Kelezatan Brengkes Ikan Patin Tempoyak
Masyarakat Palembang, Sumatera Selatan, sudah tidak asing dengan brengkes ikan patin dengan campuran tempoyak. Hidangan khas ini memiliki rasa unik yang merupakan perpaduan antara gurihnya ikan patin dan cita rasa khas tempoyak yang sedikit asam dan beraroma durian. Cara memasaknya yang dikukus dalam balutan daun pisang juga membuat hidangan ini semakin nikmat dengan aroma yang menggoda.
Tempoyak sendiri adalah hasil fermentasi daging buah durian yang dicampur dengan garam dan difermentasikan selama beberapa hari. Kombinasi tempoyak dengan ikan patin menciptakan rasa khas yang tidak bisa ditemukan pada hidangan lainnya. Bagi pecinta kuliner tradisional, brengkes ikan patin tempoyak adalah menu yang wajib dicoba.
Sejarah Brengkes Ikan Patin Tempoyak
Brengkes merupakan istilah dalam bahasa Palembang yang berarti pepes atau makanan yang dikukus dengan bumbu khas yang meresap. Sementara itu, tempoyak sudah dikenal sejak zaman dahulu sebagai olahan fermentasi durian yang sering digunakan sebagai bumbu masakan khas Sumatera, terutama di Palembang, Jambi, dan Lampung.
Tradisi memasak brengkes dengan tempoyak sudah dilakukan turun-temurun oleh masyarakat Palembang. Awalnya, tempoyak digunakan sebagai cara mengawetkan buah durian agar bisa dinikmati dalam waktu yang lebih lama. Seiring waktu, tempoyak menjadi bahan utama dalam berbagai hidangan, salah satunya brengkes ikan patin yang kini menjadi ikon kuliner Sumatera Selatan.
Cara Membuat Brengkes Ikan Patin Tempoyak
Pembuatan brengkes ikan patin tempoyak tergolong mudah dan tidak memerlukan banyak bahan. Berikut adalah langkah-langkah dalam membuat hidangan khas ini:
Bahan-bahan:
- 1 ekor ikan patin (bisa juga menggunakan ikan gabus atau baung)
- 3 sdm tempoyak
- 5 siung bawang merah
- 3 siung bawang putih
- 2 batang serai, memarkan
- 3 cm kunyit
- 3 cm lengkuas (laos)
- 5 buah cabai merah besar, iris serong
- 3 lembar daun salam
- Garam dan gula secukupnya
- Daun pisang untuk membungkus
- Tali atau tusuk gigi untuk mengikat daun pisang
Cara Memasak:
- Bersihkan ikan patin dan potong sesuai selera. Jika ingin hasil yang lebih meresap, gunakan bagian tengah ikan yang memiliki rongga di dalamnya.
- Haluskan bawang merah, bawang putih, kunyit, dan lengkuas.
- Campurkan bumbu halus dengan tempoyak, tambahkan garam dan gula secukupnya.
- Oleskan campuran bumbu tempoyak ke seluruh permukaan ikan hingga merata.
- Siapkan daun pisang, letakkan ikan yang sudah berbumbu di atasnya, tambahkan daun salam, serai, dan irisan cabai merah di atas ikan.
- Bungkus ikan dengan daun pisang dan sematkan dengan tusuk gigi atau tali agar tidak terbuka saat dikukus.
- Kukus ikan dalam panci selama kurang lebih 30-40 menit hingga matang.
- Angkat dan sajikan selagi hangat.
Brengkes ikan patin tempoyak akan lebih nikmat jika disantap dengan nasi hangat dan lalapan segar. Jika disimpan semalaman, bumbunya akan semakin meresap sehingga rasanya lebih lezat.
Varian Brengkes Tempoyak
Meskipun ikan patin adalah bahan utama yang paling populer digunakan dalam brengkes tempoyak, ada beberapa varian lain yang bisa dicoba:
- Brengkes Ikan Gabus
- Ikan gabus memiliki daging yang lebih padat dibandingkan ikan patin, sehingga teksturnya sedikit berbeda tetapi tetap lezat dengan tempoyak.
- Brengkes Ikan Baung
- Ikan baung memiliki rasa gurih yang khas dan cocok untuk diolah dengan tempoyak.
- Brengkes Udang Tempoyak
- Tidak hanya ikan, beberapa orang juga mengolah udang dengan tempoyak untuk mendapatkan sensasi rasa yang berbeda.
- Brengkes Tahu Tempe Tempoyak
- Bagi yang ingin alternatif tanpa ikan, tahu dan tempe juga bisa digunakan sebagai bahan utama dalam brengkes tempoyak.
Kenikmatan Brengkes Ikan Patin Tempoyak
Brengkes ikan patin tempoyak bukan hanya sekadar makanan khas Palembang, tetapi juga bagian dari tradisi dan warisan kuliner yang kaya akan rasa dan sejarah. Hidangan ini memiliki keseimbangan rasa yang unik, dari gurihnya ikan patin, asamnya tempoyak, hingga aroma khas dari daun pisang yang menambah kenikmatan.
Salah satu pemilik rumah makan brengkes tempoyak di Palembang, Dian Hidayatullah, mengatakan bahwa hidangan ini lebih nikmat jika dimakan sehari setelah dimasak. “Brengkes ini enak disantap sehari setelah dimasak karena bumbunya akan lebih meresap dan memberikan cita rasa yang lebih kuat,” ujarnya.
Harga dan Tempat Makan Brengkes Ikan Patin Tempoyak
Di Palembang, brengkes ikan patin bisa ditemukan di berbagai rumah makan khas daerah dengan harga yang terjangkau. Di rumah makan milik Dian Hidayatullah, brengkes ikan patin dijual dengan harga Rp 27.000 per porsi, sudah termasuk nasi dan lalapan. Sedangkan untuk varian ikan gabus, harganya sedikit lebih mahal, yaitu Rp 38.000 per porsi.
Jika Anda berkunjung ke Palembang, pastikan untuk mencicipi brengkes ikan patin tempoyak di rumah makan khas Sumatera Selatan atau mencoba membuatnya sendiri di rumah.
Mengapa Harus Mencoba Brengkes Ikan Patin Tempoyak?
- Rasa yang Unik dan Lezat
- Perpaduan ikan patin yang lembut dengan tempoyak yang asam menciptakan sensasi rasa yang berbeda dari olahan ikan lainnya.
- Proses Memasak yang Sehat
- Dibandingkan dengan metode penggorengan, mengukus ikan dalam daun pisang menjadikannya lebih sehat tanpa penggunaan minyak berlebih.
- Bagian dari Warisan Kuliner Nusantara
- Brengkes ikan patin tempoyak bukan hanya makanan, tetapi juga bagian dari kekayaan budaya kuliner Indonesia yang patut dilestarikan.
- Mudah Dibuat di Rumah
- Dengan bahan-bahan yang mudah ditemukan, hidangan ini bisa dibuat sendiri di rumah dan disesuaikan dengan selera masing-masing.
Brengkes ikan patin tempoyak adalah salah satu kuliner khas Palembang yang wajib dicoba. Hidangan ini menghadirkan cita rasa autentik yang menggugah selera dengan perpaduan ikan patin dan tempoyak yang unik. Dengan cara pembuatan yang sederhana dan bahan yang mudah didapat, brengkes ikan patin tempoyak juga bisa menjadi pilihan menu istimewa di rumah.
Bagi Anda yang ingin merasakan kelezatan brengkes ikan patin tempoyak, jangan ragu untuk mencicipinya saat berkunjung ke Palembang atau mencoba memasaknya sendiri. Selamat menikmati!
