(876Unimmafm)MAGELANG – Rencana pembentukan cabang olahraga drumband di bawah KONI Kota Magelang bergerak cepat setelah lomba perdana yang digelar PWI Kota Magelang di GOR Samapta, Minggu (23/11). Cabang ini sebelumnya belum masuk struktur resmi KONI, meski drumband telah dipertandingkan di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).
Ketua KONI Kota Magelang, Ali Sobri Sungkar mengatakan, dinamika kompetisi yang terjadi dalam dua gelaran terakhir, di Akmil dan di GOR Samapta, menjadi dasar keputusan untuk membawa cabang drumband ke forum rapat kerja Januari 2026 mendatang.
“Kami sudah memutuskan untuk segera membentuk cabor drumband dalam waktu dekat. Setelah ini kami akan berkomunikasi dengan panitia pelaksana, mencari siapa yang pantas memimpin, lalu kami ajukan dalam rakor,” ujarnya.
Ia menilai embrio drumband di sekolah-sekolah sudah hidup melalui ekstrakurikuler. Dengan begitu, proses pembinaan dapat berlanjut menuju jenjang SMP, SMA, hingga level prestasi.
Ali menyebut BAPOPSI yang tengah disiapkan akan menjadi platform strategis karena melibatkan unsur Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Disporapar, sekolah, guru olahraga, pegiat olahraga, hingga pelaku usaha.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang, Nur Wiyono Slamet Nugroho menyebut, drumband mampu menjadi ruang karakter bagi anak-anak. Ia pun mengapresiasi penyelenggaraan kompetisi yang menjaring 22 tim dari berbagai daerah.
“Kegiatan yang dimotori PWI Kota Magelang ini mencerminkan sinergi eksahelix dan sesuai dengan visi misi Kota Magelang terutama dalam program Magelang Bergaung. Kegiatan seperti ini memberi kesempatan pada anak-anak untuk tumbuh dengan disiplin, gotong-royong, serta ketepatan mengikuti arahan pelatih,” ungkapnya.
Nur Wiyono mengatakan, peluang kolaborasi lintas OPD sangat terbuka apabila nantinya organisasi resmi drumband di bawah KONI telah terbentuk. Kerja sama lintas institusi disebutnya sebagai pola kerja yang dapat memperluas pembinaan dan memperkuat jalur kompetisi.
Sementara itu, Ketua Panitia Drumband Competition 1, Asef Farid Amani menilai ajang ini memperlihatkan energi generasi muda yang siap dibina.
“Meskipun persiapan hanya satu setengah bulan tapi mampu menghadirkan kegiatan yang rapi dan memberi kesan spektakuler. Ini menunjukan koordinasi seluruh unsur penyelenggara,” kata Asef yang juga Sekretaris PWI Kota Magelang tersebut.
Menurutnya, drumband adalah miniatur kolaborasi eksahelix, antara pemerintah, akademisi, bisnis, komunitas, media, dan inovator muda. Hal itu lah yang melatarbelakangi, organisasi profesi kewartawanan di Kota Magelang mengusung lomba drumband.
“PWI akan terus mendukung program Pemerintah Kota Magelang, termasuk pembinaan generasi muda melalui olahraga dan seni,” tuturnya.
