Dim sum adalah salah satu hidangan yang sangat populer, tidak hanya di Asia, tetapi juga di seluruh dunia. Terkenal dengan berbagai varian rasa dan bentuk, dim sum memiliki daya tarik yang tak terbantahkan bagi para pecinta kuliner. Tapi, tahukah kamu dari mana asal-usul dim sum ini? Mengapa hidangan ini begitu terkenal, dan apa yang membuatnya begitu spesial? Jika kamu penasaran, mari kita telusuri asal usul dim sum, sejarah perkembangannya, serta jenis-jenis dim sum yang wajib kamu coba!
Apa Itu Dim Sum?
Dim sum adalah serangkaian hidangan kecil yang berasal dari Tiongkok, yang biasanya disajikan dalam porsinya yang kecil dan dimakan dalam satu suapan. Hidangan ini tidak hanya terdiri dari berbagai jenis dumpling, tetapi juga bisa meliputi berbagai hidangan lainnya seperti buns, pangsit, hingga hidangan berbahan dasar daging, sayuran, dan bahkan makanan manis. Dim sum biasanya disajikan dengan teh, dalam tradisi yang dikenal dengan nama yum cha, yang berarti “minum teh” dalam bahasa Kantonis.
Sementara di luar Tiongkok, dim sum sering kali disajikan sebagai sarapan atau makan siang, di Tiongkok, dim sum biasanya dinikmati pada waktu pagi hingga sore hari sebagai bagian dari budaya teh tradisional.
Asal Usul Dim Sum
Dim sum berasal dari Tiongkok Selatan, khususnya dari wilayah Guangdong dan Hong Kong. Secara harfiah, “dim sum” dalam bahasa Mandarin berarti “sentuhan hati” atau “makanan kecil.” Istilah ini menggambarkan cara hidangan ini disajikan dalam porsi kecil yang dimaksudkan untuk memuaskan rasa lapar secara ringan tanpa harus mengenyangkan sepenuhnya. Biasanya, dim sum disajikan dengan berbagai pilihan teh, yang merupakan bagian dari tradisi kuliner Tiongkok yang sudah ada sejak ribuan tahun lalu.
Dim sum memiliki hubungan erat dengan tradisi yum cha (minum teh) yang telah ada sejak Dinasti Tang (618–907 M). Pada masa itu, para pedagang dan pelancong yang melalui jalan-jalan perdagangan di sepanjang Sungai Perak di Guangdong akan berhenti di kedai teh untuk beristirahat dan menikmati teh. Teh yang disajikan sering kali dipasangkan dengan berbagai makanan kecil yang praktis dan ringan, dan itulah yang kemudian berkembang menjadi dim sum.
Pada awalnya, dim sum tidak berupa berbagai jenis dumpling yang kita kenal sekarang, melainkan hanya makanan ringan yang disajikan dengan teh. Seiring berjalannya waktu, hidangan kecil ini semakin beragam, dengan penambahan beragam bahan dan teknik memasak, seperti mengukus, menggoreng, hingga memanggang. Pada abad ke-19, dim sum mulai menjadi bagian penting dari budaya kuliner Tiongkok yang dinikmati tidak hanya oleh orang lokal, tetapi juga oleh pengunjung dari luar negeri.
Dim Sum di Hong Kong dan Penyebarannya ke Dunia
Hong Kong memainkan peran besar dalam penyebaran popularitas dim sum di luar Tiongkok. Setelah perang Opium pada abad ke-19 dan pembukaan pelabuhan Hong Kong untuk perdagangan internasional, pengaruh budaya Tiongkok mulai menyebar ke berbagai negara, termasuk Inggris, Amerika, dan Asia Tenggara. Para pengungsi yang melarikan diri dari Revolusi Komunis Tiongkok pada tahun 1949 juga membawa budaya dim sum ke berbagai belahan dunia.
Pada tahun 1950-an, restoran dim sum pertama di Hong Kong membuka pintunya. Mereka menyajikan dim sum dalam kereta dorong, di mana para pelayan mendorong gerobak berisi hidangan kecil yang dapat dipilih langsung oleh para tamu. Konsep ini dikenal dengan nama cart service, yang masih digunakan di banyak restoran dim sum hingga hari ini, memungkinkan pelanggan untuk melihat langsung berbagai pilihan dim sum yang tersedia.
Seiring berjalannya waktu, dim sum mulai menyebar ke seluruh dunia, dengan restoran-restoran yang menyajikan hidangan ini di hampir setiap kota besar, mulai dari New York hingga Tokyo, London, dan Jakarta.
Jenis-Jenis Dim Sum yang Paling Populer
Dim sum terdiri dari berbagai jenis makanan kecil yang beragam, dan setiap jenis memiliki ciri khas tersendiri. Berikut adalah beberapa jenis dim sum yang paling populer yang perlu kamu coba:
- Shumai (Siu Mai) Shumai adalah dumpling yang terbuat dari adonan tepung terigu dengan isian daging babi cincang, udang, atau ayam, dan dibumbui dengan bahan-bahan seperti jahe, kecap, dan minyak wijen. Bentuknya terbuka di bagian atas dan sering dihias dengan sejumput telur ikan atau daun ketumbar.
- Har Gow (Hakka Dumplings) Har gow adalah dumpling udang yang dibungkus dengan adonan tepung tapioka transparan. Ciri khas har gow adalah tekstur kulitnya yang kenyal dan isian udang yang manis dan gurih. Hidangan ini biasanya dianggap sebagai salah satu dim sum yang paling sulit dibuat dengan sempurna karena memerlukan keahlian dalam membuat kulit yang tipis dan tidak mudah pecah.
- Char Siu Bao Char siu bao adalah bun kukus dengan isian daging babi char siu yang manis dan gurih. Biasanya, char siu bao disajikan dalam dua versi: yang dikukus (mantou) dan yang dipanggang (bao). Bun ini adalah salah satu jenis dim sum yang sangat populer dan mudah ditemukan di banyak restoran dim sum.
- Cheong Fun (Rice Noodle Rolls) Cheong fun adalah gulungan mi beras yang diisi dengan bahan seperti daging sapi cincang, udang, atau sayuran. Gulungan ini disajikan dengan saus kedelai manis dan seringkali dihias dengan bawang hijau atau wijen. Cheong fun memiliki tekstur yang lembut dan kenyal.
- Egg Tarts Egg tart adalah kue tart dengan isian krim telur yang lembut dan sedikit manis. Egg tart sering dijumpai di Hong Kong dan terkenal dengan tekstur kulit yang renyah di luar dan lembut di dalam. Kue ini adalah hidangan penutup yang sempurna setelah menikmati hidangan dim sum.
- Loh Bak Go (Turnip Cake) Loh bak go adalah kue lobak yang terbuat dari campuran tepung beras dan lobak, lalu dipanggang atau digoreng hingga bagian luar kue menjadi renyah, sementara bagian dalamnya tetap lembut. Makanan ini biasanya dipotong kecil-kecil dan disajikan dalam potongan berbentuk kotak.
- Mango Pudding Mango pudding adalah hidangan penutup yang sangat populer di restoran dim sum. Puding ini terbuat dari pure mangga yang dicampur dengan gelatin dan disajikan dingin dengan potongan mangga segar di atasnya.
Dim Sum dan Budaya “Yum Cha”
Di banyak restoran, dim sum sering kali disajikan dengan teh sebagai bagian dari budaya yum cha. “Yum cha” adalah tradisi minum teh yang berawal dari budaya Tiongkok Selatan, terutama di Guangdong dan Hong Kong. Di sini, para tamu dapat menikmati berbagai pilihan teh, seperti teh hijau, teh hitam, atau teh oolong, sambil menikmati dim sum yang berbeda-beda. Tradisi ini sangat populer pada akhir pekan, di mana keluarga dan teman-teman berkumpul untuk berbagi waktu bersama dengan menikmati berbagai hidangan dim sum.
Dim Sum di Dunia
Saat ini, dim sum telah menjadi makanan yang sangat populer di berbagai belahan dunia. Di negara-negara seperti Amerika Serikat, Inggris, Australia, dan bahkan Indonesia, restoran dim sum tersebar luas dan selalu ramai pengunjung. Dim sum yang dulunya hanya dikenal di Tiongkok kini telah menjadi bagian dari kehidupan kuliner global, dengan variasi yang terus berkembang mengikuti selera lokal.
Di Indonesia, misalnya, dim sum sudah sangat terkenal di kalangan pecinta kuliner. Banyak restoran dim sum yang menawarkan berbagai varian hidangan, dari yang klasik hingga modern, yang disesuaikan dengan lidah lokal. Dim sum pun sering disajikan dalam acara keluarga atau pertemuan teman, menjadi simbol dari kebersamaan dan kenikmatan dalam setiap suapan.
Dim sum adalah hidangan khas Tiongkok yang sudah melegenda, dengan sejarah panjang yang dimulai dari tradisi yum cha di Tiongkok Selatan. Hidangan ini tidak hanya enak, tetapi juga sarat dengan budaya dan tradisi. Dengan berbagai jenis hidangan yang beragam, dim sum cocok untuk dinikmati bersama teman dan keluarga. Jadi, jika kamu belum pernah mencoba dim sum, saatnya untuk menjadikannya bagian dari pengalaman kuliner kamu! Jangan ragu untuk mengeksplorasi berbagai varian dim sum yang ada dan nikmati cita rasa uniknya.
