Hubungi Kami

Eksplorasi Keindahan Alam Bangka Belitung: 5 Wisata Bekas Tambang yang Menjadi Destinasi Edukasi dan Rekreasi

Bangka Belitung, sebuah provinsi di Indonesia yang terkenal dengan pantai eksotis dan keindahan alamnya, memiliki sisi lain yang tak kalah menarik: wisata bekas tambang. Lahan yang dulunya merupakan kawasan penambangan timah kini telah berubah menjadi destinasi wisata yang memadukan antara edukasi, konservasi, dan rekreasi. Fenomena ini tak hanya menggambarkan keberhasilan dalam reklamasi lingkungan, tetapi juga menunjukkan bagaimana alam dapat pulih dan bertransformasi menjadi tempat yang dapat dinikmati masyarakat, sembari meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pelestarian lingkungan. Berikut adalah lima tempat wisata bekas tambang yang kini menjadi daya tarik utama di Bangka Belitung.

@unimma_id

1. Danau Kaolin: Keajaiban Alam dengan Air Biru yang Memikat

Danau Kaolin, yang terletak di Desa Nibung, Koba, Bangka Tengah, adalah salah satu destinasi wisata paling ikonik di Bangka Belitung. Dikenal dengan airnya yang berwarna biru terang, danau ini sebenarnya merupakan bekas lahan tambang kaolin. Keindahan alam yang terpancar dari Danau Kaolin berasal dari pasir putih yang membentang luas di sekitar danau, memberikan kontras yang menakjubkan dengan warna airnya yang cerah. Pemandangan ini sangat mempesona, apalagi saat sinar matahari memantul di permukaan air, menciptakan efek kilauan yang memukau.

Menariknya, di kawasan yang sama terdapat kolam lain dengan warna air kehijauan yang juga memunculkan misteri. Penyebab perbedaan warna ini masih menjadi topik penelitian, dengan spekulasi bahwa unsur-unsur kimia yang ditinggalkan oleh aktivitas penambangan timah dapat mempengaruhi warna air. Meskipun demikian, Danau Kaolin tetap menjadi destinasi wisata yang aman dan sangat populer, bahkan menjadi salah satu tempat yang wajib dikunjungi oleh para wisatawan yang datang ke Bangka Tengah.

2. Danau Pading: Keindahan yang Terbentuk dari Kawah Bekas Tambang

Danau Pading, yang juga dikenal dengan nama Kulong Atap Seng, terletak di Desa Perlang, Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah. Berbeda dengan Danau Kaolin, Danau Pading memiliki pemandangan yang lebih alami dengan latar belakang perbukitan hijau yang memukau. Danau ini terbentuk dari bekas tambang pasir timah yang mengubah kawasan tersebut menjadi kawah besar yang kini dipenuhi dengan air yang jernih.

Wisatawan yang berkunjung ke Danau Pading dapat menikmati pemandangan alam yang indah sambil berkeliling di sekitar danau. Suasana yang tenang dan udara segar di sekitarnya membuat tempat ini menjadi destinasi yang sangat ideal untuk relaksasi. Di sini, pengunjung juga dapat menikmati berbagai fasilitas yang telah disediakan oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), termasuk gazebo untuk bersantai, tempat makan, mushola, dan toilet umum. Selain itu, kegiatan penanaman pohon juga dilakukan untuk menjaga kelestarian alam sekitar dan memperbaiki kualitas lingkungan.

3. Bangka Botanical Garden (BBG): Reklamasi Hijau yang Menyegarkan

Bangka Botanical Garden (BBG) adalah destinasi wisata edukasi yang berlokasi di kawasan Pantai Pasir Padi, Kota Pangkalpinang. Dahulu, kawasan ini merupakan lahan bekas tambang timah, namun kini telah direklamasi menjadi taman botani yang hijau dan subur. BBG menawarkan pengalaman berwisata yang menyenangkan sekaligus mendidik, dengan berbagai jenis tanaman endemik yang tumbuh di sini.

Di BBG, pengunjung dapat menikmati keindahan alam sambil belajar tentang konservasi tanaman dan keanekaragaman hayati. Tempat ini juga memiliki peternakan sapi perah yang menyegarkan, di mana pengunjung bisa melihat proses pemeliharaan dan pengolahan susu segar. Selain itu, berbagai jenis tanaman yang dilestarikan di sini menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi para penggemar alam dan botani.

4. Kampoeng Reklamasi Selinsing: Wisata Alam dan Kebun Buah yang Menyejukkan

Kampoeng Reklamasi Selinsing terletak di Dusun Selumar, Desa Selinsing, Belitung Timur, dan merupakan kawasan wisata yang dibangun di atas lahan bekas tambang timah seluas 17 hektar. Dengan pemandangan alam yang memukau, Kampoeng Reklamasi Selinsing menawarkan wisata alam yang menyegarkan, lengkap dengan kebun buah yang subur. Di sini, pengunjung dapat menemukan berbagai tanaman buah seperti durian, mangga, jambu mete, nangka, dan buah naga yang semuanya ditanam dengan upaya reklamasi yang cermat.

Tidak hanya menawarkan keindahan alam, Kampoeng Reklamasi Selinsing juga menyediakan berbagai fasilitas untuk kenyamanan pengunjung, seperti gazebo, tempat camping, serta kantin yang menyajikan kuliner khas Belitung. Salah satu hidangan yang sangat disarankan adalah kuah kepala ikan dan kopi khas Belitung yang dapat dinikmati sambil bersantai di tengah suasana alam yang tenang.

5. Kampoeng Reklamasi Air Jangkang: Konservasi Alam dan Satwa Langka

Kampoeng Reklamasi Air Jangkang, yang terletak di Desa Riding Panjang, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, adalah destinasi wisata yang berbeda dari yang lain. Kawasan ini telah ditetapkan sebagai kawasan konservasi yang berwawasan lingkungan, dengan tujuan untuk melestarikan satwa langka dan flora di sekitar danau bekas tambang. Di sini, terdapat Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) yang dikelola oleh kelompok pecinta hewan lokal, Alobi. Satwa-satwa yang telah diselamatkan dan direhabilitasi, seperti buaya, burung kakatua, elang, kucing kuwuk, hingga beruang madu, dapat dilihat di PPS ini.

Selain sebagai tempat konservasi, Kampoeng Reklamasi Air Jangkang juga berfungsi sebagai lahan percontohan untuk pertanian holtikultura dan penanaman pohon bernilai ekonomis. Kolam bekas tambang yang telah disulap menjadi tempat penelitian ikan juga menjadi salah satu daya tarik tersendiri di lokasi ini. Sebagai kawasan yang berstatus konservasi, pengunjung yang ingin masuk ke lokasi ini harus memperoleh izin khusus yang dapat diperoleh melalui PT Timah atau berkoordinasi dengan BKSDA setempat.

Menyaksikan Transformasi Alam Bekas Tambang

Wisata di kawasan bekas tambang di Bangka Belitung bukan hanya sekadar perjalanan rekreasi biasa, tetapi juga sebuah perjalanan edukasi tentang bagaimana alam dapat pulih dan bertransformasi setelah mengalami kerusakan akibat aktivitas manusia. Proyek reklamasi dan rehabilitasi yang dilakukan di setiap kawasan ini menunjukkan komitmen untuk menjaga kelestarian alam sambil memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Kehadiran wisata alam di bekas tambang ini juga menjadi bukti bahwa dengan perencanaan yang matang dan perhatian terhadap keberlanjutan, alam dapat pulih dan bahkan menghasilkan keindahan yang luar biasa. Bagi pengunjung, ini adalah kesempatan untuk menikmati keindahan alam sambil belajar tentang pentingnya konservasi dan pelestarian lingkungan.

Bangka Belitung kini tidak hanya dikenal karena keindahan pantainya, tetapi juga sebagai contoh sukses dari reklamasi lingkungan yang dapat dijadikan inspirasi untuk destinasi wisata lainnya di Indonesia. Jadi, jika Anda ingin merasakan pengalaman wisata yang berbeda, kunjungi tempat-tempat bekas tambang yang telah disulap menjadi destinasi wisata edukasi dan rekreasi yang tak terlupakan.

unimma

Leave a Reply

  • https://ssg.streamingmurah.com:8048
  • Copyright ©2025 by PT. Radio Unimma. All Rights Reserved
  • http://45.64.97.82:8048
  • Copyright ©2025 by unimmafm. All Rights Reserved
  • http://45.64.97.82:8048/stream
  • Copyright ©2025 by unimmafm All Rights Reserved