(876Unimmafm) Magelang — Bank Jateng Borobudur Marathon (BJBM) 2025 resmi menegaskan posisinya sebagai salah satu ajang lari paling bergengsi di Indonesia dan Asia. Tahun ini, event kolaborasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Bank Jateng, Harian Kompas, dan Yayasan Borobudur Marathon tersebut meraih predikat Elite Label dari World Athletics. Sebanyak 11.500 pelari dari 38 negara telah terdaftar, menjadi jumlah peserta tertinggi sepanjang penyelenggaraan. Konferensi pers digelar di Grand Artos Hotel Magelang, Sabtu (15/11), sekaligus menandai langkah menuju satu dekade BJBM yang terus memperkuat kelas, kualitas, dan dampaknya bagi Jawa Tengah serta Indonesia.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menegaskan bahwa BJBM bukan sekadar kompetisi olahraga, melainkan gelar budaya yang menampilkan keramahan masyarakat dan kebanggaan daerah. “Borobudur Marathon bukan sekadar lomba lari, tetapi gelar budaya. Ini ruang tampilnya keramahan masyarakat, kebanggaan daerah, dan energi positif yang menggerakkan Jawa Tengah,” ujarnya pada konferensi pers, Sabtu (16/11). Ia menambahkan bahwa sembilan tahun perjalanan BJBM telah menjadikannya gerakan kebersamaan yang menginspirasi dan mengangkat nama Magelang di mata dunia.
Lebih jauh, Sumarno menyoroti rute baru BJBM 2025 yang dinilai tidak hanya memberikan pengalaman berlari yang lebih luas dan fotogenik, tetapi juga membuka titik-titik ekonomi baru di wilayah Magelang. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan terus memberikan dukungan terbaik karena BJBM telah menjadi event kebanggaan daerah dengan dampak nyata bagi masyarakat, pariwisata, dan ekonomi.
Ketua Yayasan Borobudur Marathon, Liem Chie Ahn, menjelaskan bahwa rute baru yang disiapkan tahun ini menyajikan pemandangan sawah, perkampungan tradisional, hingga titik pandang yang menampilkan kemegahan Candi Borobudur. Menurutnya, sambutan hangat warga Magelang adalah faktor penting yang menjadikan BJBM istimewa dan membuatnya tumbuh menjadi gerakan kebersamaan menuju kejayaan. Race Director Andreas Kansil menambahkan bahwa “tanjakan cinta” yang sebelumnya berada di kilometer 35 kini bergeser ke kilometer 17, sementara panorama alam yang indah dapat ditemui di kilometer 31 dan 32.
Pemimpin Redaksi Harian Kompas, Haryo Damardono, mengungkapkan bahwa tema “Stride to Glory” dipilih sebagai ajakan untuk merayakan perjalanan menuju satu dekade BJBM. Kompas akan mendokumentasikan keseluruhan rangkaian kegiatan melalui berbagai kanal, termasuk Kompas TV dan YouTube Harian Kompas.
Di sisi lain, Direktur Utama Bank Jateng, Irianto Harko Saputro, menekankan bahwa BJBM juga menjadi momentum untuk memperkuat ekonomi lokal. Tahun ini, 20 UMKM Bank Jateng Pawone serta 40 UMKM Jateng Berdikari akan mengisi Pasar Harmoni, menghadirkan kuliner, kriya, dan fesyen unggulan dari tujuh wilayah Jawa Tengah.
Delegasi Teknis World Athletics, Abuludin Mohamed, turut mengapresiasi pencapaian Elite Label yang menunjukkan keseriusan penyelenggara dalam memenuhi standar maraton dunia. Sementara itu, Race Director Andreas Kansil dan Medical Director dr. Wawan Budisusilo, Sp.K.O, memastikan kesiapan penuh dari sisi teknis maupun medis. Antusiasme juga mengalir dari pelari elite internasional serta peserta muda melalui Bank Jateng Young Talent 10K 2025.
Dengan berbagai pencapaian tersebut, BJBM 2025 tidak hanya menegaskan diri sebagai ajang lari kelas dunia, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi lokal, promosi budaya, dan kebanggaan Jawa Tengah. Melalui semangat Stride to Glory, seluruh pihak berkomitmen melangkah bersama menuju satu dekade kejayaan Borobudur Marathon.
