Like a Dragon: Ishin adalah salah satu entri favorit saya dalam seri Like a Dragon (sebelumnya dikenal sebagai Yakuza) dari RGG Studio. Awalnya dirilis di Jepang pada tahun 2014, Ishin merupakan salah satu dari sedikit game inti dalam franchise ini yang tidak pernah dirilis di Barat oleh Sega. Kini, berkat remake yang fantastis, Ishin menjadi lebih mudah diakses daripada sebelumnya dan tidak boleh diabaikan dalam tahun rilis yang padat ini.
Setting dan Cerita
Alih-alih berfokus pada inti cerita Like a Dragon, Ishin mengambil latar waktu lebih dari 100 tahun ke belakang, tepatnya pada tahun 1863. Game ini menampilkan serangkaian karakter baru yang didasarkan pada tokoh-tokoh nyata dan konflik mereka di masa yang penuh gejolak dalam sejarah Jepang. Meskipun terdengar seolah tidak ada kaitannya dengan Like a Dragon di permukaan, RGG Studio memilih untuk menghadirkan karakter-karakter terbesar dari seri ini dalam peran baru. Misalnya, sosok dan suara protagonis utama franchise, Kazuma Kiryu, kembali hadir, tetapi kali ini diperankan sebagai samurai Sakamoto Ryoma. Banyak sekutu, penjahat, dan wajah-wajah akrab lainnya dari seri Like a Dragon muncul sepanjang permainan, menambah kesenangan bagi mereka yang sudah akrab dengan saga ini.
Narasi yang Menarik
Jalan cerita dalam Like a Dragon: Ishin adalah salah satu aspek terkuat dari game ini. Meskipun narasi kadang terasa sedikit berlarut-larut, Ishin berhasil menyampaikan cerita yang relatif sederhana namun dipenuhi dengan karakter dan dinamika yang kompleks. Game ini juga dipenuhi dengan banyak kejutan, dan meskipun tidak semua momen tersebut (terutama menjelang akhir permainan) terasa tepat atau mengejutkan, pengalaman yang ditawarkan tetap mengasyikkan dari awal hingga akhir.
Gameplay dan Mekanika Pertarungan
Di sisi gameplay, Like a Dragon: Ishin membuat beberapa perubahan besar dibandingkan dengan installment sebelumnya. Sebagian besar game sebelumnya dalam seri ini berfokus pada pertarungan tangan kosong. Meskipun mekanisme yang sama ada dalam Ishin, game ini lebih menekankan pada penggunaan senjata, khususnya katana dan pistol.
Dengan adanya senjata baru ini, Like a Dragon: Ishin memperkenalkan beberapa gaya bertarung yang paling unik dalam franchise. Terdapat total empat gaya pertarungan yang berbeda. Tiga di antaranya cukup dasar dan berpusat pada pedang, senjata api, dan pertarungan tangan kosong. Gaya keempat, yang disebut Wild Dancer, menggabungkan elemen pertarungan pedang dan senjata untuk menciptakan gaya yang benar-benar unik bagi Ishin. Sepanjang permainan, saya lebih memilih menggunakan Wild Dancer karena terasa selalu menarik dan memberikan fokus lebih pada opsi pertarungan baru yang ditawarkan.
Trooper Cards dan Kesenangan dalam Pertarungan
Trooper Cards adalah tambahan baru dalam Like a Dragon: Ishin dan sering kali membuat permainan menjadi sangat menghibur. Secara umum, Trooper Cards adalah kemampuan khusus yang bisa digunakan dalam pertempuran setelah terisi. Kemampuan ini dapat melakukan hal-hal sederhana seperti meningkatkan kerusakan serangan Anda, tetapi juga memiliki kemampuan untuk membiarkan karakter Anda menembakkan bola api dari tangan mereka. Ada banyak Trooper Cards dalam Like a Dragon: Ishin, dan mencampur serta mencocokkan kartu yang Anda peroleh untuk membuat dek unik Anda sendiri selalu menyenangkan.
Tantangan dalam Side Quest
Jika ada satu aspek dari Like a Dragon: Ishin yang saya rasa mengecewakan, itu adalah misi sampingan. Sementara cerita utama yang diceritakan dalam Like a Dragon: Ishin penuh dengan drama tinggi, tugas sekunder dalam game ini cenderung lebih konyol. Bagi saya, ini selalu menjadi bagian favorit dari judul sebelumnya dalam seri, di mana saya dapat terjebak dalam melakukan misi sampingan selama berjam-jam. Namun, dalam Ishin, saya menemukan bahwa banyak dari misi sampingan terasa kurang memuaskan. Hampir setengah dari misi sampingan hanya berfungsi sebagai jembatan untuk membangun hubungan dengan berbagai karakter di seluruh dunia. Meskipun ini membuat Ishin terasa lebih hidup, proses memperbaiki hubungan dengan karakter sering kali terasa membosankan.
Aktivitas Tambahan dan Dunia yang Menarik
Di luar misi sampingan, Ishin menawarkan sejumlah aktivitas tambahan yang bisa Anda ikuti. Elemen-elemen khas dari Like a Dragon seperti karaoke, memancing, dan arena pertarungan kembali hadir di Ishin, tetapi remake ini juga menambahkan beberapa aspek yang tidak terduga. Secara khusus, Ishin memiliki elemen simulasi bertani yang jauh lebih menyenangkan daripada yang seharusnya. Game-game Like a Dragon sebelumnya selalu berhasil menggabungkan penawaran tambahan seperti ini, dan Ishin tidak berbeda.
