Yogyakarta tidak hanya terkenal dengan keindahan budaya dan sejarahnya, tetapi juga dengan kuliner khas yang menggugah selera. Jika berkunjung ke Kota Gudeg, berburu makanan legendaris menjadi salah satu agenda wajib. Berikut adalah tujuh kuliner legendaris di Yogyakarta yang harus Anda coba.
1. Nasi Teri Gejayan Pak Dul
Bagi para pencinta kuliner malam, Nasi Teri Gejayan Pak Dul adalah pilihan tepat. Warung ini telah beroperasi sejak tahun 1970-an dan masih mempertahankan cita rasanya yang khas. Berlokasi di Jalan Affandi No.5B, Klitren, warung ini buka dari pukul 21.00 hingga 04.00 WIB.
Sajian utamanya adalah nasi teri yang dimasak dengan santan, memberikan cita rasa gurih dan sedikit pedas. Setiap porsi dilengkapi dengan sayur, kering tempe, dan telur, menjadikannya pilihan sederhana namun lezat. Selain itu, tersedia menu lain seperti gudeg, perkedel, dan ayam pedas. Harga yang ditawarkan pun terjangkau, mulai dari Rp 8.000 per porsi.
2. Oseng-oseng Mercon Bu Narti
Jika Anda pencinta makanan pedas, Oseng-oseng Mercon Bu Narti adalah destinasi yang tidak boleh dilewatkan. Warung ini berlokasi di Jalan KH. Ahmad Dahlan Jl. Purwodiningratan No.110, Ngampilan, dan buka dari pukul 18.00 hingga 22.00 WIB.
Oseng-oseng mercon terdiri dari jeroan sapi seperti kikil, gajih, kulit, dan tulang muda yang dimasak dengan cabai rawit dalam jumlah banyak. Sensasi pedasnya yang menggigit membuat makanan ini dijuluki “mercon” karena terasa meledak di mulut. Harga satu porsinya sekitar Rp 30.000, sedangkan nasi putih dijual seharga Rp 3.000. Selain oseng-oseng mercon, tersedia juga ayam goreng, lele, dan burung puyuh sebagai pilihan menu lainnya.
3. Mie Ayam Tumini
Mie Ayam Tumini terkenal dengan porsi jumbonya serta kuah kental berwarna kecokelatan yang kaya rasa. Berlokasi di Jalan Imogiri Timur No.187, Giwangan, warung ini buka dari pukul 10.00 hingga 17.00 WIB.
Mi yang digunakan memiliki tekstur kenyal, disiram dengan kuah yang memiliki cita rasa manis dan gurih khas kecap. Potongan ayam melimpah dan ceker kecap menjadi tambahan yang membuat hidangan ini semakin menggugah selera. Harga seporsi mi ayam mulai dari Rp 12.000, membuatnya menjadi salah satu pilihan kuliner yang ramah di kantong.
4. Gudeg Bromo Bu Tekluk
Gudeg merupakan ikon kuliner Yogyakarta, dan salah satu tempat legendaris untuk menikmatinya adalah Gudeg Bromo Bu Tekluk. Warung yang telah berdiri sejak 1984 ini berlokasi di Jalan Affandi No.2-A, Santren, Caturtunggal, dan buka dari pukul 23.00 hingga 05.00 WIB.
Satu porsi gudeg di sini terdiri dari gudeg nangka, krecek, telur rebus, dan ayam suwir. Pengunjung juga bisa menambahkan lauk tambahan seperti tempe goreng, tahu bacem, dan ceker kecap. Harga yang ditawarkan mulai dari Rp 12.000 per porsi, menjadikannya pilihan yang terjangkau untuk menikmati kuliner khas Yogyakarta di malam hari.
5. Sate Klathak Pak Bari
Sate klathak merupakan sate khas Yogyakarta yang berbeda dari sate pada umumnya. Alih-alih menggunakan tusuk bambu, sate ini ditusuk menggunakan jeruji besi sepeda, yang memungkinkan daging matang secara merata.
Sate Klathak Pak Bari berlokasi di Pasar Wonokromo, Jalan Imogiri Timur No.5, Pleret, dan buka dari pukul 18.30 hingga 01.00 WIB. Selain sate klathak, warung ini juga menyajikan menu lain seperti gulai kambing, sate bumbu, nasi goreng, dan tongseng kepala. Harga sate klathak cukup bersahabat, sekitar Rp 30.000 per porsi.
6. Mangut Lele Mbah Marto
Mangut lele adalah sajian khas Yogyakarta yang dibuat dengan lele goreng yang dimasak dalam kuah santan berbumbu pedas. Salah satu tempat terbaik untuk menikmatinya adalah di Warung Mangut Lele Mbah Marto, yang telah berdiri sejak 1960-an.
Warung ini berlokasi di Jalan Sewon Indah, Ngireng-ireng, Panggungharjo, dan buka dari pukul 10.00 hingga 21.00 WIB. Lele di sini dimasak dengan cara diasap sebelum dimasukkan ke dalam kuah mangut yang kaya rempah. Selain mangut lele, warung ini juga menyajikan menu lain seperti opor ayam, lele asap, gudeg, dan garang asem. Harga seporsi makanan di sini mulai dari Rp 20.000.
7. Gudeg Permata Bu Narti
Satu lagi gudeg legendaris yang wajib dicoba adalah Gudeg Permata Bu Narti. Warung ini berlokasi di Jalan Gajah Mada No.2, Gunungketur, Pakualaman, dan buka dari pukul 21.00 hingga 02.00 WIB.
Gudeg di sini memiliki tekstur yang lebih kering dibandingkan gudeg basah lainnya, dengan tambahan lauk seperti terik ayam, krecek, dan ceker. Harga seporsi gudeg di sini mulai dari Rp 15.000, menjadikannya pilihan kuliner malam yang lezat dan terjangkau.
Yogyakarta memiliki banyak pilihan kuliner legendaris yang tidak hanya menggugah selera tetapi juga menyimpan sejarah panjang. Dari nasi teri hingga mangut lele, setiap hidangan memiliki keunikan tersendiri yang membuatnya istimewa. Jika berkunjung ke Yogyakarta, pastikan untuk mencoba ketujuh kuliner legendaris ini agar perjalanan kuliner Anda semakin berkesan!
