(76Unimmafm) Magelang – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Magelang (FEB Unimma) menerima piagam penghargaan Inklusi Perpajakan dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jawa Tengah II di serahkan langsung oleh Waruno Suryohadi perwakilan Kanwil Pajak Jateng 2 kepada Dr Rochoyati Murniningsih dosen kewirausahaan inisiator komponen perpajakan yang di inklusikan ke mata kuliahnya, di Gedung Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Unimma Jum- at (29/01).
Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas komitmen Unimma, khususnya FEB, dalam mengintegrasikan edukasi perpajakan ke dalam kurikulum dan aktivitas akademik.
Dekan FEB Unimma menyampaikan bahwa penghargaan tersebut menjadi penguat semangat fakultas dalam menggiatkan inklusi perpajakan sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran berbangsa dan bernegara di kalangan mahasiswa. Ia menegaskan bahwa dukungan dari Direktorat Jenderal Pajak, khususnya KPP Pratama, serta Lembaga Pengembangan dan Pelatihan (LPP), sangat penting dalam membekali mahasiswa dengan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
“Pembekalan tersebut tidak hanya mendukung proses pembelajaran di kelas, tetapi juga memperkuat implementasi kebijakan Kampus Berdampak, seperti kegiatan magang dan program sertifikasi kompetensi yang dibutuhkan mahasiswa,” ujarnya.
Lebih lanjut, FEB Unimma berharap kolaborasi dengan KPP Pratama dapat terus berlanjut dan tercatat secara berkesinambungan dalam berbagai program implementatif, sehingga mampu memberikan kontribusi dan manfaat timbal balik bagi institusi pendidikan maupun otoritas perpajakan. Sinergi ini juga diharapkan dapat menumbuhkan saling pengertian dan memperkuat kepercayaan antara dunia akademik dan pemangku kebijakan.
Penerima penghargaan Dr Rochoyati Murni Ningsih menyatakan, Penerapan inklusi perpajakan di FEB Unimma telah dilakukan sejak tahun akademik 2004–2005, salah satunya melalui mata kuliah Kewirausahaan di Program Studi Akuntansi. Dalam mata kuliah tersebut, dimensi inklusi pajak dimasukkan ke dalam silabus sebagai bagian dari pembentukan nilai dan pemahaman mahasiswa terhadap peran pajak dalam pembangunan nasional.
Pendekatan ini tidak hanya menekankan aspek teknis, tetapi juga mendorong diskursus kritis mengenai posisi wirausaha, tantangan pembangunan Indonesia, serta tanggung jawab perpajakan sebagai warga negara, lanjutnya.
Masih menurut dosen Kewirausahaan ini yang juga ketua Pusat Studi UMKM dan Entrepreneurship ( SMART Center) yang melibatksn 250 UMKM, mengatakan “ selain di ruang kelas, inklusi perpajakan di FEB Unimma juga diperkuat melalui kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Melalui berbagai kolaborasi, mahasiswa dan dosen terlibat langsung dalam pendampingan UMKM dengan berbagai kegiatan invitasi pusat studi yang di laksanakan kolaboratif dengan industri / pihak luar, termasuk edukasi terkait kewajiban perpajakan sebagai upaya meningkatkan literasi dan kepatuhan pajak di tingkat akar rumput”.
Dalam kesempatan tersebut, Dekan FEB Unimma juga memperkenalkan tim yang terlibat aktif dalam penguatan inklusi perpajakan, di antaranya Yulinda selaku Kepala Tax Center sekaligus dosen FEB Unimma, didampingi oleh Sekretaris Tech Center, serta jajaran dosen lintas program studi yang berperan dalam pengembangan kurikulum dan kegiatan kolaboratif.
Capaian ini menegaskan peran FEB Unimma dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus mendukung upaya nasional dalam meningkatkan literasi dan kesadaran perpajakan secara inklusif dan berkelanjutan.
