Indonesia memiliki banyak desa wisata yang menawarkan keindahan alam, budaya, dan kearifan lokal yang unik. Salah satunya adalah Desa Wisata Cipta Karya yang terletak di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Desa ini memiliki pesona alam yang luar biasa, budaya yang kaya, serta flora dan fauna langka yang membuatnya istimewa. Tak heran jika Desa Wisata Cipta Karya terpilih sebagai Desa Wisata Terfavorit di ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023.
Desa ini bukan hanya destinasi wisata biasa, tetapi juga merupakan tempat di mana masyarakat adat masih mempertahankan tradisi dan keanekaragaman hayati yang luar biasa. Dengan beragam daya tarik, mulai dari bunga langka rafflesia hingga tradisi adat yang masih lestari, Desa Wisata Cipta Karya menjadi destinasi yang wajib dikunjungi bagi pecinta wisata alam dan budaya.
1. Keindahan Bunga Langka Rafflesia dan Flora Unik
Salah satu daya tarik utama Desa Wisata Cipta Karya adalah keberadaan bunga langka Rafflesia Tuan Mudae dan Rhizanthes Lowii, yang merupakan rafflesia terkecil di dunia. Bunga ini tumbuh di Hutan Adat Kalong, yang menjadi bagian dari ekosistem hutan tropis Kalimantan.
Selain rafflesia, desa ini juga menjadi habitat anggrek kasut hijau (Paphiopedilum Hooker) yang langka. Keunikan flora ini menjadikan desa ini sebagai salah satu tempat terbaik untuk wisata botani.
Bagi wisatawan yang tertarik mengamati keanekaragaman hayati, hutan adat ini juga menjadi rumah bagi berbagai satwa langka, seperti burung enggang, burung ruai, owa, kubung, serta berbagai jenis kupu-kupu dan serangga hutan. Keberagaman flora dan fauna di desa ini menjadikannya destinasi ekowisata yang sangat menarik.
2. Hutan Adat Kalong: Situs Pemukiman Purba Dayak Bakati
Wilayah Desa Wisata Cipta Karya mencakup kawasan Hutan Adat Kalong, yang merupakan bekas pemukiman purba masyarakat Dayak Bakati. Suku ini tersebar di berbagai daerah, termasuk Bengkayang, Sambas, Singkawang, Mempawah, dan Kabupaten Landak.
Hutan adat ini menjadi warisan yang sangat berharga karena masih mempertahankan vegetasi asli Kalimantan. Beberapa titik di hutan ini menjadi habitat utama Rafflesia Tuan Mudae, yang semakin menambah keistimewaannya. Wisatawan dapat menjelajahi hutan ini dengan trekking, sambil mengenal lebih dalam sejarah dan budaya masyarakat Dayak.
3. Sejarah Desa Wisata Cipta Karya
Desa Wisata Cipta Karya telah berdiri sejak tahun 1988. Desa ini merupakan hasil penggabungan dari lima kampung, yaitu:
- Kampung Ketiat
- Kampung Riam Palayo
- Kampung Seburo
- Kampung Lamat Semalat
- Kampung Selume
Awalnya, desa ini terdiri dari tiga dusun dan sepuluh RT. Namun, seiring pertumbuhan penduduk, jumlah dusun bertambah menjadi tujuh dusun dengan 16 RT. Dengan sejarah panjangnya, desa ini telah berkembang menjadi pusat wisata berbasis alam dan budaya di Kalimantan Barat.
4. Kehidupan Masyarakat Dayak yang Autentik
Desa Wisata Cipta Karya didominasi oleh masyarakat Suku Dayak Bakati Palayo dan Rara Gunung, yang mencapai 78% dari total penduduk. Jumlah penduduk desa ini mencapai 4.004 jiwa, yang terdiri dari 2.036 laki-laki dan 1.968 perempuan.
Mayoritas penduduk desa ini bekerja di sektor pertanian dengan menggarap perkebunan, ladang, dan sawah. Hasil kebun utama mereka antara lain karet, kakao, lada, dan jagung. Selain itu, penduduk juga masih mempertahankan kearifan lokal dalam bercocok tanam dan berburu secara tradisional.
5. Wisata Alam yang Menakjubkan
Desa Cipta Karya menawarkan banyak destinasi wisata alam yang memanjakan mata, di antaranya:
a. Sepadang Hill
Sepadang Hill adalah bukit yang asri dengan ketinggian 500 meter di atas permukaan laut. Wisatawan perlu mendaki sepanjang 1.800 meter untuk mencapai puncak. Sepanjang perjalanan, wisatawan akan melewati hutan bambu yang memberikan pengalaman unik dan menenangkan.
Sepadang Hill juga pernah masuk dalam nominasi enam terbaik Anugerah Pesona Indonesia (API) 2021 untuk kategori dataran tinggi.
b. Air Terjun Riam Palayo
Air terjun ini menyajikan keindahan alam yang masih alami. Aliran air yang jernih dan suasana yang sejuk menjadikannya tempat yang sempurna untuk bersantai atau berenang.
c. Bukit Pajamet
Bukit ini menawarkan panorama hijau khas Kalimantan yang indah dan menjadi tempat favorit bagi wisatawan yang menyukai fotografi dan pemandangan alam.
6. Tradisi Adat Basansam
Salah satu tradisi unik yang masih dilestarikan oleh masyarakat Desa Cipta Karya adalah Basansam. Tradisi ini merupakan prosesi adat yang bertujuan untuk membersihkan kampung dari segala hal buruk seperti penyakit, hama, dan malapetaka.
Prosesi Basansam melibatkan ritual adat dan diakhiri dengan menghanyutkan sesajen ke sungai di ujung desa. Warga akan mengenakan pakaian adat dan mengantar sesajen bersama-sama. Setelah prosesi ini, desa akan ditutup selama satu hingga tiga hari, tergantung tujuan adat yang dijalankan.
7. Wisata Budaya: Atraksi Sumpitan dan Alat Musik Sape
Selain wisata alam dan tradisi Basansam, pengunjung juga dapat menyaksikan berbagai atraksi budaya, seperti:
- Atraksi sumpitan, yaitu seni berburu tradisional menggunakan sumpit beracun.
- Pembuatan alat musik Sape, alat musik khas Suku Dayak yang terbuat dari kayu pilihan seperti aro, adau, marong, dan pelantan.
- Permainan pangka gasing, permainan tradisional yang masih sering dimainkan oleh masyarakat Dayak.
Desa Wisata Cipta Karya merupakan destinasi yang menawarkan keindahan alam, keunikan budaya, serta kekayaan flora dan fauna yang luar biasa. Keberadaan bunga langka Rafflesia Tuan Mudae, Hutan Adat Kalong, dan tradisi unik Basansam menjadikan desa ini tempat yang sangat istimewa bagi wisatawan yang ingin menikmati wisata berbasis alam dan budaya.
Dengan predikat sebagai Desa Wisata Terfavorit di ADWI 2023, Desa Cipta Karya semakin menunjukkan potensinya sebagai salah satu destinasi wisata terbaik di Indonesia. Bagi wisatawan yang ingin merasakan pengalaman otentik di Kalimantan Barat, desa ini wajib masuk dalam daftar perjalanan.
