Hubungi Kami

Chrono Cross: The Radical Dreamers Edition – Klasik yang Terpecah, Namun Layak Dikenal Lebih Baik

Chrono Cross menghadapi tantangan besar pada tahun 1999, yaitu melanjutkan kisah Chrono Trigger, salah satu RPG paling ikonik dan dihormati sepanjang masa. Tugas ini semakin berat karena game ini tidak lagi dibangun oleh “dream team” yang mencakup Hironobu Sakaguchi (pencipta Final Fantasy), Yuji Horii (pencipta Dragon Quest), dan Akira Toriyama (desainer karakter Dragon Ball). Sebagai gantinya, pengembangan Chrono Cross diserahkan kepada Masato Kato, penulis dan perencana cerita Chrono Trigger. Meskipun Yasunori Mitsuda kembali menyusun musik untuk game ini dan Nobuteru Yuuki menggantikan Toriyama sebagai desainer karakter, hasilnya terbukti kontroversial. Kini, warisan yang terpecah ini hadir kembali dalam bentuk Chrono Cross: The Radical Dreamers Edition, yang dirilis untuk konsol modern dan PC. Walaupun menyenangkan melihat game yang begitu menarik ini dapat dijangkau oleh generasi baru, versi remaster ini, meskipun menawarkan beberapa peningkatan kualitas hidup, masih terasa kurang memadai.

Perbedaan dengan Chrono Trigger dan Cerita yang Lebih Filosofis
Sementara Chrono Trigger menawarkan petualangan ringan dengan karakter-karakter yang mudah dicintai, Chrono Cross mengambil pendekatan yang lebih filosofis, mirip dengan Xenogears, sebuah RPG bertema krisis eksistensial yang juga melibatkan tulisan Kato. Chrono Cross mengungkapkan bahwa happy ending yang dialami oleh para pahlawan Chrono Trigger tidak berlangsung lama, dan permainan ini menyelidiki konsekuensi tak terduga dari tindakan mereka yang penuh niat baik. Banyak penggemar memuji Chrono Cross atas inovasinya dan cerita yang mendalam, namun sebagian kritikus merasa bahwa meskipun game ini bagus, ia adalah sekuel yang buruk bagi Chrono Trigger. Beberapa bahkan menyebutnya sebagai game terburuk yang pernah ada, menjadikannya seperti Star Wars: The Last Jedi di dunia RPG Jepang.

Cerita dan Karakter
Dalam Chrono Cross, pemain berperan sebagai Serge, seorang remaja yang menjalani kehidupan sederhana di sebuah desa kecil di El Nido, sebuah kepulauan yang berada di dunia yang sama dengan Chrono Trigger. Hidupnya berubah ketika ia menemukan dunia alternatif, yang mirip dengan dunianya, tetapi dengan perbedaan signifikan—terutama karena Serge di dunia tersebut telah meninggal saat masih anak-anak, yang memicu serangkaian efek domino di seluruh wilayah tersebut. Untuk mencari tahu lebih banyak tentang dunia yang misterius ini, Serge bergabung dengan pencuri bernama Kid, yang juga memiliki latar belakang misterius.

Serge dapat merekrut lebih dari 40 karakter berbeda sepanjang perjalanannya, meskipun tidak mungkin untuk merekrut semuanya dalam satu kali playthrough. Hal ini tidak terlalu masalah karena hanya sekitar seperempat dari karakter-karakter tersebut yang benar-benar menarik atau berguna, dengan sebagian besar sisanya kurang dikembangkan, bahkan hanya memiliki aksen fonetik yang sulit dibaca. Game ini menggunakan sistem elemen, yang berfungsi sebagai sihir dan item, di mana setiap karakter memiliki grid elemen unik yang menentukan jumlah elemen yang bisa dipasang pada karakter tersebut.

Grafis dan Remaster yang Mengundang Pertanyaan
Meskipun Chrono Cross dirilis hanya empat tahun setelah Chrono Trigger, loncatan grafis dari sprite 2D akhir ke poligon 32-bit pada Chrono Cross terasa seperti selisih satu dekade. Sayangnya, remaster The Radical Dreamers Edition tidak banyak memperbaiki ini, bahkan mungkin membuatnya lebih buruk. Latar belakang pre-rendered yang indah terkadang terlihat buram, dan model karakter HD yang baru malah terasa kasar dan mengganggu. Pemain bisa memilih untuk bermain dengan grafis asli, tetapi jika sudah memiliki akses ke Chrono Cross versi PSOne, baik secara fisik atau melalui PlayStation Store, tidak ada alasan kuat untuk berinvestasi pada remaster ini. Permainan juga terasa lambat, seolah bergerak dalam gerakan lambat, dan sistem penyimpanan game juga terasa kuno, karena pemain masih harus memilih antara dua slot kartu memori ketika menyimpan progres.

Peningkatan Kualitas Hidup yang Memadai
Beberapa peningkatan kualitas hidup dalam The Radical Dreamers Edition cukup membantu. Fitur-fitur ini termasuk kemampuan untuk menonaktifkan encounter musuh, mengatur tingkat kesulitan pertempuran, serta mode fast-forward yang mempercepat segala sesuatu dalam game. Fitur-fitur ini sangat berguna untuk mengatasi masalah pacing di bagian akhir permainan, yang terkadang memaksa pemain untuk melakukan backtracking dan melawan sejumlah bos di lokasi terpisah sebelum melanjutkan cerita. Dengan mode fast-forward, perjalanan melalui dungeon menjadi jauh lebih cepat dan melewatkan monster-monster biasa membuat pengalaman menjadi lebih menyenangkan.

Radical Dreamers: Sebuah Pendahuluan yang Terlupakan
Yang paling signifikan dalam Chrono Cross: The Radical Dreamers Edition adalah judul dalam namanya. Sebelum Chrono Cross, ada Radical Dreamers, sebuah petualangan teks yang juga ditulis oleh Kato, yang sebelumnya hanya dirilis melalui add-on Satellaview untuk Super Famicom di Jepang. Sekarang, Radical Dreamers hadir untuk pertama kalinya di luar Jepang. Game ini menyajikan versi lebih singkat dari cerita utama Chrono Cross, dengan fokus pada Kid dan asal-usul rahasianya. Meskipun ini merupakan tambahan menarik, Radical Dreamers terasa seperti film pendek yang kemudian diperluas menjadi fitur penuh, dan pada akhirnya, hanya menjadi tambahan yang tidak cukup untuk membenarkan harga beli remaster ini.

unimma

Leave a Reply

  • https://ssg.streamingmurah.com:8048
  • Copyright ©2025 by PT. Radio Unimma. All Rights Reserved
  • http://45.64.97.82:8048
  • Copyright ©2025 by unimmafm. All Rights Reserved
  • http://45.64.97.82:8048/stream
  • Copyright ©2025 by unimmafm All Rights Reserved