Candi Mendut terletak di Kabupaten Magelang Jawa Tengah tepatnya di Desa Mendut, Kecamatan Mungkid, Magelang, kurang lebih 38 kilometer ke arah barat laut dari Yogyakarta. Nah, jika kalian sedang berwisata di Magelang, jangan lupa untuk berkunjung ke Candi Mendut ya!
Candi Mendut merupakan candi yang bercorak Buddha yang letaknya hanya sekitar 3 kilometer dari Candi Borobudur. Bangunan candi ini sangat unik dan mencuri perhatian. Saat kalian mengunjungi Candi mendut, ada beberapa aktivitas yang dapat dilakukan. Bat yang penasaran aktivitas apa saja, yuk disimak ya.
Berkeliling dan berfoto di sekitar candi
Candi mendut mempunyai bentuk yang hamper menyerupai persegi Panjang dengan berbagai hiasan di beberapa stupa di candi. Meskipun candi Borobudur dan Candi Mendut terletak digaris lurus, konon candi Mendut terlebih dahulu sebelum berdirinya Candi Borobudur.
Dilansir dari laman Yogyes, berbeda dengan Candi Borobudur yang menghadap ke matahari terbit, pintu masuk candi Mendut menghadap ke arah barat. Disini para pengunjung dapat berjalan mengitari kaki candi dan naik ke atas candi.
Saat naik ke atas candi, aroma harum dari bunga bercampur aroma kemenyan yang sangat khas. Jika datang saat pagi atau sore hari, kalian dapat menyaksikan sunset berwarna jingga yang sangat indah di atas candi.
Melihat Relief diatas candi
Para wisatawan juga dapat menemukan dan mempelajari banyak relief yang terdapat di candi Mendut. Mulai dari relief pasangan suami istri raksasa Kuwera dan Hariti yang terukir di dinding utara bilik penampil.
Selain itu ada relief Bodhisattva Avalokitesvara yang menjelaskan kehidupan Buddha. Di relief ini menampilkan gambar Buddha yang sedang duduk diatas singgasana dari bunga padma.
Kemudian ada relief Dewi Tara di sebelah utara Candi Mendut yang sedang duduk d atas Singgasana, dengan dua orang laki-laki di sebelah kanan dan kirinya.
Mengunjungi biara Buddha di Candi Mendut
Disebelah candi ada Biara Buddha Mendut yang dikelilingi pohon yang sangat rimbun. Selain sebagai tempat wisata, lokasi ini adalah tempat para biksu dan wisatawan Buddha untuk beribadah. Wisatawan juga bebas untuk melihat sekilas asrama dan aula meditasi. Taman hijau yang sangat luas juga terletak di antaranya, dengan pahatan yang menakjubkan di setiap sudut area.
Patung paling menonjol di biara adalah patung Buddha berbaring. Patung raksasa ini menggambarkan Buddha dalam posisi tidurnya. Bagi wisatawan yang datang untuk berkunjung lebih lama, tersedia kamar untuk di sewa.
Perayaan waisak di Candi Mendut
Setiap tahun, pendeta dan para wisatawan beragama Budhha datang untuk merayakan Waisak atau hari Buddha. Suatu hari untuk memperingati kelahiran, pencerahan, dan kematian Buddha.
Setiap tahun ada ritual pemberkatan yang signifikan dengan air suci yang diambil dari mata air Jumprit di Kabupaten temanggung, yang melambangakan kerendahan hati. Obor waisak menyala dari nyala api yang diambil dari Mrapen atau yang dikenal dengan api abadi alam di Desa Grobogan Jawa tengah
Rizka R A
Sumber : okezone
