Menikmati Keunikan Sate Toe, Kuliner Khas Kalipucang Pangandaran
Pangandaran dikenal sebagai salah satu destinasi wisata pantai terbaik di Jawa Barat. Selain keindahan alamnya, daerah ini juga memiliki berbagai kuliner khas yang menggugah selera. Salah satu makanan unik yang wajib dicoba saat berkunjung ke Pangandaran adalah Sate Toe. Meskipun namanya mengandung kata “sate”, makanan ini berbeda dari sate pada umumnya karena berbahan dasar kerang air tawar yang dimasak dengan bumbu kuning khas sebelum ditusuk menggunakan lidi.
Sate Toe merupakan kuliner khas Kecamatan Kalipucang, yang berjarak sekitar 10 kilometer sebelum mencapai kawasan pantai Pangandaran. Hidangan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin mencicipi kelezatan makanan tradisional yang jarang ditemukan di tempat lain. Penjual Sate Toe banyak ditemui di sekitar Pasar Kalipucang, terutama di tikungan dekat minimarket setempat. Lebih dari 10 pedagang berkumpul di area ini untuk menawarkan dagangannya kepada para pengendara yang singgah.
Menurut Mimin (55), salah seorang pedagang Sate Toe yang sudah berjualan lebih dari 10 tahun, makanan ini sangat digemari wisatawan yang berkunjung ke Pangandaran. “Wisatawan banyak yang mampir karena ini kuliner khas Kalipucang. Rasa uniknya membuat mereka penasaran dan ketagihan,” ujar Mimin.
Keunikan dan Proses Pembuatan Sate Toe
Meskipun namanya sate, proses pembuatan Sate Toe berbeda dari sate pada umumnya yang dibakar di atas arang. Sate Toe dimasak dengan bumbu kuning khas yang kaya akan rempah sebelum ditusuk dan disajikan. Daging kerang yang digunakan terasa empuk, tidak amis, dan memiliki cita rasa gurih dengan sentuhan pedas yang menggugah selera.
Mimin menjelaskan bahwa meskipun dikenal sebagai Sate Toe, sebenarnya bahan yang digunakan bukanlah kerang toe atau kijing, melainkan totok, sejenis kerang air tawar yang lebih kecil. “Sebenarnya ini totok, bukan toe. Bentuknya memang mirip, tapi ukurannya lebih kecil dan dagingnya lebih empuk serta tidak amis,” jelasnya.
Totok diperoleh dari sawah atau rawa-rawa di sekitar Pangandaran. Dahulu, para pedagang seperti Mimin harus mencari sendiri totok di alam, tetapi kini sudah ada pemasok yang menjualnya dengan harga sekitar Rp 30.000 per kilogram, sedangkan toe lebih murah dengan harga sekitar Rp 15.000 per kilogram. Dari satu kilogram totok, bisa dihasilkan sekitar 50 tusuk Sate Toe, yang masing-masing dijual dengan harga Rp 1.000 per tusuk.
Proses pembuatan Sate Toe cukup panjang. Totok yang baru diperoleh harus dibersihkan terlebih dahulu untuk menghilangkan lumpur dan kotoran. Setelah itu, kerang direbus hingga matang, kemudian dipisahkan dari cangkangnya. Setelah dagingnya bersih, totok dimasak kembali dengan bumbu kuning khas yang terdiri dari bawang putih, bawang merah, kunyit, jahe, kemiri, lengkuas, serta sedikit cabai untuk memberikan rasa pedas yang nikmat. Setelah matang, totok ditusuk menggunakan lidi dan siap disajikan.
Pelengkap Sate Toe: Lontong dan Peyek Udang Khas Pangandaran
Sate Toe biasanya disantap bersama lontong atau leupeut, serta peyek udang sebagai pelengkapnya. Lontong yang dijual oleh para pedagang Sate Toe di Kalipucang berbeda dari lontong biasa karena tidak mengandung bahan pengawet, sehingga teksturnya lebih lembut dan rasanya lebih alami.
“Lontongnya nggak pakai pijer atau formalin, jadi lebih enak dan sehat. Tapi karena tanpa pengawet, lontong ini tidak bisa bertahan lama dan hanya tahan sehari. Makanya saya buat dalam jumlah terbatas setiap harinya,” kata Mimin.
Selain lontong, peyek udang juga menjadi camilan favorit yang sering dibeli bersamaan dengan Sate Toe. Keistimewaan peyek udang yang dijual di Kalipucang adalah penggunaan tepung beras murni tanpa campuran terigu, sehingga menghasilkan tekstur yang lebih renyah dan rasa yang lebih gurih.
Popularitas Sate Toe di Kalangan Wisatawan
Bagi wisatawan yang sering mengunjungi Pangandaran, Sate Toe sudah menjadi menu wajib yang selalu dicari. Salah satunya adalah Dadang Holis, seorang wisatawan asal Tasikmalaya yang mengaku selalu mampir membeli Sate Toe setiap kali berkunjung ke Pangandaran.
“Sate Toe ini cocok banget buat sarapan sebelum menikmati wisata di Pangandaran. Dua lontong plus tiga tusuk Sate Toe cukup untuk mengganjal perut. Harganya pun murah, hanya Rp 5.000 untuk porsi itu,” kata Dadang.
Dadang bahkan memiliki pengalaman unik terkait Sate Toe ini. “Waktu istri saya mengandung anak kedua, dia ngidam Sate Toe. Akhirnya saya rela jauh-jauh dari Tasikmalaya hanya untuk beli Sate Toe ini,” kenangnya sambil tertawa.
Tantangan dan Harapan bagi Pedagang Sate Toe
Meskipun Sate Toe memiliki banyak penggemar, para pedagang menghadapi berbagai tantangan dalam menjalankan usaha mereka. Salah satunya adalah ketersediaan bahan baku yang semakin sulit didapatkan. “Dulu saya bisa mencari totok sendiri di rawa-rawa, sekarang harus beli karena sudah susah ditemukan. Harganya juga makin mahal,” ungkap Mimin.
Selain itu, keuntungan yang didapat dari berjualan Sate Toe tidak terlalu besar. “Untungnya nggak banyak, modal totoknya Rp 30.000, kalau laku semua jadi Rp 50.000. Selisihnya Rp 20.000 itu belum termasuk bumbu dan gas. Tapi saya tetap bertahan karena ini sudah menjadi mata pencaharian saya,” kata Mimin.
Namun, para pedagang tetap optimis dan berharap kuliner khas ini semakin dikenal luas. Mimin dan pedagang lainnya juga berharap adanya dukungan dari pemerintah daerah agar Sate Toe bisa menjadi ikon kuliner resmi Pangandaran yang lebih dipromosikan dalam berbagai event wisata.
Sate Toe, Kuliner Tradisional yang Perlu Dilestarikan
Sebagai bagian dari kekayaan kuliner Nusantara, Sate Toe memiliki keunikan tersendiri yang patut dilestarikan. Makanan berbahan dasar kerang air tawar ini bukan hanya menggugah selera, tetapi juga memiliki nilai budaya dan sejarah yang melekat dengan kehidupan masyarakat Kalipucang.
Bagi wisatawan yang berkunjung ke Pangandaran, mencicipi Sate Toe adalah pengalaman kuliner yang tak boleh dilewatkan. Selain menikmati kelezatannya, membeli Sate Toe juga berarti turut serta dalam mendukung usaha kecil dan melestarikan warisan kuliner lokal. Jadi, jika Anda berencana mengunjungi Pangandaran, jangan lupa singgah di Kalipucang untuk menikmati Sate Toe yang legendaris ini!
