Berwisata menjadi salah satu kegiatan yang wajib dilakukan oleh banyak orang, terutama setelah melalui rutinitas pekerjaan yang padat. Berlibur adalah cara efektif untuk menghilangkan stres dan menyegarkan pikiran, memberikan kesempatan untuk menikmati momen-momen bahagia dengan orang tercinta. Indonesia, dengan beragam destinasi wisata yang dimilikinya, menjadi salah satu pilihan utama untuk liburan yang menyenangkan. Dari wisata alam, pantai, gunung, hingga wisata budaya, Indonesia memiliki segalanya.
Namun, jika Anda merasa bosan dengan destinasi wisata mainstream dan ingin merasakan pengalaman berbeda, Anda harus mengunjungi Desa Penglipuran di Bali. Desa ini merupakan desa wisata yang menyajikan nuansa budaya Bali yang kental, dengan keindahan alam dan kehidupan tradisional yang sangat menarik untuk dijelajahi. Mari kita simak lebih lanjut apa saja yang membuat desa ini begitu spesial dan mengapa Anda harus mengunjunginya.
Alamat dan Aksesibilitas Desa Penglipuran
Desa Penglipuran terletak di Jl. Penglipuran, Kubu, Bangli, Bali, Indonesia. Akses menuju desa ini cukup mudah. Anda bisa menggunakan GPS atau aplikasi peta di smartphone untuk menuju lokasi dengan lancar. Desa Penglipuran berjarak sekitar 0,2 km dari Hutan Bambu Panglipuran, sekitar 9 km dari Teras Sawah Tegalalang, dan sekitar 12,5 km dari Anjungan Tukad Melangit. Dengan begitu, Anda bisa mengunjungi beberapa destinasi wisata menarik lainnya yang terletak dekat dengan desa ini, memberikan pengalaman liburan yang lengkap dan tak terlupakan.
Sejarah Desa Penglipuran
Nama “Penglipuran” berasal dari dua kata, yaitu “pengeling” yang berarti “pengingat” dan “pura” yang berarti “tempat suci.” Secara harfiah, Penglipuran dapat diartikan sebagai tempat untuk mengingat para leluhur di tempat suci. Desa ini awalnya dihuni oleh imigran permanen dari Desa Bayung Gede, Kintamani. Masyarakat setempat bertujuan untuk melestarikan kebudayaan dan tradisi nenek moyang mereka, sehingga desa ini terus berkembang dengan tetap mempertahankan nilai-nilai budaya Bali.
Pada tahun 1990, mahasiswa KKN melakukan penataan lingkungan, membangun taman kecil, dan memperkenalkan kebersihan serta pengelolaan kawasan. Pada tahun 1993, setelah melihat potensi desa ini sebagai objek wisata, Desa Penglipuran resmi ditetapkan sebagai desa wisata oleh Dinas Pariwisata Bali. Sejak itu, desa ini menjadi salah satu tujuan wisata budaya yang diminati wisatawan domestik maupun mancanegara.
Keunikan Desa Penglipuran
Desa Penglipuran terkenal dengan tata ruang dan desain bangunannya yang sangat khas dengan budaya Bali. Rumah-rumah di desa ini memiliki desain yang seragam dan menghadap ke jalan utama yang beralaskan batu, menciptakan kesan yang rapi dan teratur. Selain itu, 40% area desa ini merupakan hutan bambu, yang menjadi daya tarik utama bagi wisatawan. Hutan bambu ini tidak boleh ditebang sembarangan, dan apabila ingin menebang bambu, harus mendapatkan izin dari ketua adat setempat.
Desa Penglipuran tidak hanya memanjakan mata dengan keindahan alamnya, tetapi juga memberikan kesempatan untuk menyaksikan kegiatan tradisional masyarakat setempat. Anda bisa melihat penduduk yang sedang menganyam bambu atau membuat kerajinan tangan berbahan bambu. Selain itu, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi minuman khas Desa Penglipuran, yaitu Loloh Cemcem. Minuman ini terbuat dari daun cemcem dengan rasa yang unik dan menyegarkan. Dalam satu sajian Loloh Cemcem, Anda bisa merasakan sensasi rasa yang nano-nano. Anda bisa menikmati minuman segar ini hanya dengan harga Rp 5.000 per botol.
Daya Tarik Desa Penglipuran
Meskipun Desa Penglipuran bukanlah destinasi wisata yang luas, ada banyak hal menarik yang bisa Anda nikmati di sini:
Menikmati Bangunan dan Arsitektur Khas Bali
Desa Penglipuran terkenal dengan kebersihannya dan desain arsitektur rumah-rumahnya yang sangat kental dengan budaya Bali. Anda akan merasakan kedamaian saat berjalan di sepanjang jalan desa, dikelilingi oleh rumah-rumah yang memiliki ciri khas dan keindahan tersendiri.Menyaksikan Keseharian Penduduk Setempat
Selain menikmati keindahan bangunan, Anda juga bisa melihat kehidupan sehari-hari penduduk Desa Penglipuran. Anda bisa melihat mereka sedang beraktivitas, beribadah, atau mengadakan acara adat Bali. Pengalaman ini memberikan wawasan tentang kehidupan tradisional Bali yang masih sangat terjaga.Spot Foto yang Instagramable
Desa Penglipuran menawarkan banyak spot foto menarik dengan latar belakang bangunan khas Bali dan pemandangan sekitar yang asri. Tempat ini sangat cocok bagi Anda yang hobi fotografi atau sekadar ingin mengabadikan momen liburan Anda.
Fasilitas Desa Penglipuran
Sebagai desa wisata, Desa Penglipuran dilengkapi dengan berbagai fasilitas untuk mendukung kenyamanan para pengunjung, di antaranya:
Area Parkir
Pengunjung dapat memarkirkan kendaraan dengan nyaman di area parkir yang tersedia.Tempat Ibadah / Pura
Desa Penglipuran memiliki pura sebagai tempat ibadah bagi masyarakat setempat.Gazebo
Gazebo disediakan bagi pengunjung yang ingin beristirahat sambil menikmati keindahan alam desa.Toilet
Fasilitas toilet yang bersih juga tersedia di beberapa titik.Warung Makan
Untuk memenuhi kebutuhan kuliner pengunjung, terdapat warung makan yang menyajikan masakan khas Bali dan makanan ringan.
Jika Anda membutuhkan tempat menginap, Anda tidak perlu khawatir. Banyak pilihan penginapan yang terletak dekat dengan Desa Penglipuran, seperti D’Umah Bali (11,7 km), Tangkas House (15,3 km), dan Tapa Kawi Villas House by Pramana (18,9 km). Selain itu, Anda juga dapat mencicipi kuliner Bali di beberapa restoran terdekat seperti Natys Restaurant Ubud (10,5 km) dan Tini Kitchen Coconut Juice Bar (11,4 km).
Harga Tiket Masuk
Untuk menikmati keindahan Desa Penglipuran, Anda dikenakan biaya tiket masuk yang berbeda untuk wisatawan lokal dan mancanegara:
Wisatawan Lokal:
- Anak-anak: Rp 10.000
- Dewasa: Rp 15.000
Wisatawan Mancanegara:
- Anak-anak: Rp 25.000
- Dewasa: Rp 30.000
Catatan: Harga tiket dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan pengelola.
Jam Operasional
Desa Penglipuran buka setiap hari dari pukul 08:00 – 17:00 WITA, memberikan waktu yang cukup bagi Anda untuk menjelajahi desa yang kaya akan budaya dan keindahan alam ini.
Desa Penglipuran menawarkan pengalaman wisata yang berbeda dengan destinasi lain di Bali. Dengan keindahan alamnya, kebersihan lingkungan, dan kehidupan tradisional penduduknya, desa ini menjadi tempat yang sangat menarik untuk dikunjungi, terutama bagi mereka yang ingin merasakan suasana Bali yang autentik. Jangan lewatkan kesempatan untuk mengunjungi Desa Penglipuran dan menikmati keunikan serta keindahan yang dimilikinya!
