Bekasi – Sunge Jingkem Sembilangan, destinasi wisata air yang terletak di Bekasi, Jawa Barat, pernah menjadi primadona terutama selama masa pandemi COVID-19. Saat itu, tempat ini menjadi pilihan bagi banyak orang yang ingin menikmati suasana alam terbuka di tengah pembatasan aktivitas dalam ruangan. Namun, setelah pandemi mereda, jumlah pengunjung di Sunge Jingkem mengalami penurunan drastis.
Daya Tarik Sunge Jingkem Sembilangan
Dengan tarif masuk yang sangat terjangkau, hanya Rp 5.000 per orang, tempat ini menawarkan pengalaman unik berupa perjalanan perahu wisata seharga Rp 25.000 untuk pulang-pergi menyusuri sungai yang asri. Suasana tenang dengan pemandangan hijau di sekitar sungai menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang ingin bersantai dan menikmati udara segar.
Selain wisata perahu, Sunge Jingkem juga memiliki fasilitas lain seperti warung makan, area duduk santai, serta spot foto alami yang menarik bagi pecinta fotografi. Destinasi ini juga dikenal dengan keberagaman hayatinya, seperti burung-burung air yang sering terlihat di sekitar sungai, menjadikannya tempat menarik bagi penggemar ekowisata.
Kemerosotan Jumlah Pengunjung
Menurut Ismul Hariko, seorang pengelola warung di area tersebut, popularitas Sunge Jingkem mulai meningkat sejak dibuka pada 2019. Namun, setelah pandemi berlalu dan pembatasan aktivitas di dalam ruangan dicabut, minat masyarakat terhadap wisata air ini menurun. Banyak orang kini lebih memilih destinasi wisata lain, seperti pusat perbelanjaan, taman hiburan, atau wisata kuliner yang lebih bervariasi.
Faktor lain yang memengaruhi penurunan jumlah pengunjung adalah kurangnya inovasi dan promosi wisata yang berkelanjutan. Beberapa wisatawan yang sebelumnya mengunjungi tempat ini juga mengeluhkan kurangnya fasilitas tambahan yang dapat meningkatkan kenyamanan pengunjung, seperti tempat duduk yang lebih banyak, wahana permainan air, atau area rekreasi keluarga yang lebih luas.
Harapan dan Upaya Revitalisasi
Untuk mengembalikan kejayaan Sunge Jingkem, beberapa pengelola dan warga sekitar mulai berinisiatif melakukan berbagai upaya perbaikan. Salah satunya adalah meningkatkan kebersihan dan keamanan area wisata agar pengunjung merasa lebih nyaman. Selain itu, diperlukan strategi pemasaran yang lebih agresif, seperti memanfaatkan media sosial untuk menarik wisatawan lokal maupun luar daerah.
Dukungan dari pemerintah setempat juga dapat menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya tarik Sunge Jingkem. Dengan adanya program revitalisasi wisata yang berfokus pada pengembangan infrastruktur dan promosi, destinasi ini berpotensi kembali menarik minat wisatawan seperti pada masa kejayaannya.
Sunge Jingkem Sembilangan adalah salah satu destinasi wisata air di Bekasi yang menyimpan potensi besar. Keindahan alamnya masih menjadi daya tarik utama, namun tanpa inovasi dan promosi yang tepat, tempat ini berisiko semakin ditinggalkan. Diperlukan sinergi antara pengelola, warga, dan pemerintah untuk menghidupkan kembali destinasi wisata ini, sehingga dapat terus menjadi pilihan rekreasi bagi masyarakat Bekasi dan sekitarnya.
