(876Unimmafm) Magelang, Memecahkan rekornya sendiri pada PON XX Papua dengan waktu 2 jam 33 menit, Agus Prayogo juarai Men”s Elite di Borobudur Marathon 2021 dengan catatan waktu 2 jam 32 menit 21 detik yang digelar di Taman Lumbini Candi Borobudur Sabtu (28/11).
Di Borobudur Marathon tahun ini Agus untuk pertama kalinya turun di kelas full Marathon, setelah sebelumnya dengan mendali emas di half marathon tahun sebelumnya di ajang yang sama.
Ia belum mampu memecahkan personal best (PB) yang dia miliki, yakni 2 jam 21 menit.
Dan belum bisa memecahkan rekor nasional marathon putra yang dimiliki mendiang Eduardus Nabunome dengan catatan 2 jam 19 menit 18 detik.
Kemenangan Agus Prayogo disusul Muhammad Ady Saputro dengan catatan waktu (2.35.30), dan di urutan ketiga Iqbal Saputro (902.38.30).
Pada saat konferensi pers Agus mengatakan,
” Tadi saya pikir matahari akan terik, makanya saya siapkan kaca mata, ternyata malahan diguyur hujan, sekalipun race menjadi agak licin tapi bukan menjadi kendala, justru karena hujan cuaca menjadi lebih sejuk dan saya pun bisa meningkatkan kecepatan lari saya”.
Tantangan tersendiri bagi atlet karena racenya looping 12 kali mengitari taman Lumbini, sehingga diperlukan strategi agar tidak bosan, Imbuhnya.
Sementara di women’s Elite Borobudur Marathon 2021, Odekta Naibaho berhasil dijuarainya, dengan mencatatkan waktu 03:02:48 disusul Pretty Sihite 03:18:59 diposisi 2 dan ke 3 ditempati Irma Handayani 03:19:13.
Ketika disinggung tentang tantangan race, Odekta mengakui rutenya lumayan menantang, banyak tikungan looping ini akan jenuh nie, jadi strateginya banyak menguasai diri”.
Apresiasi dan ucapan trimaksih disampaikan Odekta kepada penyelenggara Borobudur Marathon karena di tengah pandemi masih tetap berlangsung.
Sama dengan Agus, Odekta juga baru pertama kali mengikuti elite race di Borobudur Marathon ini, dengan sistem looping di Taman Lumbini. Tambahnya.
Disinggung tentang Sport tourism menjadi agenda besar Indonesia,
untuk tahun-tahun ke depan dengan Pelaksanaan Borobudur Marathon yang nantinya diharapkan menjadi panutan bagi daerah lain untuk bisa melaksanakan event sejenis.
Menurut Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo hal tersebut karena aspek-aspek penting penyelenggaraannya bersama orang-orang yang profesional.
” Kami bertemu dengan panitia kompas dan ngobrol sampe datail sekali ” kata Ganjar
Setiap kali event selalu dipersiapkan dengan matang sehingga selalu terukur dan kita mintakan untuk dipersiapkan lebih baik lagi ditahun berikutnya agar event ini semakin bergensi, tambah Ganjar.
