luarga kerajaan. Namun, seiring berjalannya waktu dan keruntuhan kebudayaan kerajaan Mataram, Kipo sempat mengalami masa-masa sulit hingga hampir punah.
Kini, meski sudah langka, Kipo kembali menjadi perhatian banyak orang yang tertarik pada kuliner tradisional. Di tengah maraknya perkembangan kuliner modern, Kipo tetap bertahan dan menjadi salah satu ikon kuliner Kota Gede, meskipun jumlah penjualnya sangat terbatas. Salah satu tempat yang masih setia menjual Kipo adalah Bu Djito yang sudah menjalankan usaha ini sejak puluhan tahun lalu, berlokasi di Jalan Mondorakan Nomor 27, Kotagede.
Kenapa Kipo Begitu Legendaris?
Kipo memiliki daya tarik tersendiri bagi para penikmat kuliner. Kue ini tidak hanya enak, tetapi juga menggambarkan bagaimana sebuah tradisi kuliner dapat bertahan lama meski dihadapkan pada perubahan zaman. Kipo memiliki tekstur yang kenyal dan rasa yang unik, yakni manis gurih dengan sentuhan aroma pandan yang khas. Proses pembuatannya yang membutuhkan keahlian dan ketelitian menjadikan kipo sebagai jajanan yang penuh kenangan dan penuh cerita sejarah.
Pada masa lalu, Kipo sering kali disajikan dalam acara-acara khusus seperti upacara adat atau perayaan kerajaan. Kue ini dulunya hanya bisa ditemukan di sekitar wilayah Kota Gede, yang merupakan pusat pemerintahan Kerajaan Mataram Islam. Kini, meskipun tidak banyak yang menjualnya, Kipo tetap menjadi simbol kekayaan kuliner Kota Gede yang terus dijaga oleh masyarakat setempat.
Apa Itu Kipo?
Kipo adalah kue berbahan dasar tepung ketan yang diisi dengan enten-enten, campuran kelapa parut, gula merah, dan beberapa rempah, yang kemudian dibungkus dengan daun pisang dan dipanggang. Yang menarik dari kipo adalah tekstur kulitnya yang kenyal dan agak transparan dengan warna hijau alami dari pasta pandan, serta isian kelapa yang gurih dan manis.
Bahan-bahan Kipo:
Untuk Kulit Kipo:
- 100 gr tepung ketan
- 1/4 sdt pasta pandan
- 1/4 sdt garam
- 100 ml santan panas (bisa menggunakan santan instan + air)
- Daun pisang untuk pembungkus
Untuk Isian (Enten-enten):
- 100 gr kelapa parut kasar (setengah tua)
- 50 gr gula merah
- 1 sdm gula pasir
- Sejumput garam
- 2 lembar daun pandan (sobek-sobek)
Cara Membuat Kipo:
- Membuat Isian (Enten-Enten):
- Campurkan kelapa parut, gula merah, gula pasir, garam, dan daun pandan dalam wadah.
- Masak campuran tersebut di atas api sedang hingga bahan tercampur rata dan kering (tanak). Setelah itu, sisihkan dan biarkan dingin.
- Membuat Kulit Kipo:
- Dalam wadah, masukkan tepung ketan, garam, dan pasta pandan.
- Tambahkan santan panas sedikit demi sedikit hingga adonan tercampur rata dan kalis. Adonan akan terasa agak lembek, itulah yang memberikan tekstur kenyal pada kipo nanti.
- Siapkan daun pisang yang telah dioles sedikit minyak goreng untuk memudahkan proses pembungkusan.
- Penyusunan Kipo:
- Ambil sedikit adonan kulit sebesar kelereng, pipihkan di atas daun pisang yang sudah dioles minyak.
- Isi tengahnya dengan isian kelapa (enten-enten) secukupnya.
- Bungkus adonan seperti pastel (tanpa dipilin) dan rapatkan ujungnya. Ulangi hingga adonan habis.
- Memanggang Kipo:
- Panaskan teflon dengan api sedang. Letakkan kipo yang telah dibungkus di atas teflon yang telah dipanaskan.
- Panggang kipo sesekali dibalik agar kedua sisi matang dengan merata dan berwarna kecoklatan. Kipo yang matang sempurna akan tampak hijau transparan pada bagian kulitnya.
- Penyajian:
- Angkat kipo dari teflon dan sajikan dalam keadaan hangat. Nikmati Kipo yang kenyal, manis, dan gurih ini sebagai camilan atau hidangan penutup.
Harga Kipo yang Terjangkau
Meski telah menjadi jajanan legendaris, harga Kipo cukup terjangkau. Di warung Bu Djito yang terletak di Kotagede, satu buah Kipo dihargai Rp 2.000, dan dengan harga segitu, kamu sudah bisa mendapatkan tiga buah Kipo yang kenyal dan lezat. Harga yang terjangkau ini membuat Kipo menjadi pilihan camilan murah meriah yang tetap enak dan mengenyangkan. Tentu saja, meskipun harganya murah, kualitas rasa yang ditawarkan tetap terjaga, menjadikannya kuliner yang sangat legendaris dan tidak lekang oleh waktu.
Mengapa Kipo Wajib Dicoba?
Bagi para wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta, khususnya ke Kota Gede, mencoba Kipo adalah pengalaman kuliner yang tidak boleh dilewatkan. Selain rasanya yang nikmat, Kipo juga merupakan bagian dari warisan budaya Jogja yang sangat berharga. Menikmati Kipo di tempat asalnya akan memberikan pengalaman yang lebih otentik, sekaligus mengenal lebih dalam tentang sejarah kuliner Jogja.
Di tengah gempuran makanan modern, Kipo tetap bertahan sebagai kuliner tradisional yang penuh kenangan. Mencicipi Kipo adalah seperti menyelami sejarah dan budaya Jogja, serta menghargai tradisi yang telah bertahan selama berabad-abad.
Kipo adalah salah satu kuliner legendaris dari Jogja yang wajib dicicipi jika kamu ingin merasakan keunikan rasa dan sejarah kuliner Kota Gede. Meskipun sudah langka, keberadaan Kipo masih bisa ditemukan di warung-warung yang sudah melegenda, seperti Warung Bu Djito di Kotagede. Dengan harga yang terjangkau dan rasa yang tak terlupakan, Kipo menjadi salah satu kuliner yang tidak hanya memuaskan perut, tetapi juga memberi wawasan baru tentang kekayaan budaya kuliner Yogyakarta. Jadi, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipinya saat berkunjung ke Jogja!
