Pada masa puncak Star Trek, ketika ada lima serial Star Trek yang diproduksi dan tayang satu demi satu di Paramount+, saya menemukan Stellaris. Meski bukan penggemar game strategi besar atau 4X, saya menyadari bahwa game seperti Stellaris—yang memungkinkan pemain mengendalikan politik antar bintang—dapat dengan mudah disulap menjadi game Star Trek. Ternyata, beberapa modder telah melakukan hal yang sama. Akhirnya, saya membeli Stellaris dan segera mengunduh mod konversi total yang mengubahnya menjadi game Star Trek.
Saya memainkannya sebentar, tapi tidak lama. Akhirnya, daya tarik modifikasi ini tidak cukup kuat untuk membuat saya melewati kurva pembelajaran yang curam dari game 4X yang kompleks. Namun kemudian, Paradox Interactive—perusahaan yang menerbitkan Stellaris—mengumumkan Star Trek: Infinite, sebuah game 4X dengan lisensi resmi Star Trek. Rasa penasaran saya pun kembali muncul.
Permainan dan Faksi Utama:
Star Trek: Infinite memungkinkan pemain mengendalikan salah satu dari empat faksi besar di galaksi Star Trek: United Federation of Planets, Klingon Empire, Romulan Star Empire, atau Cardassian Union. Setiap faksi memiliki kekuatan unik yang mendorongnya mengikuti salah satu dari empat strategi “X” dalam genre ini: Explore (menjelajah), Expand (memperluas), Exploit (memanfaatkan), dan Exterminate (membasmi). Misalnya, Federation berfokus pada diplomasi dan eksplorasi galaksi secara damai, sementara Klingon, sebagai budaya pejuang, lebih mengutamakan militernya.
Setiap kampanye di Star Trek: Infinite lebih terstruktur daripada di Stellaris, karena berakar pada kanon Star Trek. Setiap kali saya memulai permainan, kekuatan besar ditempatkan di area yang sama relatif satu sama lain, dan peristiwa galaksi mengikuti urutan yang lebih kurang tetap, dimulai dengan serangan mendadak Romulan di Khitomer yang kemudian mengarah pada aliansi antara Federation dan Klingon Empire (penggemar Star Trek: The Next Generation pasti mengenal peristiwa ini).
Keunikan Cerita:
Politi Star Trek lainnya dianggap sebagai kekuatan minor, dan peristiwa di sekitar mereka dapat berjalan berbeda dari yang ada di acara Star Trek. Ini memberikan fleksibilitas dan variasi, meskipun ada beberapa kejanggalan, seperti Federation yang dapat menjajah Denobula dan Risa di awal permainan, meskipun keduanya seharusnya sudah memiliki populasi mapan.
Semua elemen dasar dari game strategi 4X ada di sini, mulai dari eksplorasi dunia baru, diplomasi dengan peradaban yang familiar, hingga pengiriman mata-mata dan armada militer. Faksi besar didesain agar pemain mengikuti karakter moral mereka—Federation akan mengutamakan diplomasi dan eksplorasi ilmiah, sementara Romulan selalu memiliki mata-mata di mana pun mereka berada. Namun, bagi saya, Star Trek: Infinite gagal menghadirkan kegembiraan khas Star Trek yang saya harapkan. Ini membuat saya sadar betapa pentingnya karakter dalam pengalaman Star Trek, terutama bagi saya.
Meski banyak penggemar mungkin menikmati menggerakkan armada mereka di peta galaksi dan memperluas wilayah, bagi saya, ini terasa seperti pekerjaan yang tidak bermakna tanpa performa atau cerita yang kuat sebagai pengikat. Game seperti Star Trek Online dan Star Trek: Resurgence, yang berusaha menghadirkan pengalaman menonton episode Star Trek, lebih beresonansi dengan saya daripada permainan yang hanya mereplikasi realitas politik alam semesta Star Trek.
