G.I. Joe adalah salah satu waralaba yang sangat populer di era 1980-an. Dari lini mainan besar, seri komik yang dihormati karena alur cerita dewasanya, hingga serial animasi yang menjadi gerbang bagi para penggemar muda, G.I. Joe berada di puncak kejayaannya. Namun, di masa kini, waralaba ini tak lagi mendapatkan perhatian sebesar Transformers, saudara segrupnya di bawah naungan Hasbro. Meski demikian, ada tanda-tanda bahwa G.I. Joe sedang mencoba bangkit kembali. Salah satu upayanya adalah melalui game G.I. Joe: Operation Blackout, sebuah permainan tembak-menembak orang ketiga yang menawarkan pengalaman nostalgia bagi para penggemar lama sekaligus mencoba menarik pemain baru.
Menghidupkan Kembali Ikon Klasik
Dikembangkan oleh IguanaBee dan Fair Play Labs, G.I. Joe: Operation Blackout menghadirkan 12 karakter ikonis dari kedua kubu, G.I. Joe dan Cobra. Pemain dapat mengalami cerita dari dua sisi, memungkinkan mereka bermain sebagai pahlawan seperti Duke atau Scarlett, maupun penjahat legendaris seperti Cobra Commander dan Destro. Alur cerita diceritakan melalui cutscene berbentuk komik bergerak, menggabungkan elemen dari komik klasik dan serial animasi yang pernah populer. Desain karakternya mengambil inspirasi dari lini mainan Classified Series, menghasilkan perpaduan menarik antara gaya retro dan modern.
Para penggemar lama akan menikmati berbagai referensi dan easter egg yang tersebar sepanjang permainan. Game ini mengingatkan pada Transformers: Devastation besutan Activision, yang juga berhasil mengombinasikan elemen nostalgia dengan sentuhan modern.
Gameplay: Menawarkan Kesenangan, Namun Kurang Kedalaman
Setiap level memungkinkan pemain memilih salah satu dari dua karakter, masing-masing dilengkapi dengan dua senjata jarak jauh dan satu senjata jarak dekat. Sayangnya, senjata jarak dekat cenderung kurang efektif, meski ada beberapa momen tertentu di mana penggunaannya diperlukan. Bermain sebagai Snake Eyes atau Storm Shadow, misalnya, akan lebih menyenangkan jika pemain dapat lebih bebas menggunakan pedang mereka.
Misi-misi yang ditawarkan cukup mendasar, seperti mengalahkan gelombang musuh, menekan tombol, atau menyelesaikan tugas tertentu. Meski pola permainannya cukup sederhana, ada beberapa level yang melibatkan kendaraan khas G.I. Joe, seperti HAVOC atau HISS Tank, yang menambahkan variasi pada gameplay.
Tingkat kesulitan game ini cukup seimbang. Pemain dengan gaya bermain kasual dapat memilih mode “Action Figure” yang lebih ringan, sementara penggemar tantangan dapat mencoba tingkat kesulitan lebih tinggi yang menuntut strategi dan ketepatan lebih. Namun, bagi pemain yang mencari pengalaman inovatif, game ini mungkin terasa kurang mendalam.
Kualitas Audio dan Pengisian Suara yang Memukau
Salah satu keunggulan Operation Blackout adalah kualitas audionya. Semua karakter memiliki pengisi suara, dan perhatian terhadap detail membuat mereka terdengar seperti yang diharapkan para penggemar. Misalnya, suara Cobra Commander berhasil menangkap nuansa ikonis yang dulu dibawakan oleh mendiang Chris Latta. Musik latar juga menghadirkan sejumlah lagu yang mudah diingat dan bisa terus terngiang di kepala pemain.
Bagi Penggemar Setia, Ini Adalah Langkah Awal yang Menggembirakan
Meski tidak menawarkan sesuatu yang benar-benar baru atau revolusioner, G.I. Joe: Operation Blackout adalah pengalaman yang dirancang dengan cinta untuk para penggemar. Game ini mungkin tidak memikat mereka yang tidak akrab dengan waralaba, tetapi bagi para penggemar setia, ini adalah pengingat akan kejayaan masa lalu sambil memberikan secercah harapan untuk masa depan G.I. Joe. Pengembangnya jelas memahami waralaba ini, memberikan perhatian pada detail yang memuaskan audiens target mereka.
