Fighting Game Genre: Shadow Fight 2
Fighting adalah salah satu genre game yang sering kali terpinggirkan baik di App Store maupun Google Play. Meski demikian, beberapa judul baru terus muncul setiap bulannya, meskipun terkadang hanya satu atau dua. Kali ini, kita kedatangan Shadow Fight 2, sekuel dari Shadow Fight 1 yang sebelumnya cukup populer di Facebook. Menariknya, kali ini pengembang memutuskan untuk merilis game ini terlebih dahulu untuk iOS dan Android sebelum di-porting ke Facebook.
Plot dan Gameplay
Shadow Fight 2 menceritakan tentang seorang petarung yang berkelana mencari lawan yang tangguh. Namun, seiring waktu, tidak ada lagi lawan yang mampu mengalahkannya. Akhirnya, sang jagoan menemukan Gerbang Bayangan dan memutuskan untuk membukanya. Saat gerbang ini dibuka, para iblis di dalamnya keluar dan menghancurkan tubuh sang petarung, meninggalkan hanya bayangannya saja. Meskipun demikian, hal ini tidak menghentikan hasratnya untuk membalas dendam kepada para iblis tersebut dan menutup kembali Gerbang Bayangan untuk selamanya.
Shadow Fight 2 adalah game fighting satu lawan satu yang mirip dengan Street Fighter, namun dengan gameplay yang lebih lambat dan realistis. Bermain Shadow Fight 2 terasa seperti memainkan sebuah film Kung Fu. Kamu hanya akan diberikan dua tombol serang: satu untuk serangan kaki dan satu lagi untuk serangan tangan. Kamu dapat mengkombinasikan kedua serangan ini dengan delapan arah joystick untuk menciptakan total 16 serangan yang berbeda. Misalnya, untuk mengeluarkan sebuah serangan, kamu cukup menahan tombol ke arah belakang dan serang, atau ke arah atas dan serang.
Sistem Head Hit dan Pertarungan
Yang membuat game ini berbeda adalah sistem head hit-nya. Jika kamu berhasil menyerang kepala lawan, damage yang kamu berikan akan sangat besar (terkadang bisa hampir membunuh secara instan), namun ini juga berlaku sebaliknya. Inti dari game ini adalah mengalahkan seorang demon bernama Lynx yang dijaga oleh lima bodyguard-nya. Namun, setiap bodyguard cukup kuat sehingga kamu tidak bisa langsung melawan mereka satu per satu. Misalnya, setelah mengalahkan bodyguard pertama, kamu akan langsung dihajar sampai mati dalam hitungan detik oleh bodyguard kedua. Untuk bisa melawan bodyguard kedua tersebut, kamu harus membeli senjata dan armor yang lebih baik.
Untungnya, game ini menyediakan tiga mode tambahan yaitu tournament, daily quest, dan juga survival untuk membantu kamu mengumpulkan uang.
Presentasi dan Animasi
Keunikan di sisi presentasi adalah karakter kita yang berbentuk bayangan alias hitam semua. Ini cukup masuk akal mengingat kita hanya berupa bayangan setelah dihancurkan oleh demon penjaga gate. Namun, ini juga menimbulkan masalah tersendiri, yaitu ketika dalam pertarungan, kamu mungkin akan kesulitan membedakan antara karakter kamu dan lawan karena keduanya berwarna hitam. Untuk mengatasi hal ini, ada sebuah sinar di bawah kaki karakter kita, yang cukup membantu, meskipun tetap sulit ketika kedua karakter sudah sangat berdekatan.
Animasi dalam game ini terhitung cukup baik dan terlihat natural. Saya juga suka fitur slow motion yang kadang-kadang terjadi dalam pertarungan. Contohnya, saat kamu siap menendang kepala lawan, namun pada saat yang bersamaan lawan menunduk untuk melakukan sapuan kaki. Hal ini sangat keren untuk dilihat!
