Captain Tsubasa mungkin bukan franchise anime sebesar My Hero Academia, Dragon Ball, atau One Piece, tetapi game terbarunya, Captain Tsubasa: Rise of New Champions, berhasil mencuri perhatian dengan membawa elemen-elemen unik yang jarang terlihat dalam game olahraga arcade. Dengan gaya permainan yang setia pada animenya serta mekanik yang mendalam, game ini layak dicoba oleh penggemar anime maupun pecinta sepak bola yang mencari hiburan ringan dan seru.
Mode dan Gameplay
Game ini menawarkan beragam mode yang standar untuk game olahraga arcade. Namun, yang membedakan Captain Tsubasa adalah dua mode cerita uniknya. Pemain bisa memilih untuk mengikuti perjalanan Tsubasa Ozora, bintang sepak bola legendaris, atau menciptakan karakter orisinal untuk menjelajahi dunia anime ini.
Gameplay-nya terasa berbeda dari permainan sepak bola pada umumnya, berkat penggunaan jurus-jurus spesial dan kombo yang memamerkan kemampuan unik tiap karakter. Mulai dari tembakan mematikan hingga aksi akrobatik, game ini berhasil menangkap keajaiban sepak bola dalam dunia anime.
Kelebihan dan Kekurangan
Ketergantungan Captain Tsubasa pada akar anime-nya menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, gameplay-nya menyuguhkan momen-momen epik, seperti pemain yang melompat tinggi untuk mencetak gol spektakuler atau tembakan yang ditemani elang energi. Di sisi lain, mode cerita terasa kurang memuaskan, terutama bagi pemain baru yang tidak familiar dengan kisah Tsubasa.
Sebagai perbandingan, harapan awal saya adalah game ini akan menawarkan pengalaman seunik film Shaolin Soccer karya Stephen Chow, yang merayakan absurditas tema sepak bola. Sayangnya, unsur ini hanya terlihat dalam beberapa momen saja. Mode cerita didominasi oleh cutscene panjang di antara pertandingan, yang mengingatkan pada seri game Ultimate Ninja Storm dari Naruto. Namun, sayangnya, cutscene tersebut kurang memiliki energi dan animasi yang mampu memikat seperti game Naruto.
Visual dan Desain Karakter
Gaya seni dalam game ini memerlukan sedikit penyesuaian. Bukan berarti grafisnya buruk—justru sebaliknya, kualitas visualnya sangat baik—tetapi desain karakter yang mengikuti gaya anime tahun 1980-an kadang terasa aneh. Contohnya, beberapa karakter memiliki fitur seperti gigi besar yang terlihat mencolok saat mereka berbicara. Meski demikian, ini tetap setia pada estetika franchise Captain Tsubasa.
Di sisi lain, gerakan para pemain di lapangan terasa sangat mulus dan dinamis. Walau cutscene-nya kurang mengesankan, animasi selama pertandingan jelas menjadi sorotan utama.
Mekanik dan Fitur Tambahan
Inti dari game ini adalah gameplay-nya, yang menawarkan sistem mekanik seperti rock-paper-scissors (gunting-batu-kertas). Sistem ini membuat setiap duel antar pemain di lapangan menjadi menegangkan. Anda juga bisa menggunakan fitur seperti “V-Zone” atau meningkatkan “Spirit Gauge” dengan melakukan juke yang tepat waktu. Mekanik ini mengingatkan pada game arcade klasik seperti NBA Jam dan NFL Blitz, di mana setiap interaksi bola menjadi pertarungan kecil yang bergantung pada keputusan sepersekian detik.
Mode tutorial dalam cerita juga dirancang dengan baik, membantu pemain memahami semua fitur dan strategi yang bisa digunakan untuk memaksimalkan tim.
Pengalaman Online
Mode online memungkinkan pertandingan hingga empat pemain sekaligus. Selama pengujian, saya jarang menemukan bug saat bertanding dengan pemain lain di seluruh dunia. Meski ada beberapa masalah kecil dalam performa teknis, seperti kontrol bola yang kadang terasa kurang responsif, hal ini tidak terlalu mengganggu pengalaman bermain secara keseluruhan.
