Hubungi Kami

Menggapai Puncak Gunung Merbabu: Jelajah Satwa Endemik dan Peningkatan Sistem Pelaporan di Taman Nasional Gunung Merbabu

Pendakian menuju puncak Gunung Merbabu menjadi bagian dari petualangan yang penuh tantangan, sekaligus kesempatan untuk mendalami keanekaragaman satwa dan flora yang ada di kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGMb). Tim Jelajah 54 TN yang terdiri dari Medina Kamil, Harley Sastha, dan anggota tim lainnya, bersama pendamping dari TNGMb (Jarot, Sukimin, Sutopo, Agung, Indri, Ayu, Jupri, dan Salim) terus melanjutkan misi penting untuk mengenalkan satwa endemik, memonitor jalur pendakian, dan menguji sistem pelaporan korban berbasis hotspot.

Mengenal Satwa Endemik dan Keanekaragaman Flora di Jalur Pendakian

Salah satu tujuan utama tim dalam perjalanan kali ini adalah untuk mengenal satwa endemik TNGMb. Tim sudah berhasil mencapai target pertama ini melalui dua kali perjumpaan satwa di HM.27 dan HM.31. Sepanjang perjalanan menuju puncak, tim juga mengamati berbagai flora yang tumbuh di jalur pendakian, termasuk anggrek Habenaria multipartita yang tumbuh di sepanjang jalur dari Pos 3 hingga Pos 4, serta eidelweiss yang belum musim berbunga.

Salah satu pengalaman berharga adalah bertemu dengan berbagai jenis burung seperti anis gunung (atau yang sering disebut jalak lawu) yang terbang melintasi jalur pendakian. Tim juga melihat keberadaan monyet ekor panjang di beberapa titik seperti HM.2, HM.13, HM.17, dan HM.27, serta lutung budeng di sekitar HM.20 dan HM.23. Selain itu, kehadiran Surili jawa (Rek-rekan) yang ditemukan di HM.22 dan HM.27 menambah kekayaan satwa yang diamati oleh tim.

Mengenal Sistem Pelaporan Korban Berbasis Hotspot di Tower CCTV Sabana 1

Sistem pelaporan korban berbasis hotspot merupakan salah satu inovasi yang diuji oleh tim di Tower CCTV Sabana 1. Lokasi ini berfungsi tidak hanya untuk memantau cuaca dan situasi di sekitar Sabana 1, tetapi juga untuk mempermudah pelaporan kejadian darurat seperti jatuh, hypo, atau kecelakaan lainnya. Tim menggunakan aplikasi khusus di ponsel android untuk mengirimkan laporan ke kantor Balai TNGMb dan Resort Selo melalui jaringan WiFi di tower tersebut. Dengan sistem ini, proses penanganan korban dapat dilakukan dengan cepat dan efisien, yang tentunya akan meminimalkan dampak buruk pada kondisi korban.

Fasilitas ini juga memantau kondisi pendaki yang melewati jalur pendakian serta pengawasan aktivitas di kawasan ini, termasuk saat penutupan pendakian. Kehadiran sistem pelaporan berbasis hotspot ini merupakan langkah penting dalam meningkatkan keselamatan pendaki dan mempercepat respon terhadap keadaan darurat.

Pendakian Menuju Pos 4 dan Pos 5 Sabana 2

Perjalanan ke Pos 4 Sabana 1 dimulai dengan melewati medan yang curam dan berbatu, terutama pada jarak 600 meter pertama dari Pos 3 (HM.33). Sepanjang jalur ini, tim beristirahat dan makan siang di Pos 3 Batu Tulis, kemudian melanjutkan perjalanan menuju Pos 4 Sabana 1 yang terletak di ketinggian 2800 mdpl. Di sini, tim berkesempatan untuk menikmati hamparan ekosistem savana yang mengelilingi lokasi Pos 4, serta melihat aktivitas kupu-kupu yang hinggap di semak-semak dan burung anis gunung yang terbang di sekitar jalur pendakian.

Perjalanan dilanjutkan menuju Pos 5 Sabana 2, yang terletak pada ketinggian 2900 mdpl. Dari Pos 4, perjalanan ini menempuh jarak 700 meter dan menghabiskan waktu sekitar 45 menit. Sepanjang jalur ini, tim menjumpai pendaki yang melakukan kegiatan bersih gunung dari Pos 4 ke Pos 5, sebuah inisiatif positif yang mengedukasi pendaki untuk menjaga kebersihan dan kepedulian terhadap lingkungan.

Menuju Puncak Gunung Merbabu: Trianggulasi dan Kenteng Songo

Setelah bermalam di Sabana 2, tim melanjutkan perjalanan menuju puncak Gunung Merbabu yang terletak pada ketinggian 3200 mdpl. Perjalanan ini ditempuh dengan waktu sekitar 55 menit dari Pos 5 menuju Puncak Trianggulasi yang berada di HM.54. Di puncak pertama ini, tim menikmati pemandangan 360 derajat dengan lanskap pegunungan yang menakjubkan, termasuk Gunung Merapi, Gunung Andong, Gunung Telomoyo, serta Gunung Sindoro dan Sumbing yang tampak di kejauhan.

Untuk mendapatkan perspektif yang lebih luas, tim menggunakan drone untuk mengambil gambar udara dan merekam kegiatan pendaki yang berhasil “menggapai Puncak Merbabu.” Selain menikmati pemandangan alam yang luar biasa, tim juga melanjutkan perjalanan menuju puncak Kenteng Songo, yang berjarak 200 meter dari Trianggulasi. Di Kenteng Songo, tim menggali sejarah budaya masyarakat setempat yang menggunakan alat masak tradisional berbentuk kenteng.

Grebek Pendaki Milenial dan Edukasi Kepedulian terhadap Lingkungan

Setelah menyelesaikan liputan di puncak Gunung Merbabu, tim kembali ke Sabana 2 untuk melakukan grebek tenda dan memberikan pembinaan kepada pendaki milenial. Edukasi ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran pendaki tentang pentingnya kepedulian terhadap lingkungan, menjaga kebersihan, dan mengikuti aturan pendakian seperti SOP, pengelolaan sampah, dan pemahaman tentang jalur resmi. Sosialisasi seperti ini membantu para pendaki untuk menjadi lebih bijak dan peduli terhadap keselamatan mereka sendiri, serta melestarikan keindahan alam Gunung Merbabu. Menjadi Bagian dari Konservasi Alam dan Keindahan Gunung Merbabu

Perjalanan tim Jelajah 54 TN ini tidak hanya bertujuan untuk mencapai puncak Gunung Merbabu, tetapi juga untuk menyebarkan kesadaran akan pentingnya pelestarian alam dan keselamatan pendaki. Selama dua hari pendakian ini, tim berhasil mencapai berbagai target, termasuk mengenal satwa endemik, menguji sistem pelaporan darurat berbasis hotspot, dan memberikan edukasi kepada pendaki milenial. Pengalaman ini semakin memperkaya pengetahuan dan keterampilan tim dalam melestarikan biodiversitas Gunung Merbabu dan meningkatkan pengalaman wisata pendakian yang aman, nyaman, dan bertanggung jawab.

Dengan hasil perjalanan ini, jalur pendakian Selo di Resort Selo menjadi lebih dikenal, terutama berkat keberagaman satwa yang dapat ditemukan, termasuk monyet ekor panjang, lutung budeng, surili jawa, serta berbagai jenis burung yang hampir ditemukan di sepanjang jalur pendakian. Semua ini memberikan potensi besar bagi pengembangan pariwisata alam di kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu.

unimma

Leave a Reply

  • https://ssg.streamingmurah.com:8048
  • Copyright ©2025 by PT. Radio Unimma. All Rights Reserved
  • http://45.64.97.82:8048
  • Copyright ©2025 by unimmafm. All Rights Reserved
  • http://45.64.97.82:8048/stream
  • Copyright ©2025 by unimmafm All Rights Reserved