saran kepada pengelola penginapan dapat memberikan dampak besar dalam penghematan energi dan pengurangan sampah. Dengan melakukan perubahan kecil ini, kita turut mendukung industri pariwisata yang lebih berkelanjutan dan menjaga alam agar tetap lestari bagi generasi mendatang.
Mari bergabung dalam gerakan KemBALI Becik dan bersama-sama mewujudkan pariwisata yang lebih hijau dan bertanggung jawab!
