Kabupaten Gorontalo dan Bone Bolango di Provinsi Gorontalo memiliki kekayaan kuliner yang khas dan otentik. Sebagai bagian dari Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL), kedua kabupaten ini berkomitmen untuk menggali potensi kuliner lokal yang tidak hanya lezat, tetapi juga ramah lingkungan. Salah satu upaya tersebut adalah melalui program Sustainable Culinary Journey Gorontalo, yang diadakan dalam acara Jelajah Rasa dan Budaya Gorontalo dan Bone Bolango pada 9 November 2021.
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara LTKL dengan restoran Kaum Jakarta, Brookland Coffee, dan Masak TV. Tujuan utama dari inisiatif ini adalah untuk memperkenalkan kuliner khas Gorontalo dan Bone Bolango ke tingkat nasional serta mengembangkan produk-produk pangan yang berkelanjutan.
Jagung Pulut, Warisan Kuliner yang Kaya Gizi
Salah satu kuliner autentik yang menjadi sorotan dalam acara ini adalah jagung pulut. Jagung ini memiliki tekstur yang lebih kenyal dibandingkan jagung biasa dan sering digunakan dalam berbagai hidangan tradisional Gorontalo. Jagung pulut menjadi bahan utama dalam beberapa makanan khas seperti binthe biluhuta (sup jagung dengan kelapa dan ikan), serta tuna milu dabu-dabu, yaitu tuna bakar yang disajikan dengan jagung, santan, kelapa, bawang merah, dan kemangi.
Selain itu, jagung pulut juga digunakan dalam pembuatan jagung bakar khas Gorontalo, yang uniknya dipadukan dengan jus nanas, gula aren, jeruk nipis, dan sirup jagung. Kombinasi ini menciptakan rasa manis dan segar yang khas, memperkaya variasi kuliner daerah ini.
Kopi Pinogu, Minuman Khas dari Hutan Gorontalo
Selain jagung pulut, Gorontalo juga memiliki kopi khas yang dikenal sebagai kopi Pinogu. Kopi ini berasal dari daerah Pinogu yang terletak di tengah hutan Gorontalo. Kopi ini disajikan dengan campuran santan, gula aren, dan kayu manis, menciptakan rasa yang unik dengan dominasi aroma santan dan sedikit sentuhan pedas dari kayu manis.
Kopi Pinogu tidak hanya menawarkan cita rasa yang khas, tetapi juga mendukung keberlanjutan lingkungan. Budidaya kopi ini dilakukan dengan sistem yang ramah lingkungan, tanpa merusak ekosistem hutan yang menjadi habitatnya.
Dukungan Pemerintah untuk UMKM Pangan Berkelanjutan
Bupati Gorontalo yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal LTKL, Nelson Pomalingo, menegaskan pentingnya acara ini sebagai langkah strategis dalam memperkenalkan kuliner khas Gorontalo dan Bone Bolango ke tingkat nasional. Ia juga berharap agar para pelaku UMKM di sektor pangan semakin terdorong untuk berinovasi dengan produk-produk yang ramah lingkungan.
“Semoga melalui acara ini, kuliner Gorontalo dan Bone Bolango dapat dikenal lebih luas, tidak hanya di sekitar Sulawesi saja tetapi hingga ke tingkat nasional,” ujar Nelson Pomalingo.
Festival Kabupaten Lestari: Mempromosikan Identitas Kuliner Gorontalo
Acara Jelajah Rasa dan Budaya Gorontalo dan Bone Bolango merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menuju Festival Kabupaten Lestari 4 (FKL4). Festival ini akan diselenggarakan pada 23-28 November 2021 secara virtual dan langsung, dengan mengusung tema Kembali Identitas Lestari.
Melalui festival ini, diharapkan masyarakat luas dapat lebih mengenal dan mengapresiasi warisan kuliner Gorontalo dan Bone Bolango, serta memahami pentingnya keberlanjutan dalam pengelolaan sumber daya pangan lokal.
Menjaga Kelestarian Kuliner untuk Masa Depan
Kuliner bukan hanya sekadar soal rasa, tetapi juga mencerminkan identitas budaya dan keberlanjutan lingkungan. Jagung pulut, kopi Pinogu, serta berbagai hidangan khas Gorontalo dan Bone Bolango merupakan contoh bagaimana tradisi kuliner bisa tetap lestari sambil beradaptasi dengan prinsip keberlanjutan. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, diharapkan kuliner daerah ini dapat terus berkembang dan dikenal lebih luas, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di kancah internasional.
