Sebagai penggemar berat serial video game Metal Gear Solid, saya selalu menyebutnya sebagai franchise favorit saya dalam dunia gaming. Sejak pertama kali bermain pada tahun 2008, saya terus berharap agar Konami menghadirkan kembali semua judul Metal Gear ke perangkat keras modern. Dengan dirilisnya Metal Gear Solid: Master Collection Vol. 1, keinginan saya akhirnya terwujud, meskipun hanya sebagian. Sayangnya, bukannya merasa antusias, saya justru kecewa melihat betapa minimnya usaha yang dilakukan Konami dalam merilis koleksi ini.
Isi Koleksi:
Sesuai namanya, Metal Gear Solid: Master Collection Vol. 1 merupakan bundel pertama dari kemungkinan dua paket yang akan dirilis Konami. Volume pertama ini mencakup banyak judul awal dari serial ini, dimulai dari Metal Gear asli hingga Metal Gear Solid 3: Snake Eater. Secara pribadi, beberapa game Metal Gear favorit saya ada dalam koleksi ini, sehingga kehadiran mereka dalam satu tempat yang praktis adalah hal positif.
Minimnya Peningkatan:
Namun, yang mengecewakan adalah Konami hampir tidak melakukan apa pun untuk meningkatkan kualitas game-game ini. Di era sekarang, remaster dan remake sudah sangat umum, dengan standar tertentu untuk membawa game lama ke platform baru. Alih-alih memanfaatkan kemampuan konsol dan PC modern, Konami hanya mem-porting game-game ini tanpa melakukan remaster apa pun. Tidak ada game Metal Gear dalam koleksi ini yang mendukung resolusi 4K, yang merupakan kesalahan besar mengingat upscaling ke resolusi tersebut seharusnya tidak sulit. Selain itu, Metal Gear Solid asli terkunci pada 30fps, sedangkan MGS 2 dan MGS 3 dapat mencapai 60fps tergantung platform yang digunakan.
Kurangnya Inovasi dan Kekecewaan Penggemar:
Meskipun Konami tidak menyembunyikan kekurangan ini dalam promosinya, tetap saja sangat mengecewakan saat membuka game dan melihat tampilannya. Yang lebih buruk, para penggemar Metal Gear selama bertahun-tahun telah menciptakan mod dan emulator yang terlihat lebih baik daripada yang dirilis Konami sendiri. Ini memberi kesan buruk ketika pemegang lisensi resmi tidak bisa merilis produk yang melampaui karya para penggemar. Hal ini juga menunjukkan bahwa Konami sepertinya tidak terlalu peduli lagi dengan properti AAA mereka, sebuah kritik yang sudah sering dilontarkan para penggemar selama dekade terakhir.
Fitur Tambahan:
Meski saya cukup negatif terhadap fidelitas yang ditawarkan Master Collection Vol. 1, tidak semuanya buruk. Selain game utama Metal Gear, koleksi ini juga menyertakan beberapa fitur bonus, seperti novel grafis Metal Gear Solid dan naskah resmi yang bisa dinikmati oleh penggemar berat serial ini. Saya juga menyukai soundtrack digital yang disertakan, meskipun tidak terlalu lengkap.
Game Metal Gear Awal:
Tambahan terbaik dalam Master Collection Vol. 1 mungkin adalah judul-judul awal Metal Gear. Versi MSX2 dan NES dari Metal Gear disertakan dalam bundel ini, bersama dengan Metal Gear 2: Solid Snake dan Snake’s Revenge. Meskipun game-game awal ini pernah dirilis dalam bundel lain, ini adalah kali pertama Konami menyatukannya dalam satu paket. Meskipun sebagian besar pembeli koleksi ini mungkin lebih tertarik pada trilogi Metal Gear Solid, tetap menyenangkan melihat game-game lama juga mendapat perhatian.
Metal Gear Solid: Master Collection Vol. 1 bukanlah bundel yang buruk, tetapi kurang memanfaatkan potensi modern. Game-game yang disertakan masih cukup baik dimainkan di tahun 2023 dan menyenangkan untuk dijelajahi kembali. Namun, minimnya usaha dari Konami untuk memperbaiki judul-judul ini membuat koleksi ini terasa hanya dirilis demi keuntungan cepat. Alih-alih menjaga warisan Metal Gear untuk generasi penggemar yang baru, koleksi ini gagal memanfaatkan perangkat keras modern, yang membuat penggemar lama seperti saya memiliki sedikit alasan untuk membelinya kecuali demi kenyamanan bermain di platform terbaru.
