Hubungi Kami

IKF 2025 Menyulap Mahakarya Borobudur Semakin Elegan dan Menawan

(876Unimmafm) Magelang, Jawa Tengah – 16 Desember 2025 — Perhelatan Indonesia Keroncong Festival (IKF) 2025 di Area Lumbini Park, kawasan Candi Borobudur, berlangsung meriah dalam balutan cuaca cerah dan suasana penuh kekhidmatan. Sejak dibuka pukul 14.00 WIB, masyarakat dan wisatawan mulai memadati area acara, hingga menjelang senja kawasan Borobudur tampak semakin memesona sebagai latar visual artistik pagelaran budaya nasional ini.

Penggunaan Candi Borobudur sebagai latar belakang utama dinilai mampu menghadirkan nuansa historis, artistik, dan estetik yang kuat. Perpaduan alunan musik keroncong dengan instrumen gamelan menciptakan suasana indah dan merdu, sekaligus memberikan pengalaman budaya yang nyaman dan berkesan bagi penonton.

Sejak siang hingga sore hari, IKF 2025 menyajikan beragam pertunjukan budaya, di antaranya tarian dari Sanggar Bangun Budaya, sajian musik Sono Seni Ansambel, penampilan Orkes Keroncong Side of X, serta Kos Atos. Memasuki malam hari, acara dibuka secara simbolis melalui penampilan kolosal Sendratari Pramudyawardhani, dilanjutkan dengan pengumandangan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang menambah suasana khidmat.

IKF 2025 turut dihadiri jajaran pemerintah daerah hingga pusat. Sambutan disampaikan oleh Ketua Panitia IKF 2025, H. Didik Haryadi, S.T., S.H., M.H., dilanjutkan Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, serta perwakilan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia sekaligus Direktur Utama Badan Otorita Borobudur, Agustin Peranginangin. Pembukaan resmi ditandai dengan permainan instrumen keroncong seperti cak, cuk, bas betot, dan selo oleh para pejabat bersama musisi.

Pemerintah Kabupaten Magelang kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pelestarian budaya lokal dan pengembangan potensi daerah agar semakin unggul dan berdaya saing. Melalui event seperti IKF, Pemda mendorong budaya menjadi kekuatan ekowisata yang berkelanjutan, mampu menggerakkan ekonomi kreatif, membuka lapangan kerja, serta memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat sekitar Borobudur.

Malam puncak IKF 2025 dimeriahkan oleh penampilan spesial Indra Utami Tamsir yang berduet bersama Ketua Panitia Didik Haryadi, membawakan lagu Kr. Citra Pahlawan, Kembang Impen, dan Lgm. Di Bawah Sinar Bulan. Disusul Mus Mujiono dengan lagu Lgm. Kota Solo, Tanda-Tanda, dan Arti Kehidupan. Dalam kesannya, Mus Mujiono berharap IKF terus berkembang dan mampu mengangkat nama Indonesia hingga ke kancah internasional.

Penampilan selanjutnya diisi Nur Handayani yang berkolaborasi dengan musisi etnik membawakan Ulan Andung Andung dan Paris Barantai. Kolaborasi lintas generasi dan etnik juga ditampilkan oleh Didik SSS bersama Calista melalui Medley Cinta, Kr. Dewi Murni, dan Medley Nusantara.

Tak hanya musisi keroncong, IKF 2025 juga menghadirkan artis ibu kota Citra Scholastika dengan lagu Tilik Jogja, Cintaku, dan Alusi Au, serta penampilan memukau Etnik Nusantara. Sebagai penutup, Kunto Aji membawakan Rehat, Terlalu Lama Sendiri, dan Angin Mamiri.

IKF 2025 ditutup dengan lantunan Rayuan Pulau Kelapa yang dinyanyikan bersama seluruh penampil, homeband, dan musisi etnik. Suasana meriah namun menghanyutkan menjadi penanda suksesnya IKF 2025 sebagai perayaan budaya yang tidak hanya melestarikan warisan musik Nusantara, tetapi juga memperkuat posisi Borobudur dan Kabupaten Magelang sebagai destinasi ekowisata budaya kelas dunia yang menyejahterakan masyarakat.

Rinta

Leave a Reply

  • https://ssg.streamingmurah.com:8048
  • Copyright ©2025 by PT. Radio Unimma. All Rights Reserved
  • http://45.64.97.82:8048
  • Copyright ©2025 by unimmafm. All Rights Reserved
  • http://45.64.97.82:8048/stream
  • Copyright ©2025 by unimmafm All Rights Reserved