Hubungi Kami

Docang Cirebon: Kuliner Legendaris dengan Sejarah yang Memikat

Bicara soal kuliner khas Cirebon, seakan tidak ada habisnya. Kota yang terkenal dengan sebutan “Kota Udang” ini memiliki banyak sajian lezat yang menggugah selera. Di antara berbagai makanan khasnya, salah satu yang sering terlupakan namun tetap memiliki tempat istimewa di hati warga lokal adalah docang. Makanan yang satu ini mungkin tidak sepopuler nasi jamblang, empal gentong, atau tahu gejrot, namun docang tetap menjadi pilihan sarapan favorit bagi banyak orang di Cirebon. Keistimewaan docang bukan hanya terletak pada rasa, tetapi juga pada sejarah dan cara penyajiannya yang unik.

@unimma_id

Sejarah Docang: Makanan dengan Cerita Menarik

Docang memiliki cerita sejarah yang cukup unik dan penuh warna. Menurut beberapa sumber, makanan ini berhubungan dengan sejarah penyebaran agama Islam di Cirebon. Diceritakan bahwa pada suatu masa, seorang pangeran yang tidak senang dengan aktivitas dakwah para Wali Songo mencoba meracuni mereka dengan makanan yang dikenal sebagai docang. Namun, takdir berkata lain. Alih-alih mengalami nasib buruk, para wali justru menyukai makanan tersebut, dan docang menjadi salah satu hidangan yang terus diterima dengan baik dalam budaya masyarakat Cirebon.

Nama docang sendiri berasal dari dua kata: “do” yang berarti bodo (baceman dage atau oncom), dan “cang” yang berasal dari kacang hijau yang sudah berubah menjadi tauge. Penyajian makanan ini menggunakan lontong sebagai bahan utamanya, yang kemudian dilengkapi dengan berbagai bahan seperti parutan kelapa, daun singkong, tauge, dan kerupuk. Semua bahan ini disiram dengan kuah oncom yang gurih, menjadikan docang sebagai hidangan yang kaya rasa dan memiliki kombinasi tekstur yang sangat menggugah selera.

Bahan-Bahan Docang yang Lezat

Sajian docang sangat bergantung pada kombinasi bahan-bahan yang segar dan berkualitas. Beberapa bahan utama yang digunakan dalam pembuatan docang antara lain:

  • Daun singkong: Digunakan sebagai pelengkap yang memberikan rasa segar dan sedikit pahit.
  • Tauge: Menambah tekstur renyah dan segar pada hidangan ini.
  • Kelapa parut: Memberikan rasa gurih yang khas, terutama setelah dikukus dengan sedikit garam.
  • Lontong: Sebagai sumber karbohidrat utama dalam docang, lontong memberikan kelembutan dan kenikmatan.
  • Kerupuk: Kerupuk putih yang dihancurkan menjadi pelengkap yang memberi rasa renyah dalam setiap suapan.

Sedangkan untuk kuah oncom, bahan-bahannya meliputi:

  • Oncom: Oncom adalah bahan utama dalam kuah ini yang memberikan rasa gurih dan sedikit asam.
  • Bawang merah dan bawang putih: Sebagai bahan dasar bumbu untuk memberi rasa yang harum.
  • Daun salam, serai, dan lengkuas: Memberikan aroma wangi dan menyegarkan kuah.
  • Garam: Sebagai pemberi rasa gurih dan penguat cita rasa kuah.

Selain itu, sambal ulek yang terbuat dari cabai rawit, bawang putih, dan sedikit garam juga menjadi pelengkap yang memberi rasa pedas pada hidangan ini.

Cara Membuat Docang: Resep Sederhana dengan Rasa yang Menggoda

Docang tidak membutuhkan waktu lama untuk disiapkan, namun hasil akhirnya sangat lezat dan memuaskan. Berikut adalah cara membuat docang Cirebon yang bisa Anda coba di rumah:

Bahan-Bahan Docang:

  • Daun singkong (secukupnya)
  • Tauge (2 genggam)
  • Kelapa parut (200 g)
  • Lontong (secukupnya)
  • Kerupuk (secukupnya)

Bahan Kuah Oncom:

  • Bawang merah (3 siung)
  • Bawang putih (3 siung)
  • Daun salam (2 lembar)
  • Serai (1 batang)
  • Lengkuas (1 ruas)
  • Oncom (1 papan)
  • Garam (secukupnya)

Bahan Sambal Rebus:

  • Cabai rawit (10 buah)
  • Bawang putih (1 siung)
  • Garam (secukupnya)

Cara Membuat Docang:

  1. Menyiapkan Bahan-Bahan:
    • Petik daun singkong, cuci bersih, dan rebus hingga empuk. Setelah matang, tiriskan dan iris tipis.
    • Siangi tauge dari akarnya, cuci bersih, lalu siram dan rendam dengan air panas hingga tauge sedikit layu, kemudian tiriskan.
    • Kukus parutan kelapa selama 10 menit dengan sedikit garam agar rasanya lebih gurih, kemudian biarkan dingin.
  2. Menyiapkan Kuah Oncom:
    • Rendam oncom dengan air panas, lalu hancurkan.
    • Haluskan bawang merah dan bawang putih. Tumis bumbu hingga harum, kemudian tambahkan daun salam, serai, dan lengkuas yang sudah dimemarkan.
    • Tambahkan air secukupnya, masak hingga mendidih, lalu masukkan oncom yang sudah dihancurkan bersama garam. Masak hingga kuah matang dan rasanya sedap.
  3. Membuat Sambal Rebus:
    • Rebus cabai rawit, bawang putih, dan sedikit garam hingga matang. Ulek bahan-bahan ini hingga halus.
  4. Penyajian:
    • Tata lontong di piring, kemudian tambahkan daun singkong, tauge, dan taburan kelapa parut.
    • Tuangkan kuah oncom yang sudah dimasak tadi, lalu sajikan dengan kerupuk hancur di atasnya.
    • Tambahkan sambal ulek sesuai selera untuk memberikan rasa pedas yang menggugah selera.
  5. Nikmati Docang Khas Cirebon!
    • Sajikan docang selagi hangat dan nikmati kelezatannya yang kaya rasa.

Docang: Kuliner Legendaris yang Tidak Pernah Lekang oleh Waktu

Docang, meskipun tidak setenar nasi jamblang atau empal gentong, tetap menjadi bagian dari kuliner Cirebon yang tak ternilai harganya. Bukan hanya sekadar makanan, docang memiliki nilai historis yang melekat erat dengan budaya dan tradisi masyarakat Cirebon. Makanan ini bukan hanya mengenyangkan perut, tetapi juga menghubungkan generasi ke generasi, menjaga warisan kuliner yang kaya dan khas.

Tidak hanya di Cirebon, docang juga semakin dikenal di luar kota berkat semakin banyaknya pedagang yang menjual hidangan ini di berbagai tempat. Bagi Anda yang berkunjung ke Cirebon, jangan lewatkan kesempatan untuk menikmati sepiring docang yang lezat di sepanjang Jalan Tentara Pelajar atau sekitar Stasiun Cirebon. Bahkan, pada saat perayaan Mauludan, docang menjadi sajian khas yang memenuhi Lapangan Keraton Kasepuhan dan sekitarnya, menunjukkan betapa pentingnya kuliner ini dalam kehidupan masyarakat Cirebon.

Dengan cita rasa yang khas dan penuh makna, docang Cirebon adalah salah satu kuliner yang patut untuk dilestarikan dan dinikmati oleh siapa saja yang mencintai kuliner tradisional Indonesia.

unimma

Leave a Reply

  • https://ssg.streamingmurah.com:8048
  • Copyright ©2025 by PT. Radio Unimma. All Rights Reserved
  • http://45.64.97.82:8048
  • Copyright ©2025 by unimmafm. All Rights Reserved
  • http://45.64.97.82:8048/stream
  • Copyright ©2025 by unimmafm All Rights Reserved