Like a Dragon Gaiden: The Man Who Erased His Name bukan sekadar spin-off; ini adalah eksplorasi penuh perasaan tentang keluarga, identitas, dan sejauh mana seseorang akan berusaha untuk melindungi orang yang mereka cintai. Judul terbaru dalam franchise Yakuza yang dicintai ini menghadirkan kembali Kiryu Kazama untuk petualangan yang padat namun berdampak, yang berdiri tegak di antara pendahulunya.
Pahlawan Kembali dengan Trik Baru
Sejak Anda masuk ke Gaiden, sistem pertempuran yang mendebarkan langsung menarik perhatian Anda. Setelah pendekatan berbasis giliran di Yakuza: Like a Dragon, game ini kembali ke pertempuran waktu nyata yang membuat seri ini terkenal. Kiryu kini memiliki dua gaya bertarung, dengan Gaya Agen yang baru terasa seperti surat cinta untuk sinema aksi. Gaya ini mempersenjatai dia dengan serangkaian gadget yang mengingatkan pada film mata-mata klasik. Spider watch memungkinkan Anda untuk menangkap musuh, sementara Serpent loafers memungkinkan Anda untuk meluncur ke arah musuh seperti meriam manusia.
Setiap skenario pertarungan adalah taman bermain kreativitas, dengan Kiryu menghadapi gelombang musuh yang menawarkan pengalaman pertempuran yang mendebarkan. Meskipun kompleksitas kemampuan baru, game ini tetap dapat diakses, memungkinkan pendatang baru menikmati pengalaman tanpa merasa terbebani. RGG telah berhasil merancang sistem pertempuran yang terasa memuaskan terlepas dari tingkat keterampilan.
Cerita Pengorbanan dan Penebusan
Narasi terungkap dengan Kiryu mengadopsi nama samaran Joryu saat ia menjelajahi dunia bawah tanah kejahatan terorganisir, sambil mencoba melindungi anak-anak di Panti Asuhan Morning Glory. Perjalanannya saling terkait dengan peristiwa dari Like a Dragon, menciptakan jalinan cerita yang kaya. Beban emosional dari pengorbanan Kiryu terasa sepanjang permainan, memuncak dalam akhir yang membawa pukulan emosional yang signifikan.
Bagi mereka yang tidak akrab dengan franchise ini, Gaiden menawarkan sekilas tentang masa lalu Kiryu melalui kilasan kembali yang memberikan konteks untuk motivasi saat ini. Meskipun penggemar lama mungkin menemukan momen emosional tersebut lebih menyentuh, inti cerita masih memberikan pengalaman menarik bagi pendatang baru.
Singkat dan Padat, Namun Berdampak
Berbeda dengan judul sebelumnya, kampanye utama di Gaiden lebih pendek, memakan waktu sekitar 10 jam. Meskipun singkatnya menjaga narasi tetap ketat dan terfokus, terkadang mengakibatkan kesempatan yang terlewat untuk bercerita yang lebih mendalam. Potongan-potongan cepat menggantikan segmen yang bisa dimainkan yang dapat meningkatkan pengalaman, meninggalkan beberapa penggemar merindukan lebih banyak momen bercerita interaktif.
Substory dan Aktivitas Sampingan: Paket Campuran
Salah satu ciri khas seri Yakuza adalah konten substory yang kaya, tetapi Gaiden menyajikan pendekatan yang lebih terstruktur. Meskipun game ini mencakup berbagai aktivitas sampingan seperti golf, biliar, dan permainan arcade, substories lebih sedikit dan terstruktur sekitar misi Stroll ‘n’ Patrol. Perubahan ini, meskipun dirancang untuk membuat game lebih dapat diakses, bisa mengurangi kegembiraan serendipitas dalam menemukan narasi unik.
Namun, beberapa misi sampingan bersinar dengan humor quirky dan momen yang penuh perasaan, menampilkan wajah-wajah akrab dari masa lalu Kiryu. Kembalinya karakter-karakter yang dicintai memberikan rasa nostalgia dan koneksi bagi penggemar lama.
Like a Dragon Gaiden: The Man Who Erased His Name adalah tambahan yang menggembirakan untuk franchise Yakuza. Meskipun tidak tanpa kekurangan, pertempuran yang menarik, cerita yang penuh perasaan, dan penghormatan kepada karakter-karakter masa lalu menciptakan pengalaman yang menyenangkan dan emosional. Bagi penggemar merek unik RGG dalam bercerita dan aksi, game ini adalah sebuah keharusan. Dengan perpaduan sempurna antara humor, intensitas, dan hati, Gaiden menonjol sebagai salah satu game terbaik tahun ini, meninggalkan pemain berharap-harap cemas untuk apa yang akan datang dalam perjalanan Kiryu selanjutnya.
