Asal Mula Mie Koclok Cirebon
Ada dua versi tentang asal usul nama mi koclok. Pertama, mie koclok berasal dari kata koclok yang berarti dikocok atau digoyang-goyangkan karena mie digoyang-goyangkan atau diblansir dalam air panas sebelum disajikan dengan bahan lainnya. Versi kedua menyebut koclok adalah akronim dari “Mie Khasnya Orang Cirebon yang Lebih Okay” yang diciptakan oleh Pak Edi, seorang pemilik warung mi koclok pada tahun 1945. Pak Edi disebut sebagai pelopor dan pencipta hidangan ini yang akhirnya menjadi kuliner khas Cirebon.
Selain pak Edi sejak tahun 1959 mie koclok panjunan juga elah dianggap oleh banyak pecinta kuliner sebagai tujuan makanan yang legendaris karena warung mie koclok ini sudah ada sejak lama sejak 1959, atau hampir 64 tahun. Warung mie koclok ini menarik karena telah dikelola secara turun temurun oleh keluarga. Sekarang, generasi ketiga keluarga mengelolanya.
Membedakan Mie koclok dengan Kota Lain
Di beberapa kota lain seperti Bandung dan Jakarta juga ada menu makanan khas daerah yang disebut Mie Koclok. Lalu apa bedanya Mie Koclok versi kota lain dengan Mie Koclok yang menjadi menu makanan khas Cirebon? Perbedaan paling mendasar adalah jenis kuahnya. Mie koclok versi kota lain cenderung menggunakan kuah bening sementara Mie koclok Cirebon menggunakan kuah santan dan bertekstur kental.
Bahan pelengkap dalam kuliner ini adalah telor, suwiran daging ayam, dan beberapa sayuran seperti tauge, daun bawang lalu disiram kuah kental yang gurih. Semua bahan mie dan sayuran yang akan digunakan dimasukan ke dalam wadah besi berlubang disekelilingnya (sinduk) lalu dicelupkan selama 2 menit kedalam air panas. Setelah agak layu kemudian diangkat dan dikocok kocok untuk membuang air sisa rendaman yang terdapat pada wadah tersebut, lalu dituangkan kedalam piring. Setelah ditambahkan oleh beberapa bahan pelengkap dan ditaburi bumbu lalu disiram dengan kuah santan.
Kuah kaldu dan santan kental memberikan rasa gurih dan sedikit asin pada kuliner ini. Jika Anda penyuka rasa pedas, Anda tidak perlu khawatir ada wadah khusus untuk bubuk cabai. Ini dirancang untuk memungkinkan pelanggan menambah bubuk cabai sesuai selera pedas mereka. Untuk tekstur, mie koclok memiliki tekstur lembut dan kenyal, dan suwiran ayam memiliki tekstur berserat saat digigit. Kuliner ini pasti akan membuatmu ketagihan untuk mencobanya lagi karena rasa dan tekstur kental kuah santannya yang berbeda dengan olahan mie lainnya. Kuliner satu ini paling lezat jika dinikmati ketika masih panas dan bagus untuk dimakan di malam hari atau sore hari karena membuat Anda merasa lebih hangat.
Sumber: nabarentcar.com
