Ketika berkunjung ke kawasan wisata Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah, salah satu daya tarik selain keindahan candi adalah keberagaman kuliner lokalnya. Di antara berbagai makanan khas yang menggoda, legondo menjadi salah satu camilan tradisional yang wajib dicoba. Salah satu penjual legondo yang terkenal adalah Bu Suad, yang telah menjadi ikon kuliner lokal dengan resepnya yang autentik dan cita rasa tak terlupakan.
Apa Itu Legondo?
Legondo adalah makanan tradisional khas Jawa yang terbuat dari beras ketan dengan isian unti kelapa manis. Bentuknya memanjang, dibungkus daun pisang, dan dikukus hingga matang. Tekstur legondo yang kenyal berpadu sempurna dengan rasa manis gurih dari isian unti kelapanya. Makanan ini sering disajikan sebagai camilan teman minum teh atau kopi, sehingga menjadi favorit untuk menemani obrolan santai di pagi atau sore hari.
Keistimewaan Legondo Bu Suad
Bu Suad, yang telah menjajakan legondo selama lebih dari 20 tahun, dikenal dengan keahliannya dalam mempertahankan kualitas dan rasa legondo yang otentik. Legondo buatannya memiliki ciri khas aroma wangi dari daun pisang dan tekstur yang lembut namun tidak mudah hancur. Bu Suad menggunakan bahan-bahan berkualitas, seperti beras ketan pilihan dan kelapa segar untuk membuat isian unti.
Rahasia kelezatan legondo Bu Suad terletak pada proses pembuatannya yang dilakukan dengan penuh ketelatenan. Beras ketan direndam terlebih dahulu agar menghasilkan tekstur yang kenyal. Sementara itu, unti kelapa dibuat dengan campuran gula merah asli yang memberikan rasa manis alami dan aroma khas. Setelah bahan-bahan siap, legondo dikukus dengan api sedang hingga matang sempurna, menghasilkan camilan yang lembut dan harum.
Lokasi dan Cara Mendapatkan Legondo Bu Suad
Legondo Bu Suad dapat ditemukan di sekitar area pasar tradisional dekat Candi Borobudur. Banyak wisatawan yang sengaja mampir untuk membeli camilan ini sebagai oleh-oleh khas dari Magelang. Legondo ini biasanya dijual dalam kemasan sederhana namun tetap menarik, dengan harga yang sangat terjangkau.
Jika Anda ingin mencicipinya langsung, Bu Suad membuka lapaknya setiap pagi hingga siang hari. Namun, karena popularitasnya, legondo ini sering kali habis sebelum siang. Oleh karena itu, disarankan untuk datang lebih awal agar tidak kehabisan.
Mengapa Legondo Cocok Jadi Teman Ngobrol?
Selain rasanya yang nikmat, legondo juga memiliki nilai budaya yang tinggi. Makanan ini sering disajikan dalam acara keluarga atau tradisional sebagai simbol kebersamaan. Teksturnya yang ringan dan rasa manisnya yang pas membuatnya cocok dinikmati sambil berbincang bersama teman atau keluarga. Dipadukan dengan secangkir teh atau kopi panas, legondo mampu menciptakan suasana yang hangat dan akrab.
Melestarikan Kuliner Tradisional
Legondo Bu Suad bukan hanya sekadar camilan, tetapi juga warisan kuliner yang patut dilestarikan. Di tengah gempuran makanan modern, Bu Suad tetap konsisten mempertahankan resep tradisionalnya, sekaligus mengenalkan makanan khas ini kepada generasi muda dan wisatawan. Upayanya ini tidak hanya menjaga kelezatan legondo tetap hidup, tetapi juga membantu mempromosikan budaya dan kuliner khas Borobudur ke dunia luar.
Jika Anda berkunjung ke Borobudur, jangan lupa untuk mencicipi legondo Bu Suad. Dengan cita rasa yang khas dan proses pembuatan yang penuh dedikasi, camilan ini bukan hanya memanjakan lidah, tetapi juga membawa Anda lebih dekat dengan kearifan lokal masyarakat Magelang. Pastikan untuk membawa pulang beberapa bungkus sebagai oleh-oleh, sehingga kenikmatan legondo khas Borobudur dapat terus Anda nikmati bersama keluarga dan teman-teman.
