Semarang dikenal sebagai kota dengan kekayaan kuliner yang khas. Selain lumpia dan tahu gimbal, ada satu hidangan tradisional yang tak kalah menggoda, yakni mi kopyok. Hidangan berbahan dasar mi ini telah menjadi ikon kuliner Semarang dan terus lestari hingga kini. Salah satu tempat paling terkenal yang menyajikan mi kopyok adalah Mi Kopyok Pak Dhuwur, yang sudah beroperasi selama lebih dari empat dekade.
Sejarah dan Asal-usul Mi Kopyok Pak Dhuwur
Mi kopyok sendiri sudah ada sejak lama dan menjadi bagian dari budaya kuliner Semarang. Dinamakan “kopyok” karena dalam proses memasaknya, mi dicelupkan berulang kali ke dalam air panas, sehingga teksturnya menjadi lebih lembut dan kenyal.
Mi Kopyok Pak Dhuwur pertama kali dijajakan secara keliling oleh Harso Dinomo pada tahun 1970. Kemudian, pada tahun 1980-an, ia memutuskan untuk menetap di Jalan Tanjung, Semarang. Nama “Pak Dhuwur” yang berarti “tinggi” dalam bahasa Jawa, diberikan oleh para pelanggan karena Harso Dinomo memiliki postur tubuh yang tinggi. Nama ini akhirnya terus dipertahankan dan menjadi merek dagang yang ikonik di Semarang.
Keunikan Mi Kopyok Pak Dhuwur
Banyak orang sering membandingkan mi kopyok dengan mi kocok dari Bandung. Namun, perbedaannya cukup mencolok, terutama pada bahan pelengkapnya. Jika mi kocok Bandung menggunakan tambahan kikil dan kaldu sapi, mi kopyok Pak Dhuwur tidak menggunakan unsur daging sama sekali. Hidangan ini sepenuhnya berbasis nabati, sehingga cocok untuk semua kalangan, termasuk vegetarian.
Seporsi mi kopyok terdiri dari:
- Mi kuning yang diproduksi sendiri untuk menjaga kualitas
- Potongan lontong, yang menambah rasa kenyang
- Irisan tahu pong, memberikan tekstur lembut
- Tauge segar, menambah sensasi renyah
- Taburan daun seledri dan bawang goreng, menambah aroma wangi
- Kerupuk gendar atau karak yang diremukkan, memberikan tekstur kriuk
- Kuah kaldu rempah, yang menjadi ciri khas Mi Kopyok Pak Dhuwur
Tambahan kecap manis dan sambal membuat hidangan ini semakin menggugah selera. Kuahnya yang berasal dari kaldu rempah-rempah tanpa campuran daging menjadikan mi kopyok memiliki rasa gurih yang unik dan ringan di lidah.
Ketenaran Mi Kopyok Pak Dhuwur
Popularitas Mi Kopyok Pak Dhuwur bukan hanya di kalangan warga lokal, tetapi juga di kalangan pejabat dan tokoh ternama. Beberapa tokoh yang kerap menikmati hidangan ini antara lain Sutiyoso, mantan Gubernur DKI Jakarta yang berasal dari Semarang. Selain itu, banyak pejabat seperti Gubernur dan Wali Kota Semarang sering memesan mi kopyok ini untuk berbagai acara resmi maupun syukuran.
Ekspansi ke Berbagai Kota
Seiring dengan semakin populernya Mi Kopyok Pak Dhuwur, usaha ini telah berkembang dengan membuka cabang di berbagai lokasi. Hingga saat ini, mereka memiliki beberapa cabang di Semarang, yakni di:
- Jalan Tanjung (cabang utama)
- Jalan Kyai Saleh
- Banyumanik
Tidak hanya di Semarang, Mi Kopyok Pak Dhuwur juga telah merambah ke Jakarta. Terdapat dua cabang di ibu kota, yaitu di depan Kantor Wali Kota Jakarta Timur dan Kawasan Pulau Gebang. Semua cabang dikelola langsung oleh keluarga Pak Dhuwur agar keaslian rasa tetap terjaga. Bahkan, bahan baku seperti mi, tahu, dan kerupuk masih dipasok langsung dari pusat produksi di Semarang.
Harga dan Jam Operasional
Mi Kopyok Pak Dhuwur dikenal tidak hanya karena rasanya yang lezat, tetapi juga karena harganya yang sangat terjangkau. Satu porsi dibanderol Rp 12.000, membuatnya menjadi pilihan makanan yang ramah di kantong.
Untuk Anda yang ingin mencicipi langsung, warung ini buka setiap hari mulai pukul 08.00 – 16.00 WIB. Lokasi cabang utama di Jalan Tanjung, tepatnya di belakang Gedung PLN Jalan Pemuda, sangat mudah dijangkau oleh wisatawan.
Bagi Anda yang berkunjung ke Semarang, Mi Kopyok Pak Dhuwur adalah kuliner yang wajib dicoba. Cita rasa gurih dengan paduan bumbu khas menjadikannya hidangan yang unik dan tak terlupakan. Dengan sejarah panjang dan kualitas rasa yang tetap terjaga, tak heran jika mi kopyok ini terus menjadi favorit di hati banyak orang, baik warga lokal maupun pendatang.
Jadi, jika Anda ingin mencicipi kelezatan mi kopyok yang autentik, pastikan untuk mampir ke Mi Kopyok Pak Dhuwur. Selamat menikmati kuliner khas Semarang!
