Hubungi Kami

Jomblo: Antara Kenangan Manis dan Pembaharuan Kontemporer

@unimma_id

omblo 2006: Memori Indah dan Chemistry yang Memikat

Jomblo versi 2006 mengisahkan empat sahabat—Agus (Ringgo Agus Rahman), Bimo (Christian Sugiono), Olip (Dennis Adhiswara), dan Doni (Rizky Hanggono)—yang berjuang dengan status jomblo mereka masing-masing. Film ini sukses menyajikan elemen-elemen utama seperti komedi, romansa, dan persahabatan dengan cara yang sangat menyentuh. Keempat pelakon utama memiliki chemistry yang sangat kuat, menjadikan film ini tidak hanya menghibur tetapi juga mampu menyentuh sisi emosional penonton.

Agus yang baru memulai debut aktingnya, bersama dengan Christian Sugiono, Dennis Adhiswara, dan Rizky Hanggono, menciptakan hubungan yang sangat meyakinkan. Film ini berhasil memadukan keempat karakter tersebut dalam sebuah cerita yang menggugah, dengan tantangan dan dinamika yang berhubungan erat dengan pengalaman cinta dan persahabatan.


Sulit untuk tidak membanding-bandingkan Jomblo versi anyar yang tetap ditangani oleh Hanung Bramantyo ini dengan versi terdahulu mengingat rilisan 2006 memiliki kualitas penggarapan diatas rata-rata dan setiap adegannya pun masih melekat erat di ingatan sampai sekarang. Satu pertanyaan lalu terlontar, “mungkinkah si pembuat film mampu melampaui pencapaian dari rilisan sebelumnya?.” Pertanyaan tersebut coba dijawab oleh Hanung dengan menghadirkan warna berbeda ke versi 2017. Jika versi 2006 cenderung lebih kalem dalam bertutur dan banyak memberi ruang pada kisah persahabatannya, maka sekali ini aspek komedi lebih ditekankan dengan ritme penceritaan yang cenderung upbeat mengikuti barisan lagu beraliran EDM yang mengiringinya. Disamping itu, Agus yang masih bertindak selaku narator turut kebagian jatah tampil lebih banyak dari sebelumnya dengan pertimbangan kisah percintaan njelimetnya bersama Rita dan Lani memiliki potensi terbesar dalam memicu tawa sekaligus mudah bagi generasi muda sekarang untuk terhubung kepadanya. Imbas dari keputusan ini, konflik asmara yang dihadapi Bimo-Olip-Doni tidak pernah tergali secara mendalam dan plot mengenai persahabatan empat sekawan jojoba yang sejatinya merupakan kekuatan utama dari Jomblo terpaksa dikesampingkan. Dari sini saja sudah terjawab bahwa Jomblo versi 2017 tidak lebih baik ketimbang versi terdahulu.

Kalau ditanya menghibur atau tidak, Jomblo masihlah cukup menghibur. Beberapa kali diri ini dibuat tertawa melihat hubungan Agus dengan Rita yang tidak sesuai ekspektasi, walau saya sendiri merasa cukup terganggu lantaran peralihan nada hubungan dua sejoli ini terlampau cepat serta ujug-ujug. Adegan Rita marah-marah kepada Agus di kafe karena sang kekasih tidak berhasil memberi jawaban memuaskan perihal proporsi tubuhnya itu terasa sangat dipaksakan. Setidaknya dalam versi terdahulu, saya bisa mengetahui darimana munculnya pertanyaan jebakan tersebut dan sikap Rita yang sangat menyebalkan. Bertahap, tidak sekonyong-konyong terlontar. Jomblo versi anyar ini terasa kurang halus dalam melantunkan penceritaannya, terkadang terburu-buru terkadang berlarut-larut, yang menjadikan sejumlah konflik tidak memiliki impak benar-benar kuat dan barisan leluconnya pun menyerupai kumpulan sketsa. Alhasil, sekalipun Jomblo masih sanggup memancing tawa di beberapa bagiannya, film cukup mengalami kesulitan dalam menggoreskan kesan di hati lantaran minimnya emosi yang berhasil diinjeksikan ke dalam penceritaan. Disamping pengarahan dan naskah, faktor lain yang menyebabkan Jomblo terasa hambar adalah jajaran pemainnya.

Jomblo 2017: Pembaharuan yang Kontroversial

Dalam upaya mengadaptasi kembali Jomblo ke layar lebar, Falcon Pictures memutuskan untuk membuat versi baru yang dirilis pada tahun 2017. Versi terbaru ini menghadirkan beberapa perubahan signifikan dalam hal karakter dan pendekatan penceritaan.

Di versi 2017, karakter utama digantikan oleh Agus (Ge Pamungkas), Bimo (Arie Kriting), Olip (Deva Mahenra), dan Doni (Richard Kyle). Ceritanya mengikuti empat mahasiswa di Universitas B yang mengalami nasib yang sama: mereka semua jomblo. Dengan alasan yang bervariasi—dari Agus yang mencari calon pasangan ideal, Bimo yang sering ditolak, Olip yang tidak berani mengungkapkan perasaannya, hingga Doni yang tidak mau berkomitmen—film ini mengeksplorasi berbagai aspek dari status jomblo.

Jomblo versi 2017 mencoba untuk menghadirkan nuansa yang lebih modern dengan fokus pada aspek komedi yang lebih menonjol dan penggunaan musik EDM yang berirama upbeat. Agus, yang berfungsi sebagai narator, memainkan peran yang lebih sentral dalam penceritaan, terutama dalam hubungannya dengan karakter Rita (Natasha Rizky) dan Lani (Indah Permatasari). Namun, keputusan ini menyebabkan aspek persahabatan yang menjadi kekuatan utama dari film sebelumnya menjadi terpinggirkan.
Perbandingan dan Evaluasi

Ketika dibandingkan dengan versi 2006, Jomblo 2017 terlihat kurang menyentuh dan kurang berhasil dalam membangun chemistry antara para pemainnya. Meskipun beberapa lelucon dapat memicu tawa, alur cerita terasa terburu-buru dan tidak selalu berhasil menyampaikan emosi dengan kuat. Perubahan fokus ke aspek komedi dan musik modern mungkin tidak dapat mengimbangi kedalaman emosional dan kehangatan persahabatan yang ada pada versi sebelumnya.

unimma

Leave a Reply

  • https://ssg.streamingmurah.com:8048
  • Copyright ©2025 by PT. Radio Unimma. All Rights Reserved
  • http://45.64.97.82:8048
  • Copyright ©2025 by unimmafm. All Rights Reserved
  • http://45.64.97.82:8048/stream
  • Copyright ©2025 by unimmafm All Rights Reserved