Bandung, kota yang kerap dijuluki sebagai surga kuliner, tak henti-hentinya melahirkan inovasi makanan yang menarik perhatian para pecinta makanan. Salah satu inovasi kuliner terbaru dan cukup menggemparkan para foodies adalah hadirnya batagor yang disajikan dengan kuah kental ala mie kocok, serta variasi lainnya yang unik, yakni bacagor—singkatan dari batagor cakwe goreng. Inovasi ini bisa ditemukan di Batagor Kuah & Mie Kocok Sinar Kencana, sebuah rumah makan yang terletak di kawasan Buahbatu, Bandung.
Batagor, singkatan dari bakso tahu goreng, merupakan sajian legendaris dari Kota Bandung yang sudah melegenda sejak dekade 1970-an. Biasanya, batagor disajikan dengan bumbu kacang yang gurih, ditambah kecap manis dan sedikit perasan jeruk limau. Versinya pun beragam, dari yang digoreng kering, dibakar, hingga yang diberi siraman kuah. Namun, sajian batagor kuah yang satu ini berbeda dari biasanya karena menggabungkan cita rasa khas dari mie kocok, sebuah makanan berbasis mie dengan kuah kaldu sapi yang kaya rasa.
Perpaduan Tak Biasa: Batagor Kuah Mie Kocok
Di Batagor Sinar Kencana, sajian batagor kuah mie kocok menjadi primadona. Kuahnya pekat, gurih, dan kaya rempah, berbeda dengan kuah batagor kebanyakan yang cenderung ringan. Kuah ini mengadopsi gaya kuah mie kocok yang umumnya terbuat dari kaldu kaki sapi, kemudian diperkaya dengan bumbu rahasia khas rumah makan tersebut. Hasilnya adalah kuah yang tidak hanya lezat tapi juga memberikan sensasi ‘menghangatkan’ dan cocok disantap di segala cuaca, terutama saat hujan mengguyur Bandung.
Penyajiannya pun terbilang lengkap. Seporsi batagor kuah mie kocok di sini terdiri dari batagor dengan ukuran lebih besar dari biasanya, potongan tahu yang lebih tipis agar adonan batagornya lebih dominan, tambahan bakso urat, mie instan—baik versi kuah maupun goreng—dan yang paling menggoda, telur puyuh serta udang sebagai bagian dari isian batagor. Tekstur luar dari batagor tetap garing meski disiram kuah panas, sementara bagian dalamnya lembut dan kenyal.
Menurut Rian, pengelola Batagor Sinar Kencana, konsep ini lahir dari keinginan untuk memberikan sentuhan baru terhadap makanan legendaris Bandung tanpa menghilangkan identitasnya. “Kita tetap ingin orang mengenali ini sebagai batagor, tapi dengan pengalaman makan yang lebih lengkap dan berlapis rasa,” ungkapnya.
Interior Jadul, Suasana Nostalgia
Saat pertama kali masuk ke area rumah makan, pengunjung akan disambut dengan suasana yang menyerupai kedai batagor tempo dulu. Pemilihan warna-warna lembut dan hangat, penempatan font jadul pada logo, hingga pemakaian perabotan kayu klasik, semuanya menyiratkan suasana nostalgic yang sengaja diciptakan agar pengunjung merasa seperti sedang menikmati kuliner khas Bandung dari era 80 atau 90-an.
Meski suasananya terlihat ‘tua’, rumah makan ini sejatinya baru berdiri pada penghujung tahun 2024. “Kita ingin tempat ini bisa diterima semua kalangan, dari anak muda sampai yang sudah berumur. Jadi kami buat atmosfernya hangat dan familiar,” tutur Rian. Strategi ini terbukti berhasil karena sejak awal pembukaan, tempat ini sudah ramai diserbu pecinta kuliner dari dalam dan luar Bandung.
Alternatif Menarik: Batagor Kering hingga Mie Goreng
Bagi mereka yang tak begitu menyukai makanan berkuah, tempat ini juga menyediakan batagor kering dengan bumbu kacang. Yang membuat batagor kering di sini berbeda adalah bumbu kacangnya yang lebih halus dan creamy, tidak terlalu kasar atau berbintil seperti pada batagor konvensional. Rasa kacangnya tetap dominan, namun teksturnya yang lembut membuat bumbu ini lebih mudah menyatu dengan batagor saat disantap.
Tak hanya itu, pengunjung juga bisa memadukan batagor dengan mie instan goreng sebagai variasi rasa dan tekstur. Konsep ini terinspirasi dari mie yamin khas Bandung, yang menyajikan mie dan kuah secara terpisah. Sentuhan ini membuat pengalaman makan batagor menjadi semakin fleksibel dan personal sesuai selera masing-masing pengunjung.
Menu Andalan yang Tak Kalah Unik: Bacagor alias Batagor Cakwe Goreng
Selain batagor kuah mie kocok, menu yang paling menyita perhatian adalah bacagor—inovasi dari batagor yang tidak lagi menggunakan tahu sebagai penampung adonan ikan, melainkan cakwe goreng. Cakwe yang biasanya menjadi cemilan ringan ini, berubah peran menjadi bahan utama dalam sajian bacagor yang eksentrik namun menggoda selera.
Cakwe yang digunakan dipotong memanjang, kemudian bagian dalamnya diisi dengan adonan batagor yang dibuat dari campuran ikan tenggiri dan udang. Proses penggorengannya pun khusus agar tekstur luar tetap garing, sementara bagian dalam cakwe tetap lembut dan tidak terlalu kering. Hasilnya adalah kombinasi unik antara tekstur renyah di luar dan kenyal empuk di dalam.
Penyajiannya pun tak kalah menarik. Bacagor disajikan di atas talenan kayu beralas daun pisang, lengkap dengan saus khusus yang tidak ditemukan pada hidangan cakwe biasanya. Rasanya cukup kompleks—gurih, sedikit manis, dan ada sentuhan pedas yang ringan. Kombinasi ini menjadikan bacagor sebagai menu yang tidak hanya inovatif tetapi juga punya potensi menjadi tren baru dalam dunia jajanan khas Bandung.
Proses Kreatif di Balik Bacagor
Inovasi bacagor ternyata tidak muncul secara instan. Rian menceritakan bahwa ide ini pertama kali tercetus secara tidak sengaja saat menyantap cakwe dalam sebuah rapat internal. “Waktu itu pas rapat, snack-nya cakwe. Terus saya lihat-lihat, iseng mikir kalau isiannya diganti pakai adonan batagor kayaknya lucu juga. Dari sana kita mulai eksperimen,” jelasnya.
Eksperimen ini memakan waktu beberapa bulan karena mencari formula yang tepat agar cakwe bisa tetap garing namun tidak hancur saat digoreng bersama adonan batagor. Selain itu, penciptaan saus khusus juga memerlukan proses trial and error agar bisa menciptakan rasa yang menonjol namun tetap harmonis dengan cakwe dan batagor.
Rumah Kudapan Khas Bandung
Tak hanya fokus pada batagor dan bacagor, Batagor Sinar Kencana juga berusaha menghadirkan suasana lengkap rumah makan khas Bandung melalui kudapan pelengkap yang familiar. Di antaranya ada otak-otak goreng, kue ape yang manis dan empuk, cireng renyah dengan sambal rujak, hingga minuman seperti bajigur dan es buah segar. Kombinasi ini membuat rumah makan ini bukan hanya tempat untuk makan siang, tetapi juga menjadi lokasi yang cocok untuk bersantai sore sambil menikmati cemilan.
Menu-menu pelengkap ini disiapkan agar rumah makan ini dapat menjadi destinasi yang mewakili keanekaragaman kuliner khas Kota Kembang, dari yang gurih hingga yang manis. Bahkan, beberapa pelanggan kerap datang hanya untuk mencicipi bajigur hangat atau es buahnya saja.
Strategi Jitu: Oleh-Oleh dalam Kemasan Besek
Salah satu rencana pengembangan yang sedang disiapkan oleh Batagor Sinar Kencana adalah menyediakan batagor dalam bentuk oleh-oleh, menggunakan kemasan besek bambu khas Sunda. Inisiatif ini datang dari permintaan pelanggan yang ingin membawa pulang batagor untuk keluarga atau teman, terutama wisatawan dari luar kota.
“Jadi nanti batagornya akan kami kemas dalam besek, bisa tahan beberapa jam untuk perjalanan. Kita juga lagi riset agar bisa tahan lebih lama dengan sistem pengemasan vakum tanpa bahan pengawet,” ungkap Rian.
Langkah ini sejalan dengan meningkatnya tren kuliner sebagai oleh-oleh khas daerah. Jika berhasil, Sinar Kencana bisa menjadi pelopor batagor oleh-oleh Bandung dengan gaya modern namun tetap menjaga cita rasa otentik.
Ramainya Respons dan Potensi Menjadi Ikon Baru
Meskipun baru berdiri di akhir tahun 2024, respons masyarakat terhadap Batagor Kuah & Mie Kocok Sinar Kencana sangat positif. Pada masa libur panjang seperti Isra Mi’raj dan Tahun Baru Imlek, tempat ini bahkan mencatat antrean yang cukup panjang hingga harus membuka sistem waiting list.
Hal ini menunjukkan bahwa kombinasi antara inovasi rasa, konsep tempat yang nyaman, dan semangat mempertahankan budaya kuliner lokal merupakan formula sukses yang mampu menciptakan tren baru di tengah gempuran makanan instan dan kuliner global.
