(876Uninmafm) MAGELANG — Ribuan pelari dari berbagai daerah hingga mancanegara memadati Kompleks Candi Borobudur, Ahad (16/11/2025), dalam gelaran Bank Jateng Borobudur Marathon 2025.
Event lari terbesar di Jawa Tengah itu kembali berlangsung meriah dan penuh energi positif, sekaligus menegaskan posisinya sebagai salah satu ajang marathon paling bergengsi di Indonesia.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir yang hadir dan melepas peserta menyampaikan apresiasi tinggi atas konsistensi penyelenggaraan Borobudur Marathon.
“Borobudur Marathon ini membuat bangga, karena ini sudah ke sembilan kali dilaksanakan. Event ini membangkitkan olahraga nasional, bukan hanya bagi pelari elite, tetapi juga masyarakat umum,” ujarnya.
Erick menilai, marathon ini berperan penting dalam meningkatkan kesehatan masyarakat sekaligus berdampak besar pada sektor ekonomi.
“Olahraga itu mencegah banyak penyakit. Dari sisi ekonomi, sport tourism di sini dampaknya mencapai sekitar Rp74 miliar. Rumah-rumah warga tersewa, bahkan harganya sampai lima kali lipat dari harga biasa,” katanya.
Ia menegaskan pemerintah terbuka untuk terus mendukung event-event besar seperti Borobudur Marathon.
“Saya juga sedang belajar bagaimana marathon ini bisa kita dorong jadi event kelas dunia. Pemerintah akan komitmen, kota kita harus punya event dunia,” tambahnya.
Bonus Rp600 Juta untuk Pemecah Rekor Nasional Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengungkapkan tahun ini Bank Jateng menyediakan bonus hingga Rp600 juta bagi pelari yang mampu memecahkan rekor nasional.
“Borobudur Marathon menjadi pemantik event marathon lain, sekaligus sarana menarik investasi dan menggerakkan UMKM Jawa Tengah,” ujarnya.
Pemenang Kategori Elite: Novel Hat-trick, Dwi Tiyansi Kokoh di Elite Female
Pada kategori Marathon Elite Man Nasional, pelari andalan Novel kembali tampil gemilang dengan meraih kemenangan untuk ketiga kalinya berturut-turut. Tahun ini ia mencatat personal best dengan waktu 3 jam 33 menit.
Novel menyebut rute baru memberikan tantangan berbeda.
“Tanjakan Cinta yang tahun lalu di KM 37, tahun ini pindah ke KM 22. Tantangannya jadi terasa lebih awal,” ujarnya.
Untuk kategori Elite Woman, kemenangan diraih Dwi Tiyansi. Ia menyebut medan tahun ini lebih berat terutama di KM 32.
“Titik itu tinggi sekali, sangat menantang. Tapi menjelang akhir rute semakin melandai. Untuk tahun ini saya memang latihan khusus selama lima bulan,” ungkapnya.
Young Talent: Fariq Bersinar di 10K. Bintang baru muncul dari kategori Young Talent. Pelari 17 tahun, Fariq, berhasil menjadi juara pada nomor 10K dengan catatan waktu 33 menit 16 detik, jauh lebih baik dari PB sebelumnya 37 menit.
“Terima kasih Kota Magelang dan masyarakat yang sudah mendukung saya sehingga bisa PB kali ini. KM 6 dan 7 elevasinya seperti palung, tapi justru itu yang memicu saya push lebih kuat,” kata Fariq.
