(876Unimmafm) Magelang – Plataran Borobudur menghelat acara Plataran Extravaganza 2024.
Sebuah acara yang menyatukan musik, seni, dan olahraga serta karya UMKM yang lokal dan menglobal.
Acara ini diperuntukkan bagi para pelari Bank Jateng Borobudur Marathon (BJBM) dari berbagai penjuru Nusantara dan belahan dunia.
Founder & CEO Plataran Indonesia Yozua Makes mengatakan, para atlet juga mendapatkan program carbo loading untuk meningkatkan performa atlet selama mengikuti kompetisi.
“Sebelum lari, mereka diberi (makanan) tinggi karbohidrat,” kata Yozua, di Plataran Shailendra Borobudur, Sabtu (30/11/2024) malam.
Di sela acara tersebut, para pelari juga dimanjakan dengan suguhan festival musik, kompetisi band lokal
, atraksi budaya, festival kuliner dan UMKM, DJ maraton, Borobudur Marathon Fun Run 5K, pesta kembang api, dan kompetisi mixologist.
Mixology adalah ilmu yang mendalami tentang peracikan minuman, cocktail, mocktail dan berbagai jenis minuman lainnya.
Kompetisi mixologist tersebut manantang para peracik minuman atau mixologist untuk membuat minuman yang tak hanya menyegarkan dan bercita rasa khas.
Seni mencampurkan minuman bagi mixologist sangat penting, bagaimana bahan-bahannya, keterkaitannya dengan sejarah, budaya bahkan seni terkait pencampuran minuman tersebut.
Agar memiliki tampilan yang menggoda, seperti mocktail.
Pesertanya berasal dari beberapa bar di Semarang, Surabaya, dan Jogjakarta.
“Di babak pertama, 14 peserta membuat minuman unggulan secara bergiliran, dan 4 besar finalis membuat minuman dengan bahan yang dipilih secara acak oleh juri,” imbuhnya menjelaskan tahapan kompetisi.
Keseruan dari kompetisi tersebut juga semakin lenkap, ketika para disc jockey (DJ) tampil di sepanjang acara dengan Lagu-lagu rmusik disko yang hits di era 90-an menemani pengunjung yang sedang menikmati suasana di area Enam Langit.
Yozua menambahkan, BJBM juga mampu mendongkrak okupansi hotelnya yang mencapai 100 persen.
Bahkan ada yang menginap lebih dari semalam.
Karena itu, Plataran Extravaganza 2024 ini juga berkolaborasi dengan BNI untuk memberikan ruang bagi para pelaku UMKM dan seni-budaya lokal agar makin dikenal luas oleh tamu-tamu domestik maupun mancanegara.
Senada dengan Yozua, SEVP Wealth Management BNI Steven Suryana juga berkomitmen mendukung pengembangan UMKM.
Dukungan itu tidak hanya dalam pameran di Plataran Borobudur saja, namun juga melalui pelatihan dan pendampingan program BNI Xpora
Sebuah program untuk membentuk ekosistem UMKM yang berorientasi pada kegiatan ekspor.Kita damping agar UMKM bisa go global,” terangnya.
