(876Unimmafm) Magelang — Tingginya angka perokok di Indonesia masih menjadi persoalan serius dalam kesehatan masyarakat. Berdasarkan Global Adult Tobacco Survey (GATS) Indonesia Report 2021, sebanyak 34,5 persen orang dewasa di Indonesia atau sekitar 70,2 juta jiwa masih menggunakan produk tembakau. Selain itu, penggunaan rokok elektrik juga mengalami peningkatan signifikan, dari 0,3 persen pada 2011 menjadi 3 persen pada 2021. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran semakin besarnya paparan produk tembakau terhadap generasi muda.
Di tengah bonus demografi yang sedang dinikmati Indonesia, yakni dominasi penduduk usia produktif, tantangan pengendalian tembakau menjadi semakin penting. Generasi muda diharapkan menjadi aset pembangunan, bukan justru terjebak dalam risiko kesehatan akibat konsumsi rokok dan produk tembakau lainnya.
Merespons situasi tersebut, Muhammadiyah Tobacco Control Center (MTCC) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) menyelenggarakan Forum Group Discussion (FGD) Forum Pemuda Pengendalian Tembakau dengan tema “Pengendalian Tembakau; Pemuda Ambil Peran di Era Digital”. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan pemuda dari Kabupaten Kudus, Jepara, Rembang, Grobogan, Kendal, Klaten, dan Wonogiri yang berasal dari Pemuda Muhammadiyah, Karang Taruna, serta berbagai organisasi kepemudaan lainnya.
Melalui FGD ini, peserta diajak memahami dampak kesehatan, sosial, dan ekonomi dari penggunaan tembakau, termasuk rokok konvensional maupun rokok elektrik. Selain itu, para pemuda juga dibekali literasi digital agar mampu memproduksi konten edukatif dan kampanye kesehatan yang efektif di media sosial.
Tidak hanya fokus pada aspek konsumsi, MTCC UNIMMA juga menegaskan komitmennya dalam mendukung kesejahteraan petani tembakau. Salah satu langkah yang didorong adalah alih tanam dari tembakau ke komoditas pertanian lain yang dinilai lebih menguntungkan dan berkelanjutan secara ekonomi. Pendekatan ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang yang tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga meningkatkan taraf hidup petani.
Selain itu, MTCC UNIMMA secara konsisten mendorong lahirnya kebijakan daerah, khususnya Peraturan Daerah (Perda) tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR), sebagai bentuk perlindungan terhadap masyarakat dari paparan asap rokok di ruang publik.
FGD ini juga membuka ruang kolaborasi antarpemuda, komunitas, dan pemangku kepentingan dalam membangun gerakan pengendalian tembakau yang terorganisir. Diharapkan, melalui peran aktif pemuda di ruang digital dan dukungan kebijakan yang kuat, Indonesia dapat menciptakan lingkungan yang lebih sehat serta memaksimalkan potensi bonus demografi untuk masa depan yang lebih berkualitas.
