ika gim-gim sebelumnya dari FromSoftware adalah kesuksesan individu, maka Elden Ring ibarat kumpulan “Karya Terbaik” dari pengembang tersebut. Gim ini merupakan kulminasi dari setiap ide brilian yang pernah dihadirkan FromSoftware melalui permainan-permainan penuh tantangan mereka, sambil tetap memperkenalkan elemen-elemen baru yang memperkaya pengalaman misterius yang telah lama menjadi ciri khas mereka. Berbagai candaan yang menyebutnya sebagai “Dark Souls 4” memang tak jauh dari kenyataan, tetapi Elden Ring adalah lebih dari sekadar sekuel spiritual.
Menyusuri Dunia yang Terbuka untuk Dijelajahi
Untuk para pemain yang pernah menyelami Dark Souls, premis Elden Ring akan terasa familier, namun mudah dimengerti bagi yang baru. Pemain mengendalikan karakter dengan kelas pilihan mereka, disebut sebagai “Tarnished,” yang pada dasarnya adalah kelompok tanpa keistimewaan atau berkah. Namun, karakter ini ditakdirkan menjadi Elden Lord jika berhasil mengumpulkan Great Runes dan bagian dari Elden Ring yang tersebar di Lands Between, kerajaan fantasi penuh tantangan. Musuh-musuh besar berkeliaran di sana, siap menghentikan perjalanan Anda kapan saja.
Meski garis besar ceritanya mirip dengan Dark Souls, aspek dunia terbuka adalah yang langsung membedakan Elden Ring. Selain hambatan yang disebabkan oleh progres cerita atau kesulitan musuh, pemain bebas menjelajahi hampir setiap sudut dunia Lands Between. Berbagai lingkungan dan musuh yang beragam menanti di sana, sehingga Anda tidak akan pernah jauh dari pertempuran atau pemandangan yang menakjubkan.
Dunia Luas yang Menggoda untuk Dijelajahi
Ukuran dunia Elden Ring yang luas ditambah dengan tingkat kesulitan yang khas dari FromSoftware menghadirkan keuntungan sekaligus tantangan. Gim-gim Souls sebelumnya cenderung lebih linear, memberi ruang bagi pemain untuk kembali ke tempat tertentu atau mengumpulkan sumber daya sebelum menghadapi ancaman lebih besar. Di Elden Ring, jika sebuah tantangan terasa terlalu sulit, Anda dapat mengelilinginya, menandai lokasinya di peta, dan kembali saat lebih siap. Fitur fast-travel ke banyak Sites of Grace yang tersebar di peta memudahkan pemain untuk beralih lokasi dan meningkatkan level dengan mengalahkan musuh-musuh yang lebih mudah.
Namun, ketika dunia yang begitu besar terbuka, timbul pertanyaan: ke mana harus pergi dan dari mana harus mulai? NPC akan memberikan petunjuk arah tertentu, dan komunitas pemain akan segera berbagi solusi untuk teka-teki di Elden Ring, tetapi dalam dunia yang sebesar ini, instruksi sederhana seperti “di utara reruntuhan itu dan melampaui jurang” terkadang tidak banyak membantu. Gim ini membutuhkan perhatian penuh pemain, meski untungnya selalu ada distraksi berupa dungeon dan area baru yang menanti di sepanjang perjalanan.
Dungeon di Elden Ring – yang serupa dengan Chalice Dungeons di Bloodborne – biasanya penuh dengan musuh, sumber daya, dan pertarungan melawan boss. Namun, beberapa boss mungkin akan terasa berulang di berbagai lokasi, menciptakan kesan familiar. Meski demikian, keberadaan dungeon ini tetap menjadi gangguan yang menyenangkan dan bermanfaat.
Pertarungan yang Berevolusi
Cerita dan pertarungan selalu menjadi dasar dari gim-gim FromSoftware, dan Elden Ring memberikan banyak opsi bagi pemain untuk menciptakan bangunan karakter yang lebih beragam. Penggunaan Focus Point tidak lagi terbatas pada sihir saja, tetapi juga mendukung Spirit Ashes dan Ashes of War, memperluas gaya bertarung pemain.
Beberapa fitur seperti dual-wielding, counterattacks, dan critical hits mungkin sudah dikenal oleh penggemar Souls, tetapi elemen yang paling signifikan adalah kemampuan melompat. Dalam gim Souls sebelumnya, melompat jarang berguna dalam pertempuran, tetapi Sekiro: Shadows Die Twice memperkenalkan lompatan yang akhirnya diimplementasikan dengan baik dalam Elden Ring. Ditambah dengan sistem bertarung dari atas kuda, fitur ini membuat setiap pertempuran terasa lebih dinamis dan strategis.
Walaupun ada kritik bahwa Elden Ring berfokus lebih pada aspek sihir dengan banyak musuh yang menggunakan serangan magis, FromSoftware tetap berhasil membuat mekanik pertempuran terasa seimbang. Penggunaan sihir yang lebih meluas ini memberi tantangan baru yang harus dihadapi pemain, membuat mereka terus waspada di setiap wilayah.
Gim yang Lebih Akomodatif, Tanpa Mengurangi Tantangan
Sebagai bagian dari trio elemen utama gim FromSoftware, tingkat kesulitan menjadi ciri khas yang tidak dihilangkan dalam Elden Ring. Dengan tambahan fitur seperti Stakes of Marika – landmark yang berfungsi sebagai titik respawn mini di dekat area boss – FromSoftware telah menemukan cara untuk membuat gim ini lebih akomodatif tanpa mengurangi tingkat tantangannya. Fitur ini memungkinkan pemain untuk segera kembali ke pertarungan boss tanpa harus melalui area yang panjang, sehingga pemain bisa fokus mengalahkan boss tersebut.
Perubahan lain yang terlihat lebih jelas seiring waktu adalah pengurangan drain stamina dan kerusakan akibat jatuh. Berlari di luar pertarungan kini tidak mengurangi stamina, dan weapon durability juga dihilangkan, sehingga pemain bisa bergerak dan bertarung dengan lebih bebas di dunia Lands Between.
Elden Ring bukanlah gim FromSoftware yang sempurna, tetapi merupakan evolusi luar biasa dari segala aspek yang dicintai dan juga dikritik oleh penggemarnya. Gim ini menemukan keseimbangan yang ideal antara mengakomodasi pemain baru dan mengurangi frustrasi tanpa mengorbankan tingkat kesulitan khas FromSoftware.
Meskipun kemiripannya dengan gim Souls dan Dark Souls 4 cukup terlihat, Elden Ring sulit untuk dibandingkan secara langsung dengan karya-karya FromSoftware lainnya, sebagaimana sulitnya membandingkan Demon’s Souls dengan Bloodborne. Dengan berbagai pertimbangan terhadap audiens yang berbeda, gim ini adalah pengalaman baru yang menantang dan menyenangkan bagi siapa saja yang ingin menjadi Elden Lord.
