Hubungi Kami

“Menelusuri Sejarah dan Keaslian Rumah Adat di 3 Kampung NTT yang Memikat”

Nusa Tenggara Timur (NTT) terkenal dengan keindahan alamnya yang menakjubkan serta warisan budaya yang masih terjaga hingga kini. Salah satu daya tarik utama wisata di NTT adalah rumah adat yang masih dipertahankan keasliannya, meski zaman terus berkembang. Kampung-kampung tradisional di daerah ini tidak hanya menawarkan pemandangan alam yang memukau, tetapi juga memberikan kesempatan untuk memahami sejarah dan budaya leluhur yang hidup dalam arsitektur rumah adat tersebut. Berikut adalah tiga kampung adat di NTT yang wajib dikunjungi bagi mereka yang ingin melihat rumah adat yang masih asli dan berkesan:

@unimma_id

1. Kampung Adat Todo, Manggarai

Kampung Adat Todo terletak di Kecamatan Satar Mese Barat, Kabupaten Manggarai, dan dikenal dengan tujuh rumah adat yang berdiri kokoh, berbentuk kerucut, dan beratapkan ijuk dari pohon enau atau aren. Keunikan arsitektur ini memberikan pengalaman budaya yang autentik bagi para wisatawan. Kampung ini dulunya merupakan pusat Kerajaan Todo, sebelum penjajahan Belanda memasuki wilayah Manggarai.

Area kampung yang berbentuk setengah lingkaran ini memiliki mazbah di tengahnya, tempat persembahan adat yang masih digunakan dalam upacara tradisional. Di sekelilingnya terdapat rumah adat yang dihuni oleh masyarakat setempat. Di sini, wisatawan tidak hanya bisa mengagumi keindahan rumah adat, tetapi juga mempelajari lebih dalam tentang sejarah dan budaya kerajaan yang pernah ada di Todo. Banyak wisatawan asing, khususnya dari Eropa, yang tertarik mengunjungi kampung ini untuk melihat bagaimana masyarakat Todo mempertahankan tradisi leluhur mereka.

2. Kampung Adat Ruteng Puu, Flores Barat

Terletak hanya 10 menit dari pusat Kota Ruteng, Kampung Adat Ruteng Puu adalah salah satu kampung adat tertua di Flores Barat. Kampung ini menjadi pusat peradaban budaya Manggarai. Di kampung ini, wisatawan disambut hangat oleh tetua adat yang menjaga kelestarian warisan budaya Manggarai.

Di tengah kampung terdapat compang besar, yaitu sebuah tempat mazbah untuk upacara ritual adat, serta pohon dadap yang telah berusia ratusan tahun. Kehidupan di kampung ini berjalan harmonis dengan kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun. Wisatawan yang datang ke Ruteng Puu tidak hanya bisa melihat rumah adat yang indah, tetapi juga bisa berinteraksi langsung dengan masyarakat setempat yang penuh keramahan.

3. Kampung Adat Wae Rebo, Manggarai

Kampung Adat Wae Rebo yang terletak di Kecamatan Satar Mese Barat, Kabupaten Manggarai, adalah salah satu tempat wisata yang paling terkenal di NTT. Kampung ini berhasil meraih pengakuan dunia setelah diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia pada Agustus 2012.

Untuk mencapai Wae Rebo, wisatawan harus menempuh perjalanan berat, berjalan kaki selama dua jam melintasi medan yang cukup terjal. Namun, perjuangan tersebut terbayar dengan pemandangan yang menakjubkan. Kampung yang berada di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut ini dikelilingi oleh pegunungan hijau yang menyejukkan. Rumah adat Wae Rebo yang berbentuk mirip kerucut dengan atap ijuk adalah simbol dari kekuatan komunitas adat setempat, yang masih mempertahankan pola hidup tradisional meskipun telah mendapat sentuhan modernitas.

Kampung Adat Wae Rebo menjadi contoh bagaimana manusia hidup berdampingan dengan alam, menjaga keseimbangan ekologis, dan mempertahankan nilai-nilai leluhur yang sarat makna. Para wisatawan yang berkunjung ke Wae Rebo akan merasakan kedamaian serta kehangatan sambutan dari masyarakat lokal yang masih memegang teguh adat istiadat mereka.

Kampung Lain yang Menyimpan Keindahan Rumah Adat

Selain ketiga kampung yang sudah disebutkan, terdapat beberapa kampung lain yang menawarkan keindahan rumah adat khas NTT, seperti Kampung Adat Bangka Tuke, Kampung Tradisional Poka, Kampung Tradisional Tenda, dan Kampung Tradisional Woang. Masing-masing kampung ini memiliki karakteristik dan keunikan tersendiri, yang bisa menjadi pilihan menarik bagi wisatawan yang ingin menjelajahi lebih jauh lagi kearifan lokal NTT.

Sebagai contoh, Kampung Adat Bangka Tuke, yang terletak di Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, dikenal dengan rumah adatnya yang sangat khas. Meskipun sebagian besar rumah adat di Manggarai kini sudah menggunakan atap seng, ada beberapa kampung yang tetap menjaga keaslian atap ijuk mereka. Hal ini merupakan bagian dari upaya untuk mempertahankan tradisi dan kebudayaan yang telah diwariskan oleh leluhur.

Dosen Unika Santo Paulus Ruteng, Dr. Marianus Tapung, menjelaskan bahwa masyarakat Manggarai memiliki pengetahuan yang mendalam mengenai struktur dan fungsi rumah adat. Rumah adat Manggarai tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai simbol sosial yang mencerminkan status dan posisi seseorang dalam masyarakat.

Dengan berkembangnya zaman, banyak rumah adat di NTT yang mulai beradaptasi dengan atap seng untuk kepraktisan dan efisiensi. Namun, ada juga upaya untuk melestarikan rumah adat asli dengan atap ijuk agar tetap bisa memperlihatkan keindahan dan filosofi yang terkandung dalam arsitektur rumah tradisional Manggarai.

Mengunjungi kampung adat di NTT bukan hanya sekadar melihat rumah adat yang indah, tetapi juga belajar tentang sejarah, budaya, dan tradisi yang telah ada sejak ratusan tahun lalu. Keunikan arsitektur rumah adat yang terbuat dari bahan alami seperti ijuk, kayu, dan bambu, serta pengaruh budaya yang mendalam, membuat setiap kunjungan menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Jika Anda berencana mengunjungi NTT, pastikan untuk menambahkan kampung-kampung adat ini dalam daftar destinasi wisata Anda untuk merasakan sensasi berbeda yang hanya bisa didapatkan di tanah Flores.

unimma

Leave a Reply

  • https://ssg.streamingmurah.com:8048
  • Copyright ©2025 by PT. Radio Unimma. All Rights Reserved
  • http://45.64.97.82:8048
  • Copyright ©2025 by unimmafm. All Rights Reserved
  • http://45.64.97.82:8048/stream
  • Copyright ©2025 by unimmafm All Rights Reserved