Battlefield adalah salah satu franchise FPS terbesar yang pernah ada dalam industri game, dengan sejarah yang membanggakan dalam menyajikan pengalaman perang yang epik dan teknologi grafis terdepan. Setelah sukses dengan tema perang dunia pertama dalam Battlefield 1, franchise ini kembali ke akar-akarnya dengan Battlefield V, yang mengeksplorasi perang dunia kedua.
Pengumuman dan trailer perdana Battlefield V memang mengguncang industri, terutama saat itu bersaing dengan rival utamanya, Call of Duty, yang lebih memilih tema perang futuristik. Meskipun demikian, resepsi terhadap Battlefield V tidak sekuat yang diharapkan, terutama karena berbagai alasan termasuk kritik terhadap akurasi sejarah dalam gameplay dan persaingan sengit dengan game lain yang rilis pada waktu yang sama.
Battlefield V menawarkan beberapa inovasi, termasuk mode single-player campaign yang menghadirkan empat skenario yang berbeda. DICE memilih pendekatan yang mirip dengan Battlefield 1, dengan setiap skenario membawa pemain ke medan pertempuran yang berbeda dari perang dunia kedua. Mulai dari memainkan peran pasukan Senegal yang membela Perancis hingga misi infiltrasi sebagai anggota pasukan Inggris, setiap skenario menawarkan pengalaman unik dengan karakter dan cerita yang berbeda-beda.
Namun demikian, meskipun ada variasi yang menarik dalam cerita dan karakter, kampanye single-player Battlefield V terasa pendek. Pemain bisa menyelesaikan keseluruhan kampanye dalam waktu sekitar 3-4 jam tergantung pada tingkat kesulitan yang dipilih. Skenario-skenario tersebut juga menekankan gameplay yang lebih terbuka, mirip dengan gaya permainan Far Cry, dengan fokus pada eksplorasi, pengintaian, dan pendekatan stealth.
Salah satu kekurangan yang mencolok dari Battlefield V adalah ketidakmerataan dalam kualitas gameplay dan cerita antara skenario-skenarionya. Beberapa skenario mungkin lebih menarik dan memuaskan dibandingkan yang lain, sementara yang lain mungkin terasa kurang memikat atau kurang mendalam.
Secara keseluruhan, meskipun Battlefield V menawarkan beberapa inovasi dan pengalaman single-player yang berbeda dari pendahulunya, game ini masih dianggap sebagai entri yang kurang mengesankan dalam franchise Battlefield. Meskipun demikian, teknologi grafis yang memukau dan beberapa elemen gameplay yang menyenangkan, seperti pendekatan terbuka dan stealth, tetap membuatnya layak untuk dicoba bagi penggemar genre FPS dan sejarah perang dunia kedua.
