Hellboy telah lama menjadi tokoh ikonik dalam dunia komik selama beberapa dekade. Meskipun ada beberapa upaya untuk menghidupkannya dalam bentuk film, animasi, dan video game, hasilnya sering kali bervariasi dan belum sepenuhnya berhasil menangkap nuansa khas dari komik asli karya Mike Mignola. Keunikan visual dari komik Hellboy menjadi salah satu aspek yang membuat karakternya begitu ikonik, terutama melalui penggunaan ruang gelap dan bayangan yang khas. “Hellboy: Web of Wyrd” mencoba menangkap estetika tersebut dalam sebuah game roguelike beat-em-up, namun sayangnya, meskipun gaya visualnya menonjol, inti permainannya yang berulang dan terkadang membosankan membuatnya kurang memuaskan.
Daya tarik utama “Hellboy: Web of Wyrd” terletak pada keberhasilannya dalam mereplikasi gaya visual komik Mignola. Game ini dengan sempurna memanfaatkan elemen ruang negatif dan bayangan dari karya seni Mignola, menghadirkan visual yang tampak seperti komik Hellboy hidup dalam bentuk 3D. Gerakan kamera di sekitar karakter utama sering kali menciptakan pola bayangan unik yang memberi kesan bahwa pemain benar-benar berada dalam dunia komik Hellboy.
Dalam hal narasi, “Hellboy: Web of Wyrd” berhasil menyusun cerita yang sesuai dengan mekanisme roguelike-nya. Ceritanya mengikuti Hellboy dan timnya yang dikirim ke sebuah rumah misterius di Argentina untuk menyelidiki aktivitas psikis yang terjadi di seluruh dunia. Di dalam rumah tersebut, Hellboy menemukan dimensi alternatif yang penuh dengan monster dan kekacauan, yang pada akhirnya mengarah pada konflik yang lebih besar. Narasi ini terasa autentik dengan kisah-kisah yang biasa ditulis oleh Mignola.
Lingkungan permainan juga menggambarkan estetika Mignola dengan baik. Setiap level mengambil lokasi yang berbeda, dengan musuh yang unik dan memiliki desain geometris non-euclidean yang khas dari komik Hellboy. Meskipun musuh dalam game ini merupakan ciptaan baru, semuanya terasa seolah-olah berada di tempat yang tepat dalam dunia Hellboy.
Namun, dalam hal gameplay, “Hellboy: Web of Wyrd” tidak menawarkan banyak variasi, terutama jika dibandingkan dengan game roguelike sukses lainnya seperti “Hades.” Pilihan senjata dan peningkatan dalam game ini terbatas, dan meskipun pemain dapat memperkuat karakter mereka melalui beberapa level, pengalaman yang diulang-ulang dan kurangnya tantangan membuat permainan terasa monoton setelah beberapa kali percobaan.
Selain itu, ada kelemahan dalam kecerdasan buatan (AI) musuh yang terkadang tidak merespons dengan baik, membuat pertempuran terasa kurang dinamis. Pada beberapa momen, musuh bahkan tampak bingung atau tidak melakukan apa-apa, yang mengurangi intensitas aksi dalam permainan.
Salah satu sorotan utama “Hellboy: Web of Wyrd” adalah pengisi suara Hellboy yang diperankan oleh almarhum Lance Reddick. Namun, meskipun Reddick merupakan aktor berbakat, performanya sebagai Hellboy terasa kurang menonjol. Banyak dialog yang terdengar terlalu mirip dengan karakter-karakter lain yang pernah ia perankan, sehingga sedikit mengurangi imersi pemain dalam peran Hellboy.
Secara keseluruhan, meskipun “Hellboy: Web of Wyrd” memiliki tampilan visual yang memukau dan narasi yang sesuai dengan dunia Hellboy, kekurangan dalam variasi gameplay, repetisi, dan tantangan membuatnya sulit untuk benar-benar bersinar. Ini adalah game yang menyenangkan dalam porsi kecil, tetapi sayangnya, tidak cukup kuat untuk meninggalkan dampak yang abadi di antara penggemar game roguelike atau Hellboy.
