“Saya yakin rumah sakit ini sudah hebat, SDM (sumber daya manusia) luar biasa, saya tidak pernah khawatir itu. Tinggal disentuh sedikit. Dengan hati, itu saja. (Melayani) lebih manusiawi atau memanusiakan pasien,” kata Dokter Aziz – panggilan dr. Muchamad Nur Aziz.
Dia melanjutkan, letak RSUD Tidar dinilai strategis sehingga menjadi rujukan, tidak hanya bagi warga Kota Magelang tapi juga daerah lain seperti Kabupaten Magelang, Temanggung hingga Purworejo. Selain pelayanan, diusai 89 tahun ini diharapkan para dokter, tenaga medis dan karyawan selalu kompak dan saling sengkuyung.
“Semua harus nyengkuyung, saling menutupi kekurangan. Saya yakin rumah sakit ini hebat, posisinya strategis, jadi rujukan kabupaten sekitarnya apalagi di usia sudah 89 tahun. Kita tidak mungkin hanya mengandalkan warga Kota Magelang yang hanya 128.000 jiwa,” ucapnya.
Dokter spesialis penyakit dalam itu berujar, rumah sakit ini memiliki fasilitas yang bagus, bahkan sampai di bangsal kelas 3 pun memadai. Ini sangat menunjang pelayanan masyarakat. Dokter Aziz bersyukur saat ini pelayanan khusus untuk warga Kota Magelang tanpa dipungut biaya.
“Universal Health Coverage (UHC) kita hampir 100 persen. Ini menjadi tantangan kita, sekali lagi pelayanan ramah yang penting, terutama di UGD,” ungkapnya.
Seiring dengan meningkatnya kualitas rumah sakit, Dokter Aziz optimistis kesejahteraan SDM rumah sakit juga akan meningkat. Dia berpesan kepada mereka untuk semangat, tidak merasa hebat, dam melayani dengan senyum.
Ia menambahkan, Kota Magelang dalam waktu dekat juga akan memiliki rumah sakit khusus kanker. Rumah sakit ini merupakan program Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sejak 2017 lalu. Dokter Aziz menyebut, rumah sakit kanker tipe B ini kemungkinan akan mulai dibangun tahun 2023 mendatang dengan modal sekitar Rp 500 miliar.
