Genre multiplayer asimetris telah berkembang pesat, dan horor menjadi ladang subur bagi pengembang game untuk memetik inspirasi. Dari Friday the 13th, Predator, Ghostbusters, hingga The Texas Chain Saw Massacre, sudah banyak game yang mengangkat genre ini. Tak heran jika para penggemar mulai merasa skeptis terhadap adaptasi film ke dalam game. Namun, Evil Dead: The Game hadir dengan kejutan yang menyenangkan, bukan hanya sebagai game yang memenuhi standar, tapi juga memberikan pengalaman bermain yang seru dan menyenangkan.
Gameplay Asimetris yang Seru
Bagi yang belum familiar dengan gameplay asimetris, konsep ini menempatkan dua tim yang memiliki kekuatan dan sumber daya berbeda. Di Evil Dead: The Game, satu pemain memerankan Kandarian Demon, yang dapat menggunakan portal, jebakan, dan kemampuan spesial untuk mengendalikan Deadite, menghantui, dan memburu para survivor. Di sisi lain, empat pemain lain memerankan tim survivor yang harus mencari senjata dan minuman Shemp’s Cola untuk menyelesaikan misi, mengusir demon sebelum waktu habis.
Biasanya, bermain sebagai demon seringkali lebih seru dibandingkan sebagai manusia. Namun, Evil Dead: The Game berbeda karena survivor justru dibuat menjadi tim yang tangguh dan mampu menghadapi tantangan. Dengan berbagai karakter dari seri Evil Dead dan beberapa versi Ash Williams, setiap survivor memiliki kelas dan kemampuan unik yang memberikan variasi strategi. Meskipun beberapa karakter lebih kuat dibanding yang lain dan memerlukan penyesuaian keseimbangan, setiap survivor tetap dapat melawan Deadite dengan senjata yang mereka temukan.
Pengalaman Bermain Sebagai Demon
Memainkan karakter demon juga tetap menarik, meskipun tujuan mereka memerlukan lebih banyak perencanaan dan sedikit keberuntungan dibanding survivor. Demon harus mengatur energi dan meningkatkan kemampuan mereka sambil menghantui survivor yang sedang menyelesaikan misi. Ketika survivor semakin terorganisir, tantangan bagi demon semakin meningkat. Ada tekanan untuk menciptakan momen yang menyenangkan bagi semua pemain, dan itu menjadi tantangan tersendiri.
Game asimetris memang cenderung memiliki tim yang lebih kuat dibandingkan tim lain, dan Evil Dead: The Game menyadari hal ini. Namun, masih ada banyak cara untuk mencapai kemenangan, tergantung gaya bermain. Meskipun survivor tampak lebih kuat, keseimbangan permainan tidak sampai mengurangi keseruan bagi para pemain.
Adaptasi yang Menarik dari Serial Aslinya
Salah satu kekuatan Evil Dead: The Game adalah kemampuannya menghadirkan atmosfer dan keseruan khas serial Evil Dead. Bagi mereka yang belum terlalu mengenal berbagai sekuel dan spin-off The Evil Dead, game ini berhasil menghadirkan suasana yang kental dengan elemen campy dan horor khas seri tersebut. Kehadiran Bruce Campbell yang mengisi suara untuk berbagai versi karakter Ash juga menambah daya tarik. Jim Pirri sebagai Profesor Knowby juga memberikan narasi yang sangat baik untuk tim survivor.
Kekurangan dalam Beberapa Aspek Desain
Meski begitu, Evil Dead: The Game memiliki beberapa keputusan desain yang dipertanyakan. Misalnya, efek kamera yang terlalu berayun saat demon berada dalam mode spirit form seringkali terasa mengganggu alih-alih menambah pengalaman bermain. Selain itu, pemain harus berhenti sepenuhnya untuk membuka peta atau roda komunikasi, yang terasa kurang nyaman dalam permainan yang serba cepat. Sistem progresi yang mirip dengan Dead by Daylight melalui Bloodpoint juga agak rumit dengan pohon keterampilan khusus karakter.
Terlepas dari beberapa kekurangannya, Evil Dead: The Game tetap menjadi kejutan menyenangkan tahun ini. Kritik-kritik minor tertutupi ketika pemain merasuki karakter survivor dan menggunakannya melawan tim mereka, atau ketika mereka merobek Deadite dengan gergaji mesin. Meskipun ada beberapa masalah pergerakan pada kedua tim, setiap pertandingan tetap berjalan lancar. Jika Saber Interactive terus mendengarkan umpan balik dari komunitas dan merilis DLC tambahan, Evil Dead: The Game memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pengalaman horor asimetris terbaik.
