Seri film Jurassic Park memang memiliki banyak ide menarik dalam sekuelnya, dan penggemar dari waralaba ini mendapatkan banyak hiburan dari setiap film, namun secara tematik, cerita besar dalam Jurassic Park selesai setelah film pertama. Sejak itu, kisah-kisah berikutnya tampaknya hanya ada untuk mengeksploitasi keserakahan dan bukan karena kepentingan yang tulus. Hal ini sejalan dengan argumen inti dari buku dan film pertama, yang mengkritik dorongan untuk membangun kekayaan melalui kapitalisme tanpa kendali, yang pada akhirnya lebih banyak merugikan daripada menguntungkan. Secara mengejutkan, ini menjadi tema yang mendasari video game terbaru dalam seri ini, Jurassic World: Evolution 2 (JWE2). Dalam permainan ini, Anda akan mengalami perjalanan yang mirip dengan film pertama — dimulai dengan kekaguman terhadap potensi taman dinosaurus Anda, lalu segera dihadapkan pada kenyataan pahit setelah taman tersebut hancur dan Anda tenggelam dalam biaya hukum.
Menjadi Seorang Manajer Taman Dinosaurus yang Sesungguhnya
Seperti pendahulunya, JWE2 menawarkan berbagai mode permainan, namun inti dari permainan ini adalah bagaimana Anda bisa sepenuhnya menyesuaikan pengalaman membangun taman Jurassic Park/World, mulai dari membangun kandang dinosaurus, memilih lokasi restoran dan kios es krim, merancang sistem monorel dan hotel, hingga menangani karyawan yang tidak puas. Dengan pendekatan yang lebih mendalam, JWE2 benar-benar menekankan aspek manajerial taman, di mana memastikan Anda merekrut staf yang tepat untuk menjaga kelancaran operasional taman menjadi kunci untuk memperoleh keuntungan dalam game ini. Bahkan, para ilmuwan yang membentuk staf Anda terlibat dalam hampir setiap aspek permainan, kecuali konstruksi. Jadi, jangan seperti John Hammond dalam film pertama yang hanya mengandalkan tenaga kerja murah atau mempekerjakan mereka hingga titik mereka merusak operasi taman.
Perubahan Besar dalam Mekanisme Gameplay
Pentingnya ilmuwan dalam konteks gameplay adalah perubahan besar dibandingkan dengan game pertama, dan ini cukup berhasil. Salah satu fitur yang hilang dalam JWE2 adalah elemen “Reputasi” yang sebelumnya membagi fokus dan investasi taman Anda ke dalam tiga kategori: Ilmu Pengetahuan, Hiburan, dan Keamanan. Sebagai gantinya, jenis atraksi yang Anda miliki akan menentukan jenis audiens yang Anda tarik. Namun, Anda akan terlalu sibuk dengan kebutuhan ilmuwan untuk menyelesaikan berbagai tugas baru, sehingga Anda hampir tidak akan merasa kehilangan elemen ini. Bagi sebagian orang, ini bisa terasa sangat membebani. Anda mungkin merasa seperti benar-benar mengelola sekelompok orang setelah bermain, dan terkadang itu bisa menjadi sangat monoton.
Tugas-tugas seperti menggali fosil, mengekstraksi DNA, mensintesis dinosaurus, menginkubasi telur, dan yang terpenting, meneliti upgrade baru untuk taman Anda, semuanya menjadi tanggung jawab para ilmuwan Anda. Proses ini sering kali terasa membosankan, terutama ketika Anda harus menemukan keseimbangan antara statistik ilmuwan dan menggabungkannya untuk menyelesaikan tujuan. Ini juga berarti Anda seringkali akan duduk menunggu staf taman Anda menyelesaikan pekerjaan mereka sebelum Anda dapat melanjutkan dengan hal lain.
Memperkenalkan Dinosaurus Laut dan Terbang
Meskipun terkadang terasa melelahkan, game ini tetap menarik sehingga Anda tidak sadar berapa lama Anda telah bermain. Menyaksikan dinosaurus berkelana di habitat yang telah Anda bangun untuk mereka sama menyenangkannya dengan proses pembangunan itu sendiri. Selain elemen-elemen yang menyenangkan dari game pertama, seperti menyesuaikan DNA dan penampilan fisik dinosaurus Anda, JWE2 juga memperkenalkan beberapa tambahan baru dari dunia Jurassic World yang sebelumnya tidak ada, terutama dinosaurus terbang dan laut. Meskipun dekorasi kandang untuk dinosaurus-dinosaurus ini tidak sebanyak untuk dinosaurus darat, mereka tetap memberikan elemen baru yang sudah lama dinantikan oleh para penggemar.
Mode Permainan: Kampanye, Tantangan, dan Chaos
Berbicara tentang mode permainan, JWE2 menawarkan beberapa pilihan menarik. Kampanye pada dasarnya berfungsi sebagai tutorial karena dapat diselesaikan dalam beberapa jam dan hanya digunakan untuk mengajari pemain tentang perubahan gameplay dan penambahan fitur baru. Kampanye ini juga menunjukkan beberapa lokasi baru yang tersedia dalam game. Sebelumnya, Anda hanya dibatasi pada pulau tropis dari film pertama, namun sekarang Anda dapat membangun taman di berbagai lokasi setelah peristiwa Jurassic World: Fallen Kingdom, termasuk hutan, padang pasir, dan pegunungan di Amerika Serikat.
Selain kampanye, ada mode Tantangan, yang menghadirkan lokasi-lokasi tertentu yang harus Anda kuasai, serta mode Chaos, yang akan membuat penggemar lima film Jurassic Park senang. Dalam mode Chaos, Anda akan diminta untuk menghadapi berbagai skenario “Bagaimana Jika” yang mengacu pada cerita dalam masing-masing film dan mencoba untuk membuatnya berhasil. Mode ini menyenangkan namun penuh tantangan, dan seolah-olah benar-benar mencerminkan esensi dari film-film tersebut — segala sesuatunya dapat hancur hanya dengan satu kesalahan kecil. Bagi sebagian orang, hal ini mungkin menjadi elemen yang melelahkan dalam permainan, tetapi itu adalah bagian dari keseruan.
Mode utama yang akan banyak dimainkan pemain adalah Sandbox, di mana Anda diberikan kebebasan penuh untuk merancang taman dinosaurus sesuka hati. Namun, di JWE2, Anda harus memainkan mode-mode lain terlebih dahulu untuk membuka elemen-elemen yang ingin Anda gunakan di Sandbox. Misalnya, jika Anda ingin membangun lagoon untuk Mosasaur, Anda harus bermain di mode tertentu yang membuka akses ke fitur tersebut. Meskipun ini bukan fitur negatif, beberapa pemain mungkin merasa keberatan dengan berapa banyak waktu yang diperlukan untuk membuka semua yang mereka inginkan.
Masalah Teknis dan Pengalaman Gameplay
Sayangnya, ada beberapa masalah teknis dalam JWE2 yang bisa mengganggu pengalaman bermain. Beberapa bug besar, seperti dinosaurus yang jelas-jelas mati tetapi tetap bergerak, dapat merusak ilusi yang dibangun dalam permainan. Kendaraan juga dapat terbang ke udara secara tidak realistis hanya karena menyentuh pohon atau kambing, dan terkadang Anda tidak bisa melewati jenis terrain tertentu tanpa alasan yang jelas. Selain itu, dinosaurus yang dulu sangat ganas dan siap merusak segala sesuatu yang ada di sekitarnya sekarang lebih mirip dengan kucing peliharaan — selalu mencari perhatian Anda dan mudah sakit atau bertengkar dengan dinosaurus lain.
Jurassic World: Evolution 2 membawa banyak perubahan pada gameplay dari pendahulunya, menjadikannya lebih dari sekadar paket ekspansi. Dengan penambahan kosmetik, lokasi baru, dan opsi kustomisasi gedung, game ini menawarkan pengalaman yang lebih kaya meskipun terkadang terasa membosankan dengan tugas-tugas manajerialnya. Meski penuh tantangan dan tugas yang memerlukan kesabaran, permainan ini tetap memikat sejak awal. Penggemar yang ingin kembali ke dunia Jurassic Park dengan lebih banyak konten daripada game pertama pasti akan menikmati tambahan-tambahan baru ini, namun bagi sebagian orang, tugas-tugas manajerial dan pengelolaan tim bisa membuat game ini terasa lebih seperti pekerjaan kedua daripada permainan yang menghibur. Meskipun demikian, jika kita merujuk pada tema utama dari buku dan film yang melatarbelakangi semua ini, apakah kita benar-benar bisa marah ketika game ini menghukum kita atas usaha untuk mengeksploitasi alam demi keuntungan?