Balan Wonderworld adalah sebuah platformer tiga dimensi dari Square Enix yang menawarkan berbagai kostum yang memberikan kekuatan khusus bagi pemain. Di atas kertas, konsep ini terdengar menarik, tetapi dalam praktiknya, game ini justru menjadi salah satu kandidat kuat untuk “Game Terburuk 2021.” Dari gameplay yang terlalu sederhana, kontrol yang sulit, hingga tujuan yang membingungkan, Balan Wonderworld tampaknya tidak tahu arah permainan yang ingin disajikan dan kehilangan potensi untuk membangun cerita aneh yang penuh keunikan.
Plot yang Minim dan Karakter yang Kurang Menarik
Permainan dimulai dengan pilihan delapan karakter yang hampir tidak memiliki perbedaan berarti. Setelah masuk ke dalam teater misterius, pemain bertemu dengan karakter bernama Balan, yang segera melibatkan pemain dalam misi menemukan “hati” mereka atau melakukan hal-hal tidak jelas lainnya. Meski ditemani oleh makhluk kecil bernama “Tims,” cerita di game ini semakin absurd dan tidak memiliki arah yang jelas.
Mekanika Permainan yang Membingungkan
Salah satu hal pertama yang akan disadari pemain adalah bahwa hampir semua tombol berfungsi sebagai “Tombol Melompat.” Karakter pemain tidak bisa melakukan banyak hal selain melompat, hingga akhirnya diperkenalkan pada mekanik utama game ini: kostum. Balan Wonderworld membanggakan lebih dari 80 kostum yang dapat digunakan untuk tugas-tugas tertentu, tetapi kostum-kostum tersebut dirancang dengan buruk dan fungsinya sangat menjengkelkan.
Misalnya, untuk melakukan “ground pound” (menghentakkan tanah), pemain harus memakai kostum khusus bernama “Pounding Pig.” Di sini, seharusnya kemampuan dasar seperti ini bisa langsung tersedia untuk karakter, tanpa harus bergantung pada kostum khusus untuk melakukannya. Selain itu, kostum yang diperkenalkan sering kali memiliki fungsi yang terlalu mirip satu sama lain, sehingga rasanya tidak perlu untuk memisahkan kemampuan tersebut menjadi banyak kostum yang berbeda.
Mini-Game yang Tidak Menarik dan Membingungkan
Balan Wonderworld juga menyajikan mini-game di beberapa level tertentu, namun hampir semuanya hanya menambah rasa frustrasi. Salah satu mini-game mengharuskan pemain menekan tombol “X” saat bayangan karakter Balan sejajar dengan tubuhnya dalam pertempuran kosmis. Mini-game ini, meski terasa konyol, tidak memiliki elemen kesenangan yang membuatnya layak dimainkan.
Visual yang Membingungkan dan Mengganggu
Balan Wonderworld juga terasa aneh dan membingungkan dalam hal visual. Salah satu bab pembuka yang diberi judul “The Man Who Raged Against The Storm” memperlihatkan pemain berusaha membebaskan seorang petani dari pengaruh jahat. Pemain akan dikelilingi oleh karakter petani, beberapa di antaranya sebesar gedung pencakar langit, sementara dunia di sekitar pemain bergoyang dan bergerak dengan cara yang memicu rasa mual. Tak hanya itu, beberapa karakter bahkan menghilang ketika pemain sedikit menjauh, meninggalkan kesan bahwa hal tersebut mungkin adalah kesalahan atau bug dalam game.
Gameplay dan Desain yang Ketinggalan Zaman
Balan Wonderworld terasa seperti game platformer era PlayStation 1 yang diberikan tampilan generasi baru. Gameplay-nya bertolak belakang dengan apa yang diajarkan oleh game modern, dan bukan terasa sebagai terobosan, game ini justru tampak malas dan terlalu sederhana. Secara keseluruhan, Balan Wonderworld adalah contoh dari bagaimana sebuah video game bisa salah arah sepenuhnya, kehilangan semua sasaran yang ingin dicapai.
