Subway, salah satu jaringan restoran cepat saji terbesar di dunia, kembali menghadirkan inovasi kuliner yang mengangkat cita rasa khas Nusantara. Kali ini, restoran yang identik dengan roti lapis ini meluncurkan menu baru bernama Beef Se’i Sambal Lu’at, yang terinspirasi dari makanan khas Nusa Tenggara Timur (NTT). Kehadiran menu ini sekaligus menjadi bagian dari perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-77.
Mengangkat Cita Rasa Lokal ke Kancah Internasional
Dalam beberapa tahun terakhir, tren kuliner global semakin mengarah pada eksplorasi rasa-rasa khas daerah. Subway, sebagai merek internasional, melihat potensi besar dalam menyajikan makanan khas Indonesia dalam bentuk yang lebih modern dan mudah dinikmati oleh berbagai kalangan.
Silvia Muryadi, selaku Head of Marketing Subway, menjelaskan bahwa peluncuran Beef Se’i Sambal Lu’at merupakan bagian dari upaya Subway untuk memperkenalkan kekayaan kuliner Indonesia melalui sajian roti lapis yang telah mendunia.
“Kami ingin menunjukkan bahwa makanan lokal Indonesia dapat dinikmati dengan cara yang berbeda, yaitu melalui roti lapis yang populer di negara-negara Barat,” ujar Silvia dalam siaran pers yang diterima Kompas.com pada Sabtu (6/8/2022).
Se’i sapi sendiri merupakan kuliner khas NTT yang cukup terkenal di Indonesia. Se’i dalam bahasa setempat berarti “asap”, yang menggambarkan teknik memasak daging ini. Daging sapi yang digunakan diiris tipis-tipis, lalu diasap perlahan dengan kayu khusus hingga menghasilkan aroma dan rasa yang khas.
Anthony Cottan, Presiden Direktur PT MAP Boga Adiperkasa Tbk, menambahkan bahwa menu baru ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan pengalaman kuliner yang unik, tetapi juga memperkenalkan keberagaman kuliner Indonesia ke tingkat internasional.
“Kami berharap dengan menghadirkan Beef Se’i Sambal Lu’at, Subway dapat ikut serta dalam melestarikan kekayaan kuliner Nusantara dan membawa makanan khas Indonesia ke panggung dunia,” ujar Anthony.
Se’i Sapi: Kuliner Tradisional yang Mendunia
Se’i sapi merupakan salah satu hidangan khas NTT yang telah mengalami perkembangan pesat dalam beberapa tahun terakhir. Awalnya, se’i lebih dikenal sebagai olahan daging babi yang diasap. Namun, seiring dengan meningkatnya permintaan, kini se’i sapi lebih populer dan dapat dinikmati oleh lebih banyak orang.
Teknik pengasapan pada se’i sapi memberikan rasa yang unik, berbeda dari daging bakar atau panggang pada umumnya. Selain memberikan cita rasa yang lebih mendalam, metode ini juga membuat daging lebih tahan lama tanpa perlu menggunakan bahan pengawet. Oleh karena itu, se’i sapi menjadi salah satu makanan yang digemari oleh masyarakat di berbagai daerah.
Proses pembuatan se’i sapi cukup memakan waktu. Sebelum diasap, daging akan melalui tahap marinasi dengan campuran rempah-rempah khas yang memberikan cita rasa asin, gurih, dan sedikit manis alami. Setelah itu, daging digantung di atas bara api kayu kosambi, kayu khas NTT yang memberikan aroma asap yang khas.
Subway mengadaptasi teknik pengolahan ini dalam menu barunya dengan menggabungkan se’i sapi dengan roti khas mereka serta sambal lu’at, yang juga merupakan bagian tak terpisahkan dari kuliner NTT.
Sambal Lu’at: Pendamping Khas Se’i Sapi
Selain se’i sapi, keunikan menu baru Subway ini juga terletak pada penggunaan sambal lu’at sebagai pelengkapnya. Sambal ini terbuat dari kombinasi cabai, daun jeruk, dan jeruk nipis, yang memberikan rasa pedas segar yang khas.
Sambal lu’at merupakan sambal tradisional yang banyak digunakan sebagai pendamping hidangan di NTT. Rasa pedasnya yang menyegarkan mampu menambah cita rasa daging asap yang sudah kaya akan aroma dan rasa. Kombinasi ini menghasilkan harmoni rasa yang unik dan menggugah selera.
Varian dan Ukuran Menu Beef Se’i Sambal Lu’at
Subway menghadirkan menu ini dalam dua ukuran khas mereka, yaitu:
- Foot-long (30 cm): Cocok untuk dinikmati bersama atau bagi mereka yang ingin menikmati porsi lebih besar.
- Regular (15 cm): Pilihan yang lebih praktis bagi yang ingin menikmati porsi lebih kecil.
Menu ini menggunakan roti khas Subway yang lembut, dengan isian se’i sapi yang telah diasap sempurna, disertai dengan sambal lu’at yang memberikan sensasi pedas dan segar. Pengunjung juga dapat menambahkan berbagai pilihan sayuran dan saus sesuai dengan selera masing-masing.
Respon dan Harapan terhadap Menu Baru
Peluncuran Beef Se’i Sambal Lu’at mendapat sambutan positif dari masyarakat Indonesia, terutama para pencinta kuliner yang menyukai eksplorasi rasa-rasa khas Nusantara. Banyak yang mengapresiasi upaya Subway dalam mengangkat kuliner tradisional ke dalam konsep makanan modern yang lebih mudah dinikmati oleh berbagai kalangan.
Subway juga berharap kehadiran menu ini dapat membuka peluang bagi eksplorasi kuliner khas Indonesia lainnya untuk dijadikan bagian dari menu internasional mereka di masa mendatang. Beberapa negara seperti India, Arab Saudi, dan Australia telah memiliki menu khas lokal mereka sendiri, seperti Paneer Tikka dan Corn & Peas di India, Halloumi di Arab Saudi, serta Schnitzel and Slaw di Australia.
“Kami berharap dengan adanya menu ini, masyarakat semakin mengenal dan mencintai kuliner khas Indonesia. Selain itu, kami ingin terus menghadirkan inovasi baru dengan menggabungkan elemen-elemen tradisional dalam konsep makanan modern,” tutup Anthony.
Peluncuran Beef Se’i Sambal Lu’at oleh Subway bukan hanya sekadar inovasi menu baru, tetapi juga langkah strategis dalam memperkenalkan kekayaan kuliner Indonesia ke kancah global. Dengan mengadaptasi se’i sapi dan sambal lu’at ke dalam bentuk roti lapis, Subway berhasil mengombinasikan cita rasa khas Nusantara dengan konsep makanan cepat saji yang lebih modern.
Diharapkan kehadiran menu ini dapat semakin memperkaya pilihan kuliner bagi masyarakat, serta membuka peluang bagi eksplorasi menu khas daerah lainnya untuk diangkat ke dalam ranah internasional. Bagi pencinta kuliner yang ingin mencicipi pengalaman baru dengan sentuhan khas NTT, Beef Se’i Sambal Lu’at dari Subway bisa menjadi pilihan yang menarik.
Dengan semakin berkembangnya tren makanan berbasis lokal, siapa tahu ke depan akan ada lebih banyak hidangan khas Indonesia yang masuk dalam daftar menu restoran cepat saji ternama di dunia?
