Diablo Immortal menawarkan pengalaman yang mengejutkan dan menyenangkan bagi para penggemar Diablo, terutama untuk platform mobile. Dengan antarmuka layar sentuh yang responsif, suara yang berkualitas tinggi, dan berbagai aktivitas menarik di luar cerita utama, game ini membuat kita lupa bahwa ini hanyalah versi mobile. Namun, di balik semua pencapaian tersebut, game ini tetap diwarnai dengan elemen microtransaction dan berbagai paket pembelian dalam aplikasi yang kadang mengingatkan bahwa ini adalah game Diablo versi mobile, bukan sepenuhnya seperti game Diablo klasik.
Diablo Immortal dimulai dengan latar yang serupa dengan game Diablo lainnya: dunia dipenuhi kekacauan akibat serangan iblis dan makhluk jahat lainnya. Pemain memilih kelas karakter dan mengikuti misi-misi untuk bertemu Deckard Cain serta membantu warga yang membutuhkan. Kemampuan karakter akan terbuka secara bertahap seiring naiknya level, sehingga baik bagi pemula maupun pemain lama, proses awal permainan cukup mudah diikuti.
Salah satu kekhawatiran utama dalam permainan mobile adalah tampilan layar yang penuh dengan ikon, namun Diablo Immortal berhasil menghindari masalah ini. Antarmuka permainan relatif bersih, dengan informasi misi dan kotak obrolan yang bisa disembunyikan. Pemain dapat menempatkan berbagai kemampuan di slot berbeda, memudahkan kontrol dan meminimalkan input yang tidak disengaja. Game ini juga menawarkan mode 60 FPS yang membuat animasi terlihat halus dan memanjakan mata, meskipun mungkin membuat perangkat menjadi agak panas.
Namun, kekecewaan muncul saat pemain mencapai milestone tertentu dalam permainan. Selain hadiah dalam game, pemain juga akan ditawarkan untuk membeli paket atau item khusus. Meski hal ini umum di game gratis, elemen transaksi ini muncul cukup sering. Dalam menu utama, ikon toko bahkan berada di bagian kiri atas yang langsung terlihat. Setiap kali pemain mengambil hadiah harian, mereka diarahkan ke bagian “Bundles” dan berpotensi tergoda untuk melihat item lainnya, mulai dari kostum hingga mata uang premium yang dijual hingga $99,99 per paket.
Selain itu, Diablo Immortal memiliki berbagai vendor dan jenis mata uang dalam game, seperti Legendary Crest, emas, platinum, dan Eternal Orbs. Sistem navigasi memudahkan pemain menemukan vendor yang dibutuhkan, tetapi jumlah mata uang yang berbeda-beda bisa membingungkan. Kadang, pilihan “Get More” mengarahkan pemain ke aktivitas dalam game, namun sering kali juga membawa mereka ke toko untuk melakukan pembelian.
Meskipun ada item yang dapat dibeli untuk mempercepat progres permainan, setidaknya dalam mode PvE, saya tidak merasakan adanya “paywall” atau batasan yang memaksa pemain untuk membeli agar bisa maju. Leveling di Diablo Immortal cukup cepat dengan aktivitas sampingan seperti Rifts dan bounty tambahan. Dalam waktu beberapa jam, saya sudah mencapai level 33 tanpa merasa perlu membeli apa pun. Tantangan yang ditawarkan dalam permainan ini lebih banyak berasal dari aktivitas harian yang memang mendorong pemain untuk kembali bermain.
Secara keseluruhan, Diablo Immortal adalah satu-satunya game mobile yang benar-benar membuat saya ingin terus bermain, berbeda dengan game mobile lainnya yang biasanya hanya menjadi pengisi waktu. Dengan versi PC yang akan datang, pemain yang lebih menyukai platform tersebut juga bisa menikmati pengalaman Diablo Immortal. Bagi siapa pun yang ingin mengisi waktu menunggu rilis Diablo IV atau sekadar menikmati game Diablo versi mobile, Diablo Immortal layak untuk dicoba.
